Become A Mother

Become A Mother
Sandwich


__ADS_3

Trap...


Trap...


" Mama selamat pagi hoam..." ucap Flora sambil menguap ngantuk.


Aliesa membalikan badannya ketika mendengar suara Flora. Ia tersenyum melihat Puterinya yang menggosok matanya dengan raut wajah lucu.


" Flora jangan menggosok matamu seperti itu nanti matamu bisa sakit. Lebih baik sekarang Flora mandi dan Mama akan menyiapkan sarapan untuk mu." ucap Aliesa sambil membereskan meja yang tadi digunakan bangsawan tadi.


" Baik Mama." ucap Flora sambil menaiki tangga dengan lesu.


Aliesa hanya menggelengkan kepalanya sambil membersihkan meja-meja yang ada di tokonya. Setelah itu ia langsung menyiapkan sandwich berisi daging dan sayur-sayuran. Mengingat sekarang Flora sedikit susah untuk makan sayuran jadi Aliesa harus berpikir untuk membuat Puteri nya memakannya.


Selesai membuat sandwich dan segelas susu hangat bertepatan dengan Flora yang turun dengan menggunakan gaun abu-abu sederhana dan rambutnya diikat kuda. Flora langsung duduk ketika melihat sarapannya sudah jadi.


" Mama ini apa?" tanya Flora sambil menunjuk sandwichnya bingung.


Aliesa yang tidak jauh dari Flora mendengar pertanyaan nya langsung menjawab.

__ADS_1


" Itu Sandwich cobalah pasti Flora suka." ucap Aliesa.


Flora mengangkat alisnya sebelum memasukan sandwich itu ke dalam mulutnya. Ia tahu Mama nya pernah membuatkannya ini tapi itu hanya roti isi daging. Seketika mata Flora berbinar ketika merasakan manis, asin yang tercampur dalam sandwichnya. Langsung saja Flora memakannya dengan lahap sampai menghabiskan dua piring.


" Flora kenyang." ucap Flora sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


Melihat tingkah Flora membuat Aliesa tertawa pelan sambil melangkah kakinya menuju ke arahnya.


" Mama, apa paman kemarin akan datang lagi?" tanya Flora yang memecahkan suasana hening tadi.


" Mama juga tidak tahu paman itu akan datang lagi atau tidak. Lagipula dia sama sekali tidak memberi tahu namanya kepada Mama." ucap Aliesa sambil membawa piring kotor ke dapur.


" Flora harap Paman itu akan mendatangi kita lagi Mama." ucap Flora dengan lesu sambil melihat sepasang keluarga lengkap di balik jendela toko.


...****************...


Ceklek...


" Sialan bagaimana bisa Ayahanda memberikan tugas itu kepadanya. Apa sebegitu tidak percaya nya dia kepadaku sialan." ucap Alarick sambil melempar barang yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Prang...


Brak...


" Ya ampun Alarick, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa wajahmu lesu begitu." ucap Annika isteri Pangeran Mahkota Alarick.


Alarick yang merasa helusan lembut dari Isterinya dengan perlahan mulai tenang. Ia membalas pelukannya dengan tenang.


Memang pernikahan mereka hampir lima tahun tapi sampai sekarang mereka juga belum di karuniai seorang penerus. Jika ini terus terjadi besar kemungkinan tahta akan di teruskan oleh Pangeran kedua ketika ia sudah memiliki anak terlebih dahulu.


Tentu saja Alarick yang mengetahuinya langsung berusaha untuk membuat Annika hamil anaknya. Meskipun hal itu sampai sekarang tidak membuahkan hasil.


Tapi Alarick masih bisa bernafas lega mengetahui bahwa adik tirinya sampai sekarang belum menikah. Ia tidak akan rela kekaisaran ini di pimpin oleh anak selir itu.


" Terima kasih Annika jika saja tidak ada kau di sisiku mungkin aku tidak akan tenang sekarang." ucap Alarick yang dengan perlahan melepaskan pelukannya.


" Tentu saja aku akan selalu di sisimu Pangeran karena aku sangat mencintaimu." ucap Annika yang kembali memeluk Alarick tanpa mengetahui bahwa ia tersenyum miring di belakangnya.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2