Become A Mother

Become A Mother
Gara-gara


__ADS_3

Lois dan Aliesa yang melihatnya dari jauh menggelengkan kepalanya miris sekaligus senang melihat kesengsaraan dari Puteri Mahkota Annika.


" Ini menyenangkan Lois." ucap Aliesa dengan mata berbinar.


" Kalau begitu kita pergi terlebih dahulu." ucap Lois sambil menggenggam tangan Aliesa dengan mata melirik ke arah Pangeran Mahkota Alarick.


Lois merasa risih melihat tatapan Pangeran Mahkota Alarick yang menatap intens Aliesa. Perasaan nya panas membara dirinya tidak suka ada pria yang menatap isterinya.


Aliesa yang tidak menyadari sikap Lois di karenakan tatapannya ke arah Puteri Mahkota Annika yang sedang menatapnya. Diam-diam dia menyeringai kepadanya.


" Ya sudah jika itu keinginan Lois, aku juga sangat khawatir jika nanti Flora belum tidur karena menunggu kita." ucap Aliesa sambil tersenyum.


Lois mendengar persetujuan Aliesa langsung menggenggam tangan nya dan berjalan meninggalkan aula pesta setelah puas melihat kejadian nanti.


Puteri Mahkota Annika merasa marah melihat seringai sombong dari Aliesa. Dirinya merasa kalah dari wanita itu.


" Seharusnya aku yang pemenangnya semua orang harus tunduk kepadaku. Aku harus mempercepat rencana. Biar tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan perhatian sebesar diriku." ucap Annika yang tersenyum senang dengan rencana yang di pikirannya.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya ketika Lois membuka matanya ia tersenyum melihat Aliesa yang tertidur di sampingnya.


Sudah sebulan lebih kehidupannya berubah 180⁰ Lois melihat wajah polos Aliesa yang cantik.


" Kau sudah membuatku berubah dan merasa bahwa aku sendirian di dunia ini. Jangan pernah tinggalkan aku jika itu terjadi akan aku pasti kan. Diriku akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekalipun kau tidak akan melepaskan mu." ucap Lois yang mencium kening Aliesa sebelum bangun dari ranjangnya.


Lois membersihkan dirinya mengingat akan janjinya kepada Pangeran Mahkota Alarick. Sebenarnya dirinya merasa curiga sebab tiba-tiba saja Pangeran Mahkota Alarick mengundangnya. Tetapi ia harus melaksanakan perintahnya sebab dia juga ada urusan penting dengan Kaisar Wiliams.


Setelah berpakaian rapi Lois langsung keluar dari kamarnya dan melihat Margot yang sudah berdiri di depan pintu menunggu Aliesa bangun.


" Jangan mengganggu nya biarkan Aliesa tidur." ucap Lois dengan nada memerintah.


Setelah itu Lois langsung pergi meninggalkan kediaman dengan menaiki kudanya. Selama perjalanan dia memerhatikan sekitar sampai tiba-tiba saja dia merasakan bahaya di sekitarnya.


Langsung saja Lois menurunkan kecepatan kudanya dengan mata memicing sampai ada sebuah benda tajam melewati nya.


Shut....


...****************...

__ADS_1


Aliesa terbangun ketika merasakan bahwa seseorang yang berada di sampingnya sudah tidak ada. Dengan pelan ia menaikan selimut nya yang menutupi tubuh polosnya.


Melihat penampilan nya yang sekarang seketika ingatannya memikirkan hal semalam. Membuatnya malu ketika melihat Lois sekarang.


Flashback On...


Tengah malam sampai di kediaman Lois keluar dari kereta kuda sambil menggendong Aliesa yang tampaknya sedang mabuk.


Sejak tadi Aliesa terus saja menggodanya sampai membuatnya berusaha menahan dirinya.


" Lo...is kau tahu...KAU ADALAH PRIA TERTAMPAN DAN TERSEKSI YANG PERNAH AKU TEMUI...hmmp." ucap Aliesa yang berteriak.


Membuat Lois langsung menutup mulutnya supaya tidak membangunkan orang-orang di rumah.


Seluruh kediaman sudah tampak gelap hanya beberapa penerangan saja yang menghiasi di sepanjang lorong. Lois kali ini harus berusaha menahannya lagi mengapa tidak sekarang Aliesa mencium lehernya yang seketika membuat nya hampir kehilangan kendali.


" Sialan. ini gara-gara alkohol di kereta tadi sampai membuatnya terlihat....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2