
" Akhirnya kita bisa bertemu juga, setelah sekian lama Pangeran." ucap nya sambil menampilkan senyuman di balik jubah di kenakannya.
Sedangkan Pangeran kedua Lois hanya menanggapinya dengan wajahnya yang datar.
" Jadi ada alasan apa kau memanggilku ke sini?" tanya Lois yang to the points.
Seorang pria yang mengenakan jubah tersebut terkekeh pelan sambil tangannya menurunkan jubahnya memperlihatkan wajah tuanya.
Pangeran kedua Lois yang melihatnya sempat terkejut tapi ia bisa mengendalikan ekspresi nya setelah tahu siapa orang itu.
" Saya tidak menyangka bahwa anda berani menemui saya, setelah 15 tahun berlalu." ucap Lois menatap remeh pria tua itu.
" Benar Pangeran sudah cukup lama saya meninggalkan ibu kota, Jika anda lupa perkenalkan saya Stev pelayan yang pernah melayani Selir di istananya." ucapnya yang memperkenalkan diri sebagai Stev.
Pangeran kedua Lois memutar bola matanya malas.
" Sekali lagi mengapa anda memanggil saya, Saya tidak cukup memiliki banyak waktu untuk menghadapi sifat omong kosong anda." ucap Lois yang mulai menatap tajam Stev.
__ADS_1
Stev yang melihatnya meneguk ludahnya dengan keras merasakan aura kuat yang keluar dari tubuh Pangeran kedua membuatnya sedikit takut.
" Astaga mereka memang ayah dan anak, auranya kuat sekali." batin Stev.
" Baiklah saya di sini akan memberitahu rahasia tersembunyi 15 tahun lalu, Hari dimana kematian Selir terjadi, Yang Mulia." ucap Stev sedikit mengalihkan pandangannya karena melihat sepasang mata warna emas yang mengintimidasinya.
Pangeran kedua Lois langsung mengepalkan tangannya mendengar kematian ibunya yang membuat dunianya hancur. Membuatnya benci dengan ayah kandungnya sendiri karena ketidakmampuannya mengungkapkan kematiannya.
" Ceritakan semuanya secara jujur, jika tidak anda tahu apa yang akan saya lakukan." ucap Lois dengan dingin dan aura intimidasi nya semakin kuat.
Untuk berjaga-jaga Pangeran kedua Lois memasang perisai supaya seseorang tidak bisa mendengarnya dan mengetahui keberadaan mereka berdua. Dia harus waspada jika ada mata-mata yang melihatnya atau mendengar percakapan mereka.
" Jadi begini....
Flashback On...
15 Tahun lalu...
__ADS_1
" Selamat datang, Selir apa pertemuan anda dengan Kaisar berjalan lancar?" tanya Stev yang merupakan salah satu pelayan kepercayaan Selir Aurora bersama dengan salah satu Asistennya lagi yang bernama Cristy.
Selir Aurora tersenyum sambil wajah nya merah merona.
" Ya, saya senang sekali ketika Kaisar mengajakku untuk menaiki perahu berdua. Kami menghabiskan waktu saling mengobrol bersama dan Kaisar sangat romantis memberikan saya ini." ucap Selir Aurora sambil menunjukkan sebuah cincin berbentuk hati dengan permata berwarna emas langka.
Cristy yang melihat nya merasa senang sekaligus kagum dengan perhiasan milik Selir Aurora.
" Wah...ini indah sekali Lady, Oh ya hari ini Pangeran Lois akan kembali dari Akademinya. Anda sangat beruntung Selir karena Pangeran Lois bisa mengalahkan Pangeran Mahkota dalam beradu duel saat pelajaran." ucap Cristy yang membanggakan Pangeran kedua Lois.
Selir Aurora tertawa lembut mendengar bahwa Cristy sangat memperhatikan Puteranya dengan Kaisar.
" Saya senang mendengarnya, Tapi saya takut jika nanti Ratu akan berbuat sesuatu kepada Pangeran, dan yang pasti hubungan Pangeran Mahkota dan Puteraku akan semakin memburuk." ucap Selir Aurora sambil menundukkan kepalanya.
Trap...
Trap...
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara derapan langkah seseorang yang mendekat....
Countine...