
Tidak lama kemudian Dokter yang memeriksa Ratu Rieta keluar. Kaisar Wiliams langsung berjalan mendekat.
" Bagaimana keadaan Ratu?" tanya Kaisar Wiliams yang khawatir dengan keadaan Ratu Rieta. Entah sebenarnya perasaan apa di simpan Kaisar Wiliams kepada Ratu Rieta tidak ada yang tahu.
" Syukurlah anda membawa Ratu Rieta di bawa dengan cepat. Racun yang ada di tubuh nya sudah saya keluarkan beliau hanya membutuhkan waktu istirahat, dan Kaisar anda harus mengetahui hal ini. Racun yang ada di tubuh Ratu Rieta sama dengan racun yang merenggut nyawa Selir Aurora." ucap Dokter yang membuat semuanya terkejut.
Begitu juga dengan Lois yang sama sekali tidak menyangka bahwa Ratu Rieta ingin memberikan racun yang sama dengan racun yang membunuh ibundanya. Perasaan marah langsung menceruak di hati Lois.
" Tetapi mengapa anda tidak bisa menyelamatkan Selir Aurora sedangkan anda bisa melakukan itu kepada Ratu?" tanya Lois dengan wajah yang memerah menahan amarahnya.
Pangeran Mahkota Alarick yang berdiri di samping Lois hanya diam karena sebenarnya dirinya juga tidak tahu. Rencana Ratu Rieta yang sampai memberikan racun yang sama kepada Pangeran Lois.
Dokter tersebut langsung pucat melihat aura yang dikeluarkan Lois melebihi aura Kaisar Wiliams itu sendiri.
__ADS_1
" Mungkin karena Selir Aurora tidak cepat mendapatkan penanganan sampai nyawanya tidak bisa di selamatkan. Anda ingat bukan saat itu ada terjadi hujan badai yang membuat akses jalan ditutup." ucap Dokter mengingat malam pembunuhan terhadau Puteri seorang Viscount terkenal.
Lois yang mendengarnya hanya bisa menghela nafasnya sebelum membalikan badannya tanpa menoreh ke arah Kaisar Wiliams yang memandangnya sedih.
" Hah...kalau begitu lebih baik anda berada di sini sementara waktu untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu terhadap kondisi Ratu." ucap Kaisar Wiliams yang memerintahkan Dokter untuk menginap di istana.
" Baik, Yang Mulia. kalau begitu saya permisi dulu. Hormat bagi Kaisar dan Pangeran Mahkota." ucap Dokter sambil membungkuk sebelum berjalan pergi.
Kaisar Wiliams melirik ke arah Pangeran Mahkota Alarick yang hanya memandangi nya datar.
Kaisar Wiliams melirik ke arah pintu kamar Ratu Rieta sambil berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa keinginan nya berkumpul bersama keluarganya akan hancur berantakan. Apalagi dengan fakta racun yang membunuh Selir kesayangannya.
Membuat nya semakin kalut karena tidak mengetahuinya sama sekali.
__ADS_1
...****************...
Sampai di kediaman Lois berjalan cepat tanpa mempedulikan beberapa orang yang memandangnya ketakutan melihat auranya yang cukup menyeramkan.
BRAK...
Suara pintu yang terbuka keras membuat Aliesa yang sedang membuat sapu tangan terkejut. Ketika ia menghadap belakang di sana terlihat Lois yang sedang memandang nya dengan sendu. Membuat Aliesa langsung menghampirinya.
Lois yang melihat kehadiran Aliesa langsung memeluknya dengan erat membiarkan kepalanya bersandar pada bahu Aliesa.
Aliesa yang sepertinya mengerti dengan kesedihan Lois langsung mengelus rambutnya pelan. Tidak lama kemudian ia bisa merasakan tubuh Lois bergetar seperti menahan sesuatu.
" Keluarkan saja Lois, aku akan selalu bersama mu. Keluarkan semua rasa sakitnya aku tahu kau sudah tidak bisa menahannya lagi. Biarkan bahu ku menjadi tempat sandaramu seperti yang kau lakukan kepadaku." ucap Aliesa sambil tersenyum sedih.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Aliesa bisa merasakan bahunya terasa basah. Ia tahu sekarang Lois sedang mengeluarkan semua bebannya yang terendam di hatinya selama ini.
Countine...