Become A Mother

Become A Mother
Saya Tidak Akan Melindungi


__ADS_3

Pangeran Mahkota Alarick yang berjalan sambil tersenyum miring terpapang di wajahnya membuat semua orang yang melewatinya ketakutan. Termasuk Arthur yang sejak tadi diam mengikuti Pangeran Mahkota dari belakang.


Sampai sekarang Arthur tidak percaya melihat tatapan benci Pangeran Mahkota Alarick kepada Ratu Rieta. Bahkan tadi Arthur menduga bahwa Pangeran Mahkota Alarick akan membela Ratu Rieta sayangnya dugaan nya salah. Malah Pangeran Mahkota Alarick hanya diam tanpa membantah ketika Kaisar Wiliams memberikan hukuman kepada Ratu Rieta dengan gelarnya di copot.


Tentu saja pencabutan gelar apalagi anggota kekaisaran merupakan suatu hal yang memalukan di kalangan masyarakat yang akan memandang orang itu. Apalagi harta mereka akan diambil oleh kekaisaran untuk rakyat yang membutuhkan.


Pangeran Mahkota Alarick yang menyadari bahwa Arthur sedikit ingin bertanya kepadanya hanya mendiamkan nya saja. Karena sekarang pikirannya tertuju ke seseorang yang selama ini dia ingin temui.


" Arthur, siapkan kereta kuda saya akan pergi ke kediaman Duke untuk memberikan selamat atas pengangkatan Duke baru." ucap Alarick dengan nada memerintah.

__ADS_1


" Baiklah, Yang Mulia." ucap Arthur sambil membungkuk sebelum pergi untuk melaksanakan perintah Pangeran Mahkota.


Pangeran Mahkota Alarick hanya terdiam sambil memandang taman yang ada di sampingnya. Pikirannya melayang sebelum tiba-tiba saja Puteri Mahkota Annika berjalan mendekati nya.


" Pangeran Mahkota selamat sore." ucap Annika sambil sedikit membungkuk.


Pangeran Mahkota Alarick menanggapinya dengan tatapan datar.


Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya langsung tersenyum mengingat Pangeran Mahkota Alarick secara tidak langsung masih mencari tahu kegiatan nya. Apa Pangeran Mahkota Alarick masih mencintainya dan sekarang sedang menghawatirkan nya. Pikiran tersebut membuat Puteri Mahkota Annika merasa percaya diri karena sampai sekarang masih bisa menaklukkan Pangeran Mahkota Alarick.

__ADS_1


Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick yang melihat senyuman Puteri Mahkota Annika malah bergidik ngeri. Apa dia melakukan hal yang salah pikir Pangeran Mahkota Alarick yang sedikit mengambil jarak dari Puteri Mahkota Annika.


" Terima kasih karena telah menanyakan hal sepenting itu kepada saya. Saya sengaja kembali cepat karena mendengar kejadian yang menimpa Ratu. Saya sama sekali tidak percaya bahwa Ratu tega melakukan hal seperti itu kepada anak kecil. Alarick kau harus bersabar kita bisa buktikan bahwa Ratu tidak bersalah dan membebaskannya dari istana menyeramkan itu." ucap Annika sambil mengelus lengannya Pangeran Mahkota Alarick seolah menenangkan nya seperti apa yang sering mereka lakukan dulu.


Pangeran Mahkota Alarick yang melihatnya langsung menurunkan tangan Puteri Mahkota Annika dari lengannya dan membersihkan seolah itu ada kuman.


Puteri Mahkota Annika yang melihatnya tiba-tiba senyumannya memudar apalagi setelah mendengar ucapan Pangeran Mahkota Alarick


" Sepertinya anda salah paham Puteri Mahkota. Saya sama sekali tidak peduli kepada Ratu yang sering menggunakan saya sebagai bidak politik nya, dan anda tahu saya sangat bersyukur karena Ratu keluar dari istana. Saya berharap Ibunda mati karena kesalahannya telah mencelakai seorang anggota Kekaisaran. Itu termasuk juga anda Puteri Mahkota saya tidak akan melindungi anda jika berani melakukan hal pembunuhan atau apapun itu yang merugikan anggota kekaisaran." ucap Alarick yang menjeda ucapannya untuk mendekatkan wajahnya ke telinga Puteri Mahkota Annika.

__ADS_1


Membuat Puteri Mahkota Annika semakin gugup melihat sorot mata tajam penuh ancaman Pangeran Mahkota Alarick kepadanya.


Countine...


__ADS_2