Become A Mother

Become A Mother
Tugas


__ADS_3

Suasana ibukota terlihat ramai banyak orang-orang berlalu lalang. Aliesa yang berada di atas kudanya bersama Flora kagum melihat suasana yang ramai ini.


" Flora bagaimana kalau sekarang kita makan siang terlebih dahulu." ucap Aliesa memberi usulan karena mengingat sekarang sudah siang hari.


" Baik, Mama." ucap Flora dengan mata berbinar-binar melihat keindahan ibukota yang tidak pernah dilihatnya.


Aliesa tersenyum sambil menunggangi kudanya menuju ke sebuah rumah makan yang terlihat ramai.


Setelah makan siang Aliesa memutuskan untuk mencari tempat tinggal sekaligus ruko untuk dirinya memulai bisnisnya di sini. Sampai pandangannya tertuju ke arah sebuah ruko kosong yang berlantai tiga yang cocok untuk karena berada di tengah-tengah antara rakyat biasa dan para bangsawan.


Selesai membeli ruko itu Aliesa memutuskan untuk membuat rancangan sebuah toko kue yang akan cocok untuk rakyat biasa dan para bangsawan. Mengingat di zaman ini masih mementingkan sebuah kasta jadi Aliesa ingin memberikan sesuatu yang baru di sana.


" Flora, ayo bantu Mama untuk menyiapkan barang-barang?" tanya Aliesa sambil tersenyum.


Flora yang sedang melihat sekelilingnya langsung mengalihkan pandangannya.


" Tentu saja, Flora akan bantu Mama kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Flora dengan pandangan bertanya-tanya.

__ADS_1


Aliesa yang mendengarnya hanya memberikan senyuman nya sebelum membisikan sesuatu kepada Flora.


Flora mendengarnya dengan baik-baik sampai tiba-tiba matanya berbinar.


...****************...


" Ada apa Kaisar memanggil saya ke sini?" tanya Lois yang saat berdiri menghadap Kaisar yang berada di atas kursi kerjanya.


Kaisar yang sejak tadi mengerjakan tugasnya langsung mengadahkan kepalanya dan melihat Puteranya yang sedang menatapnya dengan dingin. Dia menghela nafasnya sebelum menyerahkan sebuah gulungan untuk dibaca Puteranya.


" Ayahanda ingin kamu menyelidiki kasus penculikan para anak-anak yang saat ini sangat ramai dibicarakan di ibukota." ucap Kaisar Wiliam yang memberikan tugas kepada Lois.


" Kenapa anda memberikan tugas ini kepada saya. Bukannya seharusnya Pangeran Mahkota yang melakukannya?" tanya Lois dengan dingin dan tenang.


Kaisar Wiliam kembali menghela nafasnya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.


" Hah....aku tidak mungkin memerintahkan tugas itu kepada Pangeran Mahkota. Mengingat sejak dia menikah dengan wanita itu sikapnya berubah. Kau mengerti bukan maksudnya?" ucap Kaisar Wiliam sambil menatap serius Lois.

__ADS_1


" Baiklah, saya akan mengerjakan perintah anda tapi sepertinya anda harus memeriksa siapa Puteri Mahkota yang sebenarnya, jangan sampai kejadian itu terulang lagi, Saya permisi Yang Mulia." ucap Lois sebelum meninggalkan ruangan.


Kaisar Wiliam yang melihat itu hanya terkekeh pelan.


" Benar, jangan sampai itu terjadi lagi. Karena kebodohan aku harus kehilangan nya." ucap Kaisar Wiliam sambil tersenyum miris.


...****************...


" Akhirnya selesai juga." ucap Aliesa sambil bernafas lega.


Karena melihat sekeliling ruko barang-barany sudah tertata rapi. Untung saja Aliesa mengetahui bahwa tubuh yang di tempati nya memiliki sihir. Walaupun tidak sebanyak bangsawan lain. Tapi setidaknya sihirnya kali ini membantu.


Aliesa duduk di salah satu kursi sambil memikirkan ucapan para Ksatria penjaga gerbang tadi. Ia sebenarnya sedikit terkejut karena mendengar bahwa mata emas spesial milik Flora merupakan keturunan dari Anggota kekaisaran.


" Sebenarnya, apa yang kamu lakukan sampai berurusan dengan anggota kekaisaran. Jangan sampai Flora merupakan anak Pangeran Mahkota. Jika itu terjadi aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya." ucap Aliesa sambil bergidik ngeri mengingat bagaimana dirinya akan berurusan dengan isteri Pangeran Mahkota.


Dalam hati sebenarnya Aliesa tidak yakin dengan sifat Puteri Mahkota yang dikenal semua orang memiliki sifat baik hati dan lembut.

__ADS_1


Apalagi Puteri Mahkota itu adalah....


Countine...


__ADS_2