
Aliesa terus menatap tajam Pangeran kedua Lois meskipun dalam hatinya dirinya sedikit takut dengan aura yang di keluarkan nya.
" Cih....jangan harap kamu bisa bertemu dengan Flora. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." ucap Aliesa sambil tersenyum sinis merasakan keterdiaman Lois.
Tetapi tidak berapa lama Aliesa melunturkan senyumannya ketika merasakan Lois yang tertawa.
" Hahaha....anda sangat lucu Lady." ucap Lois sambil mengelus rambut cokelat Aliesa dan menghirup nya dengan rakus ketika merasakan perpaduan Rose dan Vanilla yang menenangkan di tubuh Aliesa.
Aliesa dibuat heran mendengar Lois tertawa apa yang sebenarnya dia rencanakan pikirnya.
" Secara tidak langsung anda mengungkapkan bahwa Flora adalah anakku. Kamu masuk ke dalam jebakan aku sayang." ucap Lois tepat di telinga Aliesa.
Tubuhnya merasa meremang ketika merasakan nafas Lois yang berbau mint kesukaan nya. Tapi segera dia tepis pemikiran bahwa Lois membuat nya terpesona. Lebih baik ia mengutuk dirinya sendiri karena secara tidak. langsung dia mengatakan bahwa Flora Anaknya.
" Jika kamu mengetahui bahwa Flora anakmu, Apa yang ingin kamu lakukan? Saya tidak akan membiarkan jika kamu mengambil Flora dariku." ucap Aliesa yang bertanya dengan datar.
__ADS_1
Lois yang mendengarnya sedikit terkejut tapi tidak lama setelahnya ia melepaskan tangannya dari perut Aliesa, dan membalikan badannya ke arahnya ia bisa melihat tatapan kebencian dari Aliesa.
" Tidak, aku cuma ingin kalian berdua..." ucap Lois yang terhenti.
Ketika tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan tampaklah Flora yang sedang memandang Aliesa khawatir.
" Mama mengapa berada di dalam? Apa Mama sakit?" tanya Flora yang masuk ke dalam kamar.
Aliesa dan Lois memandang satu sama lain tanpa sadar melihat kedatangan Flora secara tiba-tiba. Tetapi setelah Aliesa tersadar langsung saja dirinya berlari dan memeluk Flora dengan erat. Seolah ingin melindunginya.
Aliesa yang menyadari bahwa Flora menatap Lois langsung menghalangi nya dengan tubuhnya.
Lois yang melihat sejak tadi menghela nafasnya. Sepertinya Aliesa berusaha menjauhkan Flora darinya. Hal itu tidak akan terjadi. Lois tidak ingin kehilangan keluarganya untuk kedua kalinya.
" Aliesa sampai kapan kamu menyembunyikan nya dari Flora. Dia berhak tahu bahwa saya ini adalah Ayahnya." ucap Lois dengan tegas.
__ADS_1
Deg...
Seketika jantung Flora berdetak dengan kuat meskipun Mama nya menutupi telinganya dengan tangannya. Tapi ia bisa mendengar ucapan pria asing tadi. Ia juga bisa melihat wajah pucat Mama nya saat memandangi nya.
" Mama apa benar dia adalah ayahku?" tanya Flora dengan mata berkaca-kaca.
Melihat mata berkaca-kaca Flora menandakan bahwa saat ini Aliesa harus mengungkapkan nya. Dengan lemas dia melepaskan pelukannya dan tangannya dari tubuh Flora.
Aliesa melirik Lois yang sedari tadi berdiri memandangi nya walaupun hanya ada tatapan datar dari pria itu. Tetapi Aliesa merasakan perasaan sedih ketika Lois menatap Flora. Mungkin dirinya tidak boleh egois memisahkan Flora dari Ayah kandungnya. Lagipula dirinya sudah berjanji kepada Aliesa asli untuk menjaga Flora dengan baik.
Lois yang melihat keraguan dari Aliesa hanya menghela nafasnya. Ia bisa mengerti bahwa sebenarnya Aliesa masih menyimpan luka hatinya.
Dengan perlahan Aliesa menghela nafasnya juga sebelum mulai menjawabnya.
" Iya...Dia adalah ayah mu Flora..
__ADS_1
Countine...