
Pangeran kedua Lois langsung menatap tajam Ratu Rieta. Sebelum tangannya terangkat ke atas dan....
Plak....
Ratu Rieta merasa pipi sebelahnya merasa panas dan ketika ia membuka matanya bertapa terkejutnya melihat Kaisar Wiliams yang berdiri di depannya dengan tangan menoleh ke samping.
Ratu Rieta memegang pipinya dengan tatapan tidak percaya.
" Yang Mulia." gumam Ratu Rieta yang sama sekali tidak menduga bahwa Kaisar Wiliams sendiri lah yang menamparnya. Padahal ia sudah mengira kan bahwa dirinya akan membuat Pangeran kedua di usir dari istana karena berani menampar seorang Ratu.
Sedangkan Pangeran kedua Lois sudah tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya melihat Kaisar Wiliams sendirilah yang menampar wajah Ratu Rieta.
Kaisar Wiliams yang melihat tatapan sedih Ratu Rieta berusaha bersikap tenang.
" Apa, kau sama sekali tidak menyangka bahwa akhirnya aku berani mengangkat tanganku kepadamu, Ratu?" tanya Kaisar Wiliams sambil tersenyum sinis memandang Ratu Rieta.
" Tapi...Mengapa anda melakukannya?" tanya Ratu Rieta yang sudah berderai air mata.
Pangeran kedua Lois yang melihat sandiwara Ratu Rieta memutar bola matanya. Sambil menikmati bagaimana Kaisar Wiliams untuk pertama kalinya memandang Ratu Rieta dengan marah. Mengingat Kaisar Wiliams selalu bersikap acuh kepada Ratu Rieta, Karena hatinya selalu berlabuh kepada Selir Aurora. meskipun begitu dirinya tidak akan bermain tangan kepada seorang wanita.
__ADS_1
" Kau tidak mempercayainya Ratu, karena pada akhirnya aku kehabisan kesabaran untuk mengahadapi mu." ucap Kaisar Wiliams sambil mengacungkan jari nya kepada Ratu Rieta yang menatapnya dengan terpaku terkejut.
Kaisar Wiliams terkekeh geli melihat ekspresi pucat dari Ratu Rieta. Kemudian tangannya mengelus wajah Ratu sebelum mencengkeramnya dengan kuat.
" Saya tidak akan bermain-main denganmu Ratu, aku sudah cukup bersabar menghadapi sikapmu yang seperti wanita gila harta dan kuasaan. Bahkan anak-anak ku ada yang mirip seperti dirimu. Andaikan aku tidak pernah menerima pernikahan. PASTINYA AKU SUDAH BAHAGIA BERSAMA AURORA TANPA DIKACAUKAN OLEHMU." ucap Kaisar Wiliams yang diakhiri dengan teriakan.
...****************...
" Apa Flora masih sakit tenggorokan nya?" tanya Aliesa yang menggandeng tangan Flora berjalan di lorong.
Flora yang sedang melihat beberapa lukisan yang terpasang di dinding mendongakkan kepalanya sebelum menggelengkan nya.
Mendengar jawaban dari Flora membuat perasaan Aliesa lega.
" Hei...sudah lama kita tidak bertemu Lady Aliesa." ucap seseorang yang berjalan menuju ke arahnya membuat Aliesa dan Flora harus menghentikan langkah mereka.
Aliesa memiringkan kepalanya bingung karena dirinya merasa asing dengan wanita cantik di depannya. Wanita itu mengenakan gaun hijau tua dengan rambut nya di gerai dan jangan lupa mata nya yang berwarna emas bersinar.
" Maaf saya tidak mengenal anda." ucap Aliesa dengan sopan.
__ADS_1
Wanita itupun tertawa terbahak-bahak melihat itu Aliesa sedikit bingung. Apa wanita itu sakit mental pikir Aliesa.
Melihat tatapan kebingungan dari Aliesa membuat Wanita itu segera menghentikan tawanya pandangannya tertuju ke arah seorang gadis kecil yang bersembunyi di balik gaun Aliesa.
" Kamu sangat imut kecil." ucap wanita itu dengan antusias.
Flora yang merasa takut kembali menyembunyikan wajahnya dibalik gaun Aliesa.
" Mama dia menyeramkan." gumam Flora dengan pelan.
Tapi Aliesa yang memiliki pendengaran tajam langsung mendengarnya ia mengelus rambut Flora supaya tenang. Sebelum pandangannya tertuju kepada Wanita di hadapannya.
" Siapa kamu? Mengapa seakan-akan kita saling mengenal?" tanya Aliesa dengan tatapan menyelidik.
Wanita itu yang mendengar pertanyaan dari Aliesa langsung kembali mengalihkan pandangannya lagi. Ia memberikan senyumannya sembari gaunnya di angkat dengan anggun.
" Salam Lady perkenalkan nama saya Madeleine Rieta Grisam. Anak ketiga dari Kaisar Wiliams senang bertemu dengan anda." ucap Puteri Madeleine sambil tersenyum hangat.
Countine...
__ADS_1