
"Tentu saja membunuh anak sialan itu ARRGGH." ucap Reynald terpotong karena tiba-tiba saja tubuhnya terlempar ke arah dinding hingga membuatnya retak.
Duke Christopher yang sudah kehabisan kesabaran terhadap Reynald meliriknya dengan tajam. Ia tidak habis pikir Reynald dengan teganya menyuruhnya untuk membunuh Adik kandungnya sendiri. Meskipun Duke Christopher tidak mempedulikan Puterinya. Tidak ada sedikitpun niat untuk membunuhnya.
" REYNALD JIKA SEKALI-KALI AKU MENDENGAR KAMU MENYURUHKU UNTUK MEMBUNUH ALIESA. AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMBUNUHMU. AKU TIDAK PEDULI JIKA KAMU MEMPEDULIKAN ANNIKA. TAPI JANGAN-JANGAN SAMPAI KAMU MENGGANGGU KEHIDUPAN ALIESA. SEKARANG KAMU PERGI DARI RUANGAN AKU." ucap Duke Christopher sambil berteriak keras.
Reynald yang mendengarnya terkejut sekaligus takut dengan aura Ayahnya. Jadi dirinya langsung keluar dengan ekspresi kebingungan.
Sedangkan Duke Christopher mengatur nafasnya setelah tadi dia berteriak kepada putera tunggalnya. Ia sama sekali tidak menduga dengan perilakunya terhadap Aliesa di masa lalu bisa membuat hubungan di antara kakak dan adik itu hancur seketika.
" Apa aku salah selama ini?" gumam Duke Christopher sambil meninttikan air matanya.
...****************...
Aliesa hari ini harus banyak bersabar mengapa tidak. Sebab sepanjang hari ini banyak orang-orang yang masuk ke dalam tokonya. Bukan untuk membeli kue melainkan untuk menanyakan keberadaan nya yang kembali ke ibu kota.
__ADS_1
Hal hasil itu membuat Aliesa semakin jengkel tapi ia bisa memasang wajah senyumannya agar tidak menghancurkan reputasinya yang sejak awal memang sudah hancur oleh pemilik tubuh aslinya.
Tapi yang masih membuat Aliesa merasa bimbang apa dirinya bisa menjalankan keinginan Aliesa asli. Mungkin untuk mengasuh Flora dirinya bisa melakukannya. Tetapi sayangnya ia belum bisa menjalankan keinginan Aliesa asli yaitu mencari pembunuh sang Duchess.
Karena hal itu memiliki resiko yang tinggi selain dirinya harus memasuki kehidupan bangsawan yang tidak lain bukan kembali ke sang Duke. Hal lain yang membuatnya bimbang adalah keselamatan Puteri kecilnya. Untung saja saat ini Flora masih aman karena namanya masih belum disebut oleh koran yang tidak lain mereka belum tahu alasan kepergian nya 6 tahun lalu.
Di tengah lamunannya Aliesa mendengar suara pintu berbunyi. Membuat nya langsung mengalihkan pandangannya.
Kring...
" Kamu." ucap Aliesa sambil memasang wajah kejutnya.
Seseorang yang merupakan seorang pria berjalan mendekati Aliesa dengan langkah tegapnya. Membuat sebagian pengunjung terutama para perempuan menahan nafasnya melihat ketampanan pria itu.
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku sudah lama menunggu hal ini." ucapnya sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Aliesa langsung mendatarkan wajahnya melihat pria di hadapannya. Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa secepat ini pria itu datang di hadapannya.
" Apa mau kamu berada di sini?" tanya Aliesa sambil memandang pria itu.
" Ini sambutan setelah sekitar dua bulan tidak bertemu. Tentu saja kita harus berbicara secara empat mata. Jika tidak ingin rahasia mu terbongkar Lady Aliesa Alexandra Christopher." ucapnya.
Aliesa mengepalkan tangannya mendengar itu apalagi melihat tatapan semua orang yang sedang memandangi nya. Tidak ada cara lain selain menggangguk kepalanya.
" Baiklah kita akan berbicara secara empat mata. Ayo ikut aku." ucap Aliesa sambil melirik Aya di belakangnya.
Aya yang mengerti menggangguk kepalanya karena pasti Nona nya ada urusan penting yang harus di bicarakan.
Setelah itu Aliesa mengajak pria itu ke lantai dua lebih tepatnya ke arah kamarnya. Setelah memastikan tidak ada orang ia pun langsung mengunci pintu kamarnya dan membalikan badannya menatap tajam pria yang dengan santainya duduk di kursinya seperti seorang penguasa.
" Jadi ada urusan apa anda berada di sini Pangeran....
__ADS_1
Countine...