Become A Mother

Become A Mother
Anda Berhasil


__ADS_3

Senang bertemu dengan anda Ratu." ucapnya sambil mengambil sebelah tangan Ratu Rieta dan mengecupnya.


Ratu Rieta yang melihatnya tersenyum senang melihat kehadiran pria di hadapannya.


"Jadi ada apa anda mengundang saya kemari, apa ada pekerjaan untuk saya?" tanya nya.


Ratu Rieta bersmirk sambil mengeluarkan sebuah kantung yang berisi koin emas.


" Saya akan memberikan ini sebagai uang mukannya, setelah selesai dengan tugasmu saya akan memberikannya lagi. Jadi lakukan dengan hati-hati karena saya tahu dia sangat pintar dan licik." ucap Ratu Rieta sambil menyerahkan kantung tersebut kepada pria itu.


Pria itu tersenyum senang setelah itu ia membungkuk hormat di hadapan Ratu Rieta.


" Tentu saja saya akan melaksanakan perintah anda, Yang Mulia. Tapi saya butuh hadiah lain lagi." ucapnya sambil tersenyum sebelum mendekatkan wajahnya di telinga Ratu Rieta untuk membisikan sesuatu.


Ratu Rieta tersenyum juga setelah mendengar ucapannya.


" Tentu saja, sekarang kau pergilah sebelum Kaisar menyadari keberadaan kita." ucap Ratu Rieta yang mengusir pria itu.


Pria itu menggangguk kepalanya sebelum menghilang dengan sihirnya. Ratu Rieta bernafas lega sebab tidak ada seorangpun yang melihatnya percakapan mereka tadi.

__ADS_1


Kemudian senyuman iblis terbit di wajahnya memikirkan rencana untuk selanjutnya.


" Semuanya akan menjadi milik ku." ucap Ratu Rieta.


...****************...


Setelah menghabiskan makan siangnya Aliesa memutuskan untuk berendam di kamar mandi yang tersedia di kamarnya.


" Hah...sudah lama sekali aku tidak merasakan rileks seperti ini." ucap Aliesa sambil menikmati waktu bersantainya.


Ketika Aliesa sedang memejamkan matanya ia mendengar suara pintu yang terbuka. Membuat nya harus membuka matanya.


" Salam Lady perkenalkan nama saya Margot, Saya di perintahkan oleh Pangeran kedua untuk menjadi pelayan pribadi anda." ucapnya yang memperkenalkan dirinya sebagai Margot.


Aliesa mengganggu kepalanya saja tanpa membantah. Karena ia tahu sifat Pangeran kedua yang sulit untuk di rubah.


" Baiklah Margot apa kau bisa menyiapkan gaunku." ucap Aliesa kepada Margot.


" Tentu saja Lady, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Margot sambil membungkuk hormat sebelum meninggalkan Aliesa dengan kesunyian.

__ADS_1


Aliesa bernafas lega sebab Margot sudah pergi dari hadapannya. Sebenarnya dirinya tidak suka jika seseorang berani masuk ke dalam kamar mandi dan melihat tubuh polosnya. Mungkin untuk perempuan bangsawan hal itu biasa tetapi untuk Aliesa ia merasa kurang nyaman.


Sebab hal itu adalah hal privasi yang harus di jaga olehnya.


" Sepertinya hidupku tidak akan tenang lagi." ucap Aliesa sambil menghela nafas lelah.


Karena sudah lama berendam nya Aliesa memutuskan untuk menghentikan nya. Ia keluar hanya dengan menggunakan jubah mandi. Ia bisa melihat Margot sedang membawa beberapa gaun untuknya.


" Anda sudah selesai Lady, silahkan dipilih gaun mana yang ingin anda kenakan." ucap Margot.


Aliesa memperhatikan gaun-gaun tersebut sampai matanya tertuju ke sebuah gaun berwarna hijau muda dengan bunga-bunga di bagian bawah roknya.


Selesai mengenakan gaunnya Aliesa memutuskan untuk beristirahat sejenak dengan membaca buku yang tersedia di kamarnya. Aliesa fokus terhadap bukunya sampai Margot tiba-tiba saja membuka pembicaraan nya.


" Anda memiliki hobi yang sama dengan Pangeran kedua, Lady." ucap Margot yang membuat Aliesa menyerngitkan dahinya bingung.


Margot hanya membalas tatapan Aliesa dengan tersenyum sebelum kembali berbicara.


" Anda berhasil....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2