Become A Mother

Become A Mother
Pancaran Mata Posesif


__ADS_3

Tentu saja tidak, aku cuma ingin kau dan Flora mulai besok tinggal bersamaku." ucap Lois dengan tenang tanpa mempedulikan ekspresi Aliesa yang sudah memerah menahan amarahnya.


Brak...


Pyarr...


Aliesa yang tidak bisa menahan marahnya lagi dengan spontan ia memukul meja di sampingnya sampai membuat cangkir yang berisi cokelat panas terjatuh ke lantai dan pecah.


" Tidak mau." ucap Aliesa yang langsung menolaknya sambil menggelengkan kepalanya.


Raut wajah Pangeran kedua Lois langsung berubah mendengar penolakan Aliesa kepadanya.


" Apa kau menolak ku, Aliesa." ucap Lois dengan nada rendah menekan.

__ADS_1


Aliesa yang mendengarnya cukup takut tapi ia memberanikan diri dengan menggangguk kepalanya.


" Iya, aku tidak mau tinggal di istana penuh dengan kelicikan seperti dirimu." ucap Aliesa sambil melotot yakin dengan keputusannya.


Aliesa mengharapkan setelah ini Pangeran kedua Lois pergi dan meninggalkan nya seorang diri. Tapi lagi-lagi harapan nya hancur ketika mendengar suara tawa mengerikan dari Pangeran kedua Lois yang seketika membuat tubuhnya merinding dengan sendirinya.


Pangeran kedua Lois tertawa mendengar ucapan Aliesa yang seakan menggelitik telinganya. Seumur hidupnya baru pertama kalinya dia di tolak oleh seorang perempuan terlebih lagi dia adalah ibu kandung dari anaknya. Padahal selama ini semua perempuan selalu berani melemparkan tubuhnya untuknya tapi Lois selalu menolak nya. Menurutnya perempuan itu sangat menjijikan selain ibunya.


Tapi tidak lama Pangeran kedua Lois sadar bahwa perempuan yang menolak nya bukan seperti orang kebanyakan. Hal itu membuatnya semakin tertarik untuk memilikinya. Lois sama sekali tidak terlalu mempedulikan masalah tahta setelah mengetahui bahwa dirinya memiliki seorang anak.


Mendengar itu membuat wajah Aliesa memerah malu. Padahal bukan dia yang mengejar Pangeran Mahkota melainkan jiwa asli pemilik tubuh ini. Tapi tidak mungkin bukan jika ia memberitahukannya hal itu bisa membuatnya mendapatkan hukuman atas penipu dan lebih buruknya dia dibakar hidup-hidup karena dianggap sebagai penyihir jahat.


Pemikiran negatif terus memasuki pikiran Aliesa sampai tidak menyadari bahwa Pangeran kedua Lois memperhatikannya lebih tepatnya bibirnya yang tanpa sadar mengerucut.

__ADS_1


Pangeran kedua Lois menatap minat ke bibir merah muda milik Aliesa yang membuat nya kecanduan setelah pertama kali ia merasakannya ketika malam pertama itu.


Karena tidak bisa menahannya lagi dengan perlahan Pangeran kedua Lois mendekatkan wajahnya dengan Aliesa dan sedetik kemudian ia menciumnya dengan lembut.


Seketika mata Aliesa membulat melihat secara cepat Pangeran kedua Lois menciumnya. Dia merasakan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Ia belum pernah merasakan ciuman selembut ini. Mengingat saat itu Revano selalu menciumnya dengan kasar. Tanpa sadar ia membalas ciumannya.


Mereka saling membelit lidah satu sama lain, Pangeran kedua Lois mengangkat tubuh Aliesa supaya memudahkan nya. Aliesa hanya bisa pasrah mengalungkan tangannya di leher Pangeran kedua Lois dan kakinya memeluk pinggangnya.


Mereka berdua saling berciuman panas sampai beberapa saat kemudian mulai mengakhiri nya karena sama-sama kehabisan nafas.


Pangeran kedua Lois mengatur nafasnya sambil menatap puas bibir Aliesa yang membengkak akibat ulahnya.


" Aku tidak tahu apa perasaan ini, Tapi mulai sekarang aku tidak akan melepaskan mu dan Flora dari jangkauan ku, dan besok kita akan pindah. Aku tidak menerima penolakan Aliesa." ucap Lois yang menatap Aliesa dengan mata emas bersinar posesif.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2