
Mengapa istana ini semakin berubah setelah kepergian ku dari sini.... bahkan aku sekarang bisa melihat sorot mata kebencian di matanya." batin Lois yang merasa heran dengan sikap di tunjukan Pangeran Mahkota Alarick kepada Ratu.
Lois tahu bagaimana dulunya Ratu Rieta selalu lebih memperiotaskan Pangeran Mahkota Alarick daripada Puteri Madeleine. Dilihat bagaimana saat kecil Puteri Madeleine lebih suka menghabiskan waktunya dengannya dan ibundanya. Sebab itu membuat Lois sedikit memiliki hubungan dekat dengan Puteri Madeleine melalui penghubung Ibunda nya.
" Saya tidak percaya bahwa anda bisa mengatakan hal seperti itu kepada Ratu." ucap Lois dengan menatap remeh Pangeran Mahkota Alarick.
Menurutnya Pangeran Mahkota Alarick tidak lebih dari seorang pengecut yang berpindah di balik punggung ibunya.
Melihat sorot mata penuh penghinaan Lois yang ditunjukkan untuknya. Sempat membuat nya tidak bisa mempertahankan emosinya seumur hidupnya sebagai Revano dirinya tidak pernah di remehkan oleh seseorang selain keluarganya.
Dan ini berani-beraninya dia meremehkannya. Pangeran Mahkota Alarick ingin sekali menembak Lois. Tetapi kemudian dirinya sadar tujuannya untuk berada di sini adalah menemui jiwa Shilla yang menempati tubuh seseorang.
Sempat Pangeran Mahkota Alarick sedikit curiga dengan Aliesa isteri dari Lois yang menatapnya dengan aneh. Sekilas dia melihat Shilla di dalam diri Aliesa. Tapi Pangeran Mahkota Alarick meragukan itu mengingat tidak mungkin juga Aliesa mau menikah lagi. Karena dirinya yakin sampai sekarang Shilla masih mencintainya.
Melihat keterdiaman Pangeran Mahkota Alarick cukup membuat Lois jengah dan memutuskan untuk pergi dari ruangan sebelum mendengar suara seseorang.
__ADS_1
" Tunggu Adikku aku ingin kita membuat kesepakatan." ucap Alarick untuk pergi.
Lois yang mendengarnya seketika menghentikan langkahnya dan menatap belakang di mana Pangeran Mahkota Alarick sedang duduk dengan mata emasnya yang bersinar terang.
" Cepatlah....
...****************...
Siang ini Viscount Lincoln mengundang Aliesa dan Flora untuk minum teh bersama. Hal itu tentu saja mengejutkan bagi Aliesa karena selama ini dirinya selalu bersama Lois setiap pertemuannya dengan Viscount Lincoln.
Viscount Lincoln yang melihat kegelisahan Aliesa tersenyum sambil mengangkat cangkir teh di tangannya.
" Jangan gugup kepadaku cucuku. Lagipula sekarang kita keluarga, dan saya juga tidak mengigit." ucap Viscount Lincoln yang memberi sedikit candaannya.
Aliesa tertawa pelan dengar ucapan Viscount Lincoln yang bercandaan kepadanya.
__ADS_1
Melihat Aliesa sudah tidak terlalu gugup Viscount Lincoln merasa lega sebelum kembali membuka pembicaraan.
" Sudah lama sekali sejak terakhir kediaman ini ramai." ucap Viscount Lincoln dengan tatapan sendu mengarah ke arah Flora yang sedang duduk manis makan kuenya tanpa menghiraukan pembicaraan dua orang dewasa di hadapannya.
Melihat tatapan Viscount Lincoln membuat Aliesa mengelus rambut kecokelatan milik Flora.
" Saya juga awalnya merasa kesepian apalagi setelah kematian ibu ketika masih kecil, dan ayah yang memutuskan untuk mencampakkan saya. Makanya sifat saya berubah menjadi jahat di mata orang-orang padahal saya melakukan hal itu demi mendapatkan perhatian orang-orang yang saya cintai." ucap Aliesa yang menatap sendu Flora.
Aliesa begitu mengingat memori pemilik tubuh asli ini yang memiliki kisah cinta yang sama tragis dengan nya. Berusaha mendapatkan balasan cinta dari orang yang kita sukai. Tetapi sayangnya itu tidak menjadi kenyataan karena mereka harus melihat orang yang dicintai mencintai orang lain.
Viscount Lincoln mendengarnya dengan tenang sebelum mengajukan pertanyaan yang membuat Aliesa terkejut.
" Apa kau mencintai cucuku Lois sekarang....
Countine...
__ADS_1