
" Mama sekarang kita akan buat apa?" tanya Flora kepada Aliesa.
" Hmm.. Mama ingin membuat Rainbow Cake." ucap Aliesa sambil tersenyum.
" Rain...apa." ucap Flora yang terlihat tidak mengerti ucapan dari sang Mama.
Aliesa hanya tertawa sambil mengacak-acak rambut Flora. Setelah itu Aliesa menyiapkan bahan-bahan untuk membuat Rainbow Cake dan membuat nya dengan telaten.
Mengingat dirinya sudah cukup alih dalam membuat nya dan Flora hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Mamanya.
Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam kuenya pun siap. Aliesa mengangkat kue tersebut dari atas oven dan meletakkan nya di atas meja untuk di dinginkan.
Beberapa menit pun berlalu kuenya sudah dingin dengan segera Aliesa memotong berbentuk beberapa bagian. Aliesa terkikik geli melihat Flora yang sepertinya sudah tidak sabar memakan kue buatnya.
Aliesa berjalan mendekat ke arah Flora dan menyerahkan kuenya yang telah di potong di atas meja.
" Rainbow cake nya sudah jadi, apa Flora ingin mencobanya." ucap Aliesa yang menawarkan Flora untuk mencicipi Cake buatnya.
__ADS_1
Flora hanya diam membuat Aliesa yang melihatnya merasa was-was takutnya anaknya tidak ingin mencoba cake buatnya. Tapi pikiran itu sirna setelah melihat Flora yang langsung menarik piring nya mendekat.
Ketika Flora mencicipinya seketika matanya membulat berbinar merasakan bertapa lembutnya cake yang baru pertama kali dirinya rasakan. Dengan lahap Flora menghabiskan cake nya dengan semangat.
" Apa enak Flora?" tanya Aliesa sambil memandang Flora.
" Tentu saja ini kue yang terenak Flora rasakan. Suatu hari nanti Flora akan seperti Mama membuat Kue yang enak sekali." ucap Flora sambil tersenyum antusias sampai menampilkan gigi kelincinya.
" Syukurlah kalau Flora suka." ucap Aliesa sambil bernafas lega melihat bahwa Puterinya menyukai hasil kue buatnya.
Memikirkan itu membuat Aliesa tanpa sadar meninttikan air matanya. Walaupun dirinya sudah berusaha untuk melupakan kehidupan lamanya tetap saja pasti ada sepenggal kenangan yang masih tersimpan di pikiran dan hatinya mengenai Keluarga dan suaminya yang mungkin sudah menikahi kekasihnya.
Sedangkan Flora yang melihat Mama nya menangis langsung memegang lengannya.
" Mama...Mama kenapa menangis, Apa Flora melakukan kesalahan lain kali Flora janji tidak akan membuat Mama menangis." ucap Flora dengan mata emasnya yang berkaca-kaca.
Aliesa langsung tersadar dan melihat bahwa Flora sedang menatapnya dengan berkaca-kaca.
__ADS_1
" Tidak, Mama tidak menangis tadi mata Mama cuma kemasukan debu. Jadi bagaimana kalau nanti malam ke Festival cahaya." ucap Aliesa yang berusaha mencairkan suasana.
Flora yang mendengarnya seketika matanya berbinar senang dan langsung menggangguk kepalanya.
" Baiklah kalau begitu kita harus bersiap-siap sekarang, karena sebentar lagi waktunya malam dan Flora apa Mama bisa meminta satu permintaan saja." ucap Aliesa.
" Permintaan apa?" tanya Flora sambil memiringkan kepalanya polos.
...****************...
" Yang Mulia, apa anda yakin ingin menghadiri Festival itu? Bukannya anda sama sekali tidak menyukai suasana yang ramai?" tanya Chris kepada Lois.
Lois yang sedang mengenakan jubah hitam sederhananya membalikan badannya dan menatap Chris dengan datar.
" Ada yang harus aku urus di sana dan kau harus tetap berada di sini, entah mengapa malam ini akan terjadi sesuatu." ucap Lois sambil memandang matahari terbenam.
Countine...
__ADS_1