
Mengapa aku masih hidup bukannya aku sudah mati karena racun?" tanya Ratu Rieta sambil memandang Kaisar Wiliams dengan wajahnya yang pucat.
Kaisar Wiliams duduk di samping Ratu Rieta yang berbaring dan menggenggam tangan nya. Membuat Ratu Rieta yang melihatnya terdiam.
" Aku senang kau selamat, lebih baik kau beristirahat terlebih dahulu aku sudah menyuruh pelayan untuk mengurusmu." ucap Kaisar Wiliams yang kemudian langsung berdiri.
Setelah mengatakan itu Kaisar Wiliams pergi dari kamar Ratu Rieta tanpa mengucapkan kata lagi.
Ratu Rieta yang melihatnya hanya terdiam sambil mencengkram selimut nya dengan kencang sampai jari-jari memutih. Sorot matanya yang tadi penuh sedih sekarang tergantikan dengan ambisi.
" Sialan, rencana nya gagal lagi." ucap Ratu Rieta.
...****************...
" Lois, apa benar yang dikatakan orang-orang bahwa Ratu Rieta keracunan?" tanya Viscount Lincoln yang duduk di kursi nya.
Memang setelah mendapatkan kabar dari istana Viscount Lincoln langsung memanggil Lois untuk meminta penjelasan. Mengingat kejadian tersebut berlangsung ketika pesta minum teh yang diadakan oleh Kaisar sendiri.
" Seperti yang kau kakek dia keracunan akibat ulahnya sendiri." ucap Lois dengan dingin mengingat peristiwa di istana yang membuka satu fakta.
__ADS_1
Viscount Lincoln yang mendengarnya langsung berpikir terkadang ucapan Lois seperti sebuah teka-teki sebelum kemudian wajahnya memerah marah. Memukul meja di hadapannya dengan keras.
BRAK....
" SIALAN DASAR WANITA ULAR." umpat Viscount Lincoln dengan kencang.
Lois menghela nafas nya setidaknya berbicara dengan Kakeknya tidak perlu membicarakan nya secara detail. Karena kakeknya langsung mengerti ucapannya.
" Iya, dia ingin melenyapkan ku dengan racun yang sama dengan Ibunda. kau mengerti bukan kakek." ucap Lois dengan tajam.
Viscount Lincoln yang mendengarnya tersenyum miring membuat Lois ikutan.
...****************...
Beberapa hari berlalu setelah kejadian yang membuat gempar istana dengan keracunan Ratu Rieta. Kondisi istana saat ini sudah mulai seperti biasa sudah banyak orang-orang yang kembali mengerjakan pekerjaan seperti biasanya.
" Hah...hari cerah untuk memulai rencana baru." ucap Ratu Rieta yang berdiri di atas balkon menghirup udara segar di pagi hari setelah beberapa hari pemulihan.
Sampai sekarang Ratu Rieta merasa marah karena rencananya berbalik kepadanya sampai membuat nya hampir mati. Tapi setidaknya Kaisar Wiliams mulai memperhatikannya sejak hari itu selalu berkunjung dan menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1
" Iya kejadian itu membuat sebuah keberuntungan karena Kaisar Wiliams sudah berada di sampingku. Sekarang tinggal putera bodohku yang harus aku kendalikan." ucap Ratu Rieta yang kembali kesal karena Putera Mahkota Alarick sudah tidak mempedulikannya malah terkesan acuh.
Bahkan setelah dirinya sadar Putera Mahkota Alarick hanya mengunjungi untuk menanyakan kabarnya dan setelah itu tidak pernah datang lagi. Sedangkan untuk Puterinya, Madeleine. Ratu Rieta tidak terlalu mengharapkan mengingat Puterinya sejak kecil tidak terlalu menyukainya.
Tok...Tok...
Ceklek....
" Gawat Ratu." ucap pelayan yang masuk ke dalam kamarnya dengan tergesa-gesa.
Ratu Rieta yang sedang merenung langsung membalikkan badannya memandang nya dengan angkatan sebelah alisnya di wajah tuanya yang masih terlihat cantik.
" Apa kau tidak bisa bersikap tenang, kau membuat semua jadi berantakan. Jadi ada apa sampai kau datang seperti orang gila." ucap Ratu Rieta yang duduk di kursi sambil memandang angkuh Pelayan tersebut.
Pelayan yang merasa aura intimidasi dari Ratu Rieta hanya menunduk sebelum membuka pembicaraan.
" Seseorang telah membunuh....
Countine...
__ADS_1