
TERAKHIR AKU AKAN MEMPENJARAKAN MU ATAS KASUS PENCURIAN DAN RENCANA PEMBUNUHAN TERHADAP PUTERI MADELEINE BERAPA BULAN YANG LALU. MEMANGNYA KAU AKU TIDAK TAHU." ucap Alarick dengan wajah murka menatap Puteri Mahkota Annika atau bisa di sebut sebagai mantan Puteri.
Wajah Puteri Mahkota Annika sudah pucat pasi mendengar semua kejahatannya yang sudah terbongkar oleh suaminya sendiri karena tidak kuat menerimanya akhirnya dia pun pingsan.
Pangeran Mahkota Alarick sama sekali tidak ada niat untuk membantu Annika yang sudah pingsan dalam keadaan mengenaskan.
" Prajurit." ucap Alarick yang memanggil prajurit berdiri siaga di depan pintu.
Prajurit itu masuk dengan langkah tergopoh-gopoh menghadap ke arah sang Pangeran Mahkota.
" Salam Pangeran Mahkota, apa ada sesuatu yang anda inginkan?" ucap Prajurit sambil membungkuk dan menundukkan kepalanya.
Pangeran Mahkota Alarick melirik sekilas Puteri Mahkota Annika sebelum memandang Prajurit itu.
" Bawa wanita itu ke penjara dan tidak seorangpun yang bisa membantunya. Biarkan dia berada di penjara sampai keluarga Duke dan Puteri Madeleine sendiri yang memberikan hukumannya." ucap Alarick yang menyembunyikan tangannya di balik punggung berposisi tegak berwibawa.
" Baik, Yang Mulia." ucap Prajurit yang terlihat memandang Puteri Mahkota Annika yang berbaring di atas lantai.
Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya langsung pergi keluar membiarkan prajurit untuk mengurus Annika yang sebentar lagi menjadi mantan isterinya.
__ADS_1
" Satu selesai tinggal masalah yang lain." ucap Alarick sambil tersenyum tipis.
...****************...
Sedangkan di sebuah ruangan yang terlihat kacau dengan barang-barang yang sudah berantakan tergeletak di lantai.
Di sana terdapat seorang pria paruh baya yang meringkuk di dekat jendela dengan sebuah botol minuman keras di tangannya.
" Mengapa hidupku hancur begini, Apa kesalahan ku hik..." ucap pria itu yang ternyata adalah Kaisar Wiliams yang tampak kacau.
Setelah pemakaman Mendiang Isteri nya selesai Kaisar Wiliams menemukan sebuah bukti kematian Selir Aurora yang membuatnya semakin merasa di selimuti duka.
Flashback On....
Pertama-tama Kaisar Wiliams mengambil amplop tersebut dan membaca kertas yang ada di dalamnya.
*Ini adalah bukti kejahatan Mendiang mantan Ratu Rieta dengan kekejamannya selama ini.
Jangan sakit jantung jika anda mengetahui tentang fakta kematian mendiang Selir Aurora.
__ADS_1
Unknown*...
Kaisar Wiliams mengangkat sebelah alisnya tampak nya orang ini lah yang mengungkapkan percobaan pembunuhan Cucunya Flora.
Karena merasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan Kaisar Wiliams memencet tombol yang ada di batu memori itu.
Seketika jantung nya berdetak kencang seolah dunianya runtuh mengetahui dalang kematian orang yang di cintai nya akibat isteri pertamanya dan lebih buruknya lagi isteri pertamanya ingin mencoba mengambil tahtanya serta seluruh kekaisaran.
Kini hanya penyesalan yang ada di dalam hati Kaisar Wiliams untuk kedua kalinya dirinya merasa di khianati oleh orang terdekatnya.
Kaisar Wiliams hanya bisa menangis menyesali kesalahannya yang tidak bisa menyelamatkan Selir nya. Keluarganya yang selama ini ia idamkan hancur seketika.
Impiannya hancur oleh penghianatan.
Flashback off...
Sampai sekarang Kaisar Wiliams hanya terdiam dengan pandangan kosong. Seolah tidak ada kehidupan terpancar di matanya
Ceklek...
__ADS_1
Seseorang masuk ke dalam ruang kerjanya dan memandang miris Kaisar Wiliams yang di selimuti penyesalan.
Countine...