
Karena jujur saja Arthur membenci Puteri Mahkota Annika sebab sifatnya penuh iri dan dengki. Ia menginginkan semua orang berpusat kepadanya dan tidak ingin orang lain mengambil keinginannya.
Arthur merasa bersyukur karena akhirnya Pangeran Mahkota Alarick mau membuka matanya dan ingin melepaskan jeruji secara tidak langsung membuat nya berhutang budi kepada Ratu Rieta.
" Sepertinya seru coba jelaskan hasil apa yang membuatku terasa terkesan?" ucap Alarick sambil bertopang dagu dengan kedua tangannya.
" Puteri Mahkota Annika mendapatkan batu sihir milik Duke Christopher dengan cara merayu Reynald yang merupakan pewaris Duke, dan Puteri Mahkota Annika ingin menggunakan batu tersebut agar mudah mengandung, Yang Mulia." ucap Arthur yang menjelaskan secara rinci.
Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya tersenyum miring. Akhirnya ia bisa mengerti pastinya Puteri Mahkota Annika menggunakan kekuatan mana yang di dalam batu tersebut untuk memudahkan nya mendapatkan keturunan darinya. Tapi sebelum itu Puteri Mahkota Annika harus tidur bersamanya, dan akhirnya mengandung keturunannya.
" Sungguh gadis yang licik, aku tidak akan membiarkan wanita itu mengandung keturunan ku. Meskipun ini bukan tubuhku tapi aku tidak sudi anakku memiliki ibu seperti itu." batin Alarick.
__ADS_1
" Arthur sekarang kau harus hati-hati dalam bertindak. Karena secara cepat atau lambat Puteri Mahkota Annika akan menyadari bahwa sedang di awasi. Untuk Ratu Rieta aku sedang mengumpulkan semua kejahatannya. Aku tidak ingin nama kekaisaran ini semakin buruk dengan sifat mereka. Bisa jadi suatu hari nanti kekaisaran akan hancur." ucap Alarick yang menyuruh Arthur untuk waspada.
Arthur membungkuk di hadapan Pangeran Mahkota Alarick. Sekarang rasa hormatnya kepada Pangeran Mahkota semakin bertambah seiring perubahan beliau.
" Baik, saya akan menyuruh mereka berhati-hati. Tapi saya lancang jika bertanya bagaimana dengan Pangeran kedua apa beliau ingin bekerja sama dengan anda?" ucap Arthur.
Pangeran Mahkota Alarick mengangkat sebelah alisnya sebelum kemudian tertawa pelan.
" Aku tidak yakin soal itu mengingat bagaimana dulu aku sudah membuat nya susah. Tapi sepertinya dia akan menerima tawaran tersebut apalagi ini masalah tentang rahasia kematian Selir Aurora." ucap Alarick menjawab pertanyaan dari Arthur.
Setelah Arthur keluar dari ruang kerjanya Pangeran Mahkota Alarick berdiri dari kursinya memandang bulan dari balik jendela dengan tatapan yang sulit.
__ADS_1
" Aku harus menyelesaikan urusan yang sudah membuat pemilik tubuh ini seperti boneka oleh ibunya sendiri, dan Shilla tunggu aku mungkin tidak mudah untuk menemukanmu. Tapi suatu hari nanti kita akan bertemu." ucap Alarick.
...****************...
Pangeran Mahkota ingin bekerja sama untuk menyingkirkan Puteri Mahkota dan Ratu Rieta dari istana." ucap Lois yang memberitahu tujuannya datang ke istana tadi.
Tentu saja ucapan Lois membuat suasana di ruangan seketika senyap. Duke Christopher dan Viscount Lincoln terkejut karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Pangeran Mahkota Alarick menawarkan hal yang sedikit mustahil mengingat pria tersebut sangat memuja ibunya.
Aliesa yang mendengarnya juga terlihat heran mengingat dari pikirannya bahwa Pangeran Mahkota Alarick sangat menyayangi Ratu Rieta dan Puteri Mahkota Annika. Jadi mana mungkin Pangeran Mahkota Alarick berpikiran sejauh itu.
Duke Christopher berdehem sebelum mulai membuka mulutnya sendiri.
__ADS_1
" Aku tidak yakin dia benar-benar menawarkan hal seperti itu. Aku menginginkan kau untuk berpikir sebelum memberikan keputusan. Jangan bertindak gegabah kita tidak bisa tahu apa rencana licik yang ia buat." ucap Duke Christopher.
Countine...