Become A Mother

Become A Mother
Rahasia Kematian Selir Bagian II ( Flashback)


__ADS_3

Tiba-tiba terdengar suara derapan langkah seseorang yang mendekat.


" Ibunda." suara anak laki-laki yang memanggil Selir Aurora dengan nada cerianya.


Selir Aurora langsung mengalihkan pandangannya senyumannya semakin lebar melihat Anaknya satu-satunya datang menghampirinya. Ia merentangkan kedua tangannya menyuruh sang Putera untuk memeluk nya.


Anak laki-laki yang bernama Lois Jacxuel Grisam pun langsung memeluk ibundanya dengan erat. Lois kecil bisa merasakan pelukan hangat ibundanya yang sudah dirinya rindukan sejak ia berada di Akademi.


" Bagaimana di Akademi apa di sana menyenangkan?" tanya Selir Aurora sambil menyisir rambut putih Anaknya yang sama dengannya menggunakan jarinya.


" Mereka semua menyebalkan sebab mereka selalu mengatakan aku anak rendahan." ucap Lois kecil sambil cemberut.


Menurutnya hanya ibundanya saja yang mengerti perasaan Lois kecil. Ia selalu berkeluh kesah di dalam pelukan ibundanya.


Senyumannya Selir Aurora seketika luntur mendengar bahwa anaknya di hina. Ia tahu ini kesalahan akibat menjadi Selir Kaisar. Dirinya tahu bahwa ada beberapa orang yang sama sekali tidak menyukainya. Karena menghancurkan hubungan harmonis Kaisar dan Ratu. Padahal niatnya hanya ingin terus bersama dengan orang dicintanya meskipun Aurora hanya seorang Selir. Dia sudah cukup bahagia asalkan bersama Suami dan anaknya.

__ADS_1


" Maafkan ibunda yang membuat hidup Lois susah." ucap Selir Aurora dengan lirih.


Membuat Lois kecil menyerngitkan dahinya sambil mengadahkan kepalanya. Ia terkejut melihat tetesan air mata di wajah Ibundanya.


" Ibunda tidak pantas untuk menangis, jika begini Lois bukan anak pemberani. Karena Lois sudah membuat ibunda menangis. Maafkan Lois yang sudah membuat Ibunda sedih." ucap Lois kecil yang dengan polosnya menghapus air mata di wajah Selir Aurora.


Selir Aurora merasa terharu mendengar ucapan manis dari Lois. Ia semakin memeluk Lois dengan erat.


" Maafkan ibunda, Lois tidak salah Ibunda tidak akan menangis lagi. Jadi Ibunda akan berjanji tidak akan menangis asalkan Lois juga bisa berjanji yang sama ya." ucap Selir Aurora yang dengan perlahan melepaskan pelukannya dan menyodorkan jari kelingking nya.


Lois kecil yang mengerti langsung mengaitkan jarinya juga dan berjanji tidak akan menangis. Membuat Selir Aurora yang mendengarnya merasa bahagia. Bukan mereka saja yang bahagia pelayan yang kebetulan mendapatkan tugas untuk mengurus istana Selir dibuat terharu dengan kedekatan Selir Aurora dan Pangeran kedua. Mereka semua berharap bahwa kebahagiaan mereka akan bertahan lama.


...****************...


Malam harinya seperti biasa setelah makan malam pastinya Selir Aurora akan membiasakan diri dengan membaca buku sambil di temani secangkir teh hangat di meja kamarnya.

__ADS_1


" Malam yang indah bukan Cristy?" tanya Selir Aurora sambil memandang bulan di balik jendela.


Cristy yang sedang merapikan kamar sang Selir pun menjawabnya.


" Benar, Yang Mulia. malam ini sangat cerah." ucap Cristy menyetujui ucapan Lady nya.


" Entah mengapa malam ini aku merasakan firasat yang buruk." ucap Selir Aurora sambil menyentuh dadanya yang serasa berdetak kencang.


" Itu mungkin hanya firasat anda saja Selir." ucap Cristy membantahnya.


Selir Aurora menggelengkan kepalanya sebelum meminum teh yang sedari tadi berada di atas mejanya. Tidak berapa lama kemudian tiba-tiba saja Selir Aurora merasakan perasaan sesak di dadanya.


" Hah...Hah..." suara Selir Aurora sambil memegang dadanya.


Cristy yang melihat nya tersenyum sinis sebelum tangannya mengeluarkan sebuah sapu tangan yang sudah di isi oleh racun.

__ADS_1


" Akhirnya....


Countine....


__ADS_2