
Jika saja aku bisa membalasnya." ucap Aliesa yang berusaha menahan amarahnya.
Pangeran kedua Lois yang sedari tadi memperhatikan bahwa bangsawan-bangsawan bodoh itu membicarakan isterinya.
Kemudian ia menggenggam tangan Aliesa dengan erat sambil membisikkan sesuatu.
" Kita tidak bisa membuat mereka menghentikan pembicaraan buruk kepada kita, Tapi kita bisa membuat mereka bungkam." ucap Lois sambil tersenyum misterius.
Aliesa yang mendengarnya sedikit tertarik sebelum kemudian ia berbicara.
" Bagaimana?" tanya Aliesa singkat sambil melihat mata Pangeran kedua Lois.
Mendengar itu langsung saja Pangeran kedua Lois menarik tangan Aliesa supaya lebih mendekat lagi sebelum mendaratkan sebuah ciuman kepadanya.
Membuat Semua orang yang berada di ruangan terkejut tak terkecuali Aliesa yang mengedipkan matanya.
__ADS_1
Ternyata mereka saling mencintai satu sama lain...
Iya bahkan Pangeran kedua tidak ragu untuk mencium Puteri Aliesa di depan umum....
Mendengar ucapan yang memanggil Aliesa seorang Puteri. Membuat Puteri Mahkota Annika yang berada di ruang dansa merasa marah. Apalagi melihat bagaimana Pangeran kedua mencium Aliesa dengan begitu mesra. Bahkan dia sama sekali tidak pernah melakukannya kepada Pangeran Mahkota.
Rasa iri di hati Puteri Mahkota Annika yang semakin besar membuat nya membenci Aliesa.
" Dasar, seharusnya aku yang mendapatkan semua perhatian itu karena aku adalah Puteri Mahkota. Aku akan melenyapkan mu Aliesa." batin Annika sambil mengepalkan tangannya.
Duke Christopher yang berdiri tidak jauh dari Puteri Mahkota Annika tersenyum atau lebih tepatnya seringai terbit di wajahnya.
Tetapi menurutnya ini adalah kesalahannya yang seenaknya mengangkat seorang anak tanpa mencari masa lalunya terlebih dahulu dan sikapnya yang membedakan Aliesa dan Annika membuat hubungan antara Aliesa dan kakak kandungnya renggang.
Akibat sang kakak lebih membela Puteri Mahkota. Bahkan Duke Christopher sama sekali sudah tidak mengenal sifat Puteranya lagi setelah 10 tahun terakhir.
__ADS_1
" Andaikan kau masih ada di sini isteriku, mungkin keluarga kita tidak akan sehancur ini dan bisa saja masih ada kehangatan di dalamnya." ucap Duke Christopher dengan tatapan sendunya.
Sedangkan Aliesa yang baru saja di cium oleh Pangeran kedua Lois seketika wajahnya memerah. Apalagi melihat semua orang memperhatikan nya membuatnya semakin malu. Tidak ada cara lain selain menutup wajahnya di dada bidang Pangeran kedua Lois.
Pangeran kedua Lois yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Tapi dalam hati nya dia tersenyum senang karena melihat Aliesa yang sudah mulai perlahan membuka hatinya untuk nya.
Tatapan Pangeran kedua Lois tertuju ke arah Ratu Rieta yang sedari memandang nya tajam. Pangeran kedua Lois yang melihatnya tersenyum meremehkan. Hal itu semakin membuat Ratu Rieta marah dan pergi meninggalkan pesta.
Pangeran kedua Lois tertawa dalam hati melihat tatapan orang yang kebingungan melihat Ratu Rieta yang pergi dari pesta secara cepat.
" Mungkin ini adalah awal dari rencana Ratu Rieta. Dia pasti akan menjalankan rencana yang lain dan mungkin saja dia akan menjebak ku seperti ibunda yang di racun olehnya." batin Lois yang menatap tajam tempat berdirinya Ratu Rieta tadi.
Aliesa yang merasa bahwa aura di sekitar merasa tidak enak mengadahkan kepalanya dan melihat bagaimana tatapan tajam di campur kebencian di dalamnya.
Hal itu membuat Aliesa yang memperhatikannya semakin bingung.
__ADS_1
" Apa ada sesuatu yang membuatnya marah sampai membencinya seperti itu ya." batin Aliesa bertanya-tanya.
Countine...