
Sampai dimana Pangeran Mahkota Alarick yang terkejut mendengar salah satu ungkapan Puteri Mahkota Annika.
" Baginda harus menyingkirkan Pangeran kedua bodoh itu dari istana supaya anda bisa mendapatkan tahta lebih mudah. Apa kau tahu rencana tujuh tahun lalu gagal karena wanita bodoh itu malah hamil dengan Pangeran kedua. Seharusnya dia hamil dari anak pengawal kita bayar waktu itu." ucap Annika mengungkapkan kejadian tujuh tahun lalu.
Tentu saja Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya terkejut. Jadi orang yang menjebak wanita itu adalah dirinya dan Annika. Kemarahannya tiba-tiba saja memuncak entah mengapa dirinya tidak suka seseorang yang mengatakan sesuatu tidak baik kepada Aliesa yang sama sekali tidak ia kenali.
" Sayangnya aku keluar dari permainan ini." ucap Alarick yang dengan tajamnya menatap Puteri Mahkota Annika.
Puteri Mahkota Annika langsung menghentikan pembicaraan nya setelah mendengar suara dingin dan tatapan aneh Pangeran Mahkota Alarick kepadanya. Menimbulkan perasaan takut di dalam hatinya.
" Maksudnya apa Alarick? Mengapa kau hentikan permainannya bukannya sebentar lagi kita bisa mendapatkan apa yang ingin kita mau." ucap Annika dengan marah.
__ADS_1
Pangeran Mahkota Alarick berdiri dari tempat duduknya berjalan mendekati Puteri Mahkota Annika. Sedangkan Puteri Mahkota Annika langsung tersenyum mengetahui Pangeran Mahkota Alarick mendekat kemudian ia mendekati nya juga dan meletakkan kepalanya di dada menikmati kehangatan dari suaminya.
Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick yang melihatnya hanya terdiam sambil memperhatikan Puteri Mahkota Annika yang sedang memejamkan matanya di dadanya. Dengan pelan ia melepaskan pelukan Puteri Mahkota Annika membuatnya terkejut akibat tarikan dari Pangeran Mahkota Alarick.
" Sepertinya sudah cukup aku bermain-main selama ini dan terima kasih atas informasinya. Kau tidak lebih dari sekedar ular dan aku sangat yakin untuk melepaskan mu." ucap Alarick dengan pelan dan dingin.
Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya tidak tahan ia ingin merasa menangis dengan sikap perubahan dari Pangeran Mahkota Alarick yang membuatnya merasa di rendahkan.
Memikirkan nya membuat Puteri Mahkota Annika semakin menangis terlihat menyedihkan. Pangeran Mahkota Alarick yang melihatnya memutar bola matanya sebelum menarik tangan Puteri Mahkota Annika dan membawanya keluar dari ruang kerja nya.
" Sudah cukup kau membodohi ku selama ini dengan tangisan buaya mu. Tidak akan membuatku luluh. Lebih baik kau kembali ke kamar dan merenungkan apa yang kau lakukan selama ini. Jangan sampai kau bertemu denganku sebelum menyadari apa kesalahan mu." ucap Alarick yang langsung menutup pintu ruang kerjanya dengan keras.
__ADS_1
Puteri Mahkota Annika yang sedari melamun langsung tersadar ketika dirinya sudah berdiri di luar ruang kerja Pangeran Mahkota Alarick. Ia langsung tahu bahwa dirinya sudah di usir.
Beberapa pelayan yang memperhatikannya sejak tadi langsung terkejut.
" Aku tidak percaya bahwa Pangeran Mahkota akan melakukan hal seperti itu kepada Puteri Mahkota. Sepertinya jika aku beri tahu kepada yang lain pasti mereka senang." ucap pelayan tersebut sebelum pergi melarikan diri.
Puteri Mahkota Annika masih berdiri di depan pintu dengan mengepalkan tangannya.
" Ini semuanya salah Aliesa....
Countine...
__ADS_1