
" Jika itu menurutmu aku tidak bisa menyangkalnya lagi. Tapi aku menginginkan kau menyembunyikannya dari semua orang termasuk Aliesa. Aku belum siap untuk mendapatkan penolakan nya." ucap Lois sambil menundukkan kepalanya.
Aron Christopher yang mendengarnya terdiam sebelum mendekat dan menepuk bahunya Lois seperti seorang ayah kepada anak laki-laki nya. Sayangnya Puteranya hanya bisa membuatnya malu tapi tidak di pungkiri hal itu tidak bisa menghilangkan kasih sayang nya kepada puteranya.
" Kau tidak perlu takut dengan penolakan Aliesa kepadamu. Aku yakin bahwa Aliesa akan menerimanya dengan lapang dada. Karena bagi ku adalah sudah terikat satu sama lain membagi cinta dan kepercayaan bersama. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini sebelum dia mendengarnya dari orang lain." ucap Aron yang berjalan keluar dari ruang bawah tanah.
Lois yang mendengarnya terdiam sambil melirik ke arah Rieta dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Apa ini saat nya." ucap Lois yang kebingungan.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Annika masih belum sadarkan diri dengan kondisi badannya terluka dengan perlahan ia membuka matanya perlahan-lahan.
Annika mengerutkan keningnya melihat ruangan yang gelap.
" Ini dimana?" tanya Annika kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Melihat suasana yang sepi Annika mencoba membangunkan diri tapi sayangnya ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
" TOLONG... TOLONG...." ucap Annika sambil berteriak meminta tolong.
" Sepertinya kakak ipar ku sangat menyukai tempat baru nya." ucap Puteri Madeleine yang berdiri sambil menatap jijik Annika.
Annika yang mengetahui suara orang tersebut berusaha berdiri tetapi sayangnya tubuhnya tidak bisa di ajak kerja sama. Ketika berdiri ia langsung jatuh di lantai yang dingin.
" LEPASKAN AKU...KAU YANG TELAH MENCUCI OTAK PANGERAN MAHKOTA SAMPAI MEMBUAT KU MENDERITA." ucap Annika sambil berteriak dan menatap benci Puteri Madeleine.
Selain Aliesa orang yang paling di benci Puteri Madeleine adalah orang yang sangat dia benci karena selalu berusaha menyingkirkan nya dari istana. Sepertinya kali ini rencananya berhasil sampai membuat Pangeran Mahkota memenjarakannya.
Plak....
Dengan keras Puteri Madeleine menampar Annika hingga wajahnya menoleh ke samping dengan tanda cap tangan merah di pipi kanan nya.
Annika yang merasakan sakit kepada pipi kanannya berusaha berdiri dan menyerang Puteri Madeleine.
__ADS_1
Puteri Madeleine langsung menjauh memandang benci Annika yang berusaha mencelakai nya. Dengan gerakan anggun Puteri Madeleine mengeluarkan sihir angin nya membuat Annika kembali terjatuh dan memasangkan rantai di kedua kakinya yang menyatu di dinding supaya dia tidak kabur.
" Nah.... selamat menikmati liburanmu." ucap Puteri Madeleine sambil melambaikan tangan dan berjalan meninggalkan penjara.
Annika yang melihat kepergian Puteri Madeleine terus berteriak keras.
" ARGGGH...AKU MEMBALAS MU PUTERI MADELEINE DENGAN KESENGSARAAN PEDIH DAN KAU BELUTUT DI HADAPAN KU HAHAHAHA...."
Puteri Madeleine yang belum jauh hanya menggelengkan kepalanya sebelum berjalan dengan riang menuju istana.
...****************...
" Tadi banyak orang yang memperhatikan Flora. Orang-orang tersebut menggunakan pakaian hitam. Flora bingung mengapa mereka memakai warna hitam dan ketika bertanya kata Papa mengatakan bahwa orang-orang itu sedang bersedih atas kematian Ratu. Tetapi ketika Flora mengatakan bahwa Ratu adalah nenek, Papa mengatakan tidak apa maksudnya bukannya jika seorang Pangeran berarti dia adalah anak Ratu?" ucap Flora panjang lebar dan di akhiri dengan pertanyaan.
Viscount Lincoln yang mendengarnya hanya bisa tertawa karena mendengar Flora seperti dia merasakan kehadiran Puterinya.
" Apa kau sudah tenang di sana Rora...
__ADS_1
Countine....