Become A Mother

Become A Mother
Permohonan Revano


__ADS_3

Ketika memutuskan mengakhiri hidupku aku merasakan sebuah ruang hampa. Dimana dia sendirian tanpa seorang pun berada di sana. Padahal dirinya sudah sangat berharap bisa menemui Shilla dan anaknya. Meskipun dia tidak yakin bahwa Shilla akan memaafkannya.


Tiba-tiba saja ada sebuah cahaya kecil yang membentuk seorang perempuan cantik berambut putih panjang dengan gaunnya yang seiras dengan rambutnya. Perempuan tersebut tersenyum kepadanya.


Membuat nya sedikit merasa gugup melihat tatapannya yang meskipun lembut. Ia bisa merasakan tatapan marah di sana.


" Apa kau memiliki penyesalan?" tanyanya dengan suara lembutnya seperti melodi yang indah.


Pria itu merasa terkesiap mendengarnya ia tidak pernah mendengar suara perempuan selembut seperti perempuan di hadapannya.


Tetapi seketika pikirannya menjelajah awal pernikahan nya dengan Shilla. Dimana ia meninggalkan nya dimalam pertamanya dan pergi menghabiskan waktunya bersama selingkuhan nya. Tidak sampai di situ dirinya bahkan tidak sudi untuk mengakuinya. Setiap ia menyiapkan makanan pastinya dirinya tidak akan memakannya.


Bahkan terkadang ia pernah menampar isterinya dan pergi begitu saja dari Mansion. Sampai isterinya hamil akibat kebodohannya yang saat itu sedang mabuk membuatnya tidak sadar telah melakukan itu secara kasar. Dirinya juga mengingat bagaimana air mata Shilla yang memohon untuk menghentikan semua tindakannya malam itu.

__ADS_1


Hal itu membuat perasaan nya sakit dan tanpa sadar memegang dadanya dengan kuat.


Perempuan tersebut yang melihatnya hanya terdiam melihat pria di depannya meratapi semua penyesalan nya.


" Dia tidak mati." ucap nya yang membuat pria itu mengalihkan pandangannya.


" Apa maksudmu, aku melihatnya sendiri bagaimana Shilla kecelakaan di jurang dan menyaksikan detik-detik dia pergi dengan sekaligus membawa calon anak kami." ucapnya sambil menundukkan kepalanya sedih mengingat bagaimana ia melihat Shilla yang tersenyum sebelum menutup matanya untuk selamanya.


Perempuan itu menggelengkan kepalanya melihat pria di hadapannya tidak percaya dengan perkataannya.


Mendengar itu pria yang ternyata Revano mengangkat kepalanya dan terkejut mendengar semua perkataan perempuan tersebut. Meskipun dirinya sempat tidak yakin tapi ia bisa merasakan bahwa perempuan di hadapannya jujur.


" Kalau begitu izinkan saya untuk menemuinya dan meminta maaf kepadanya secara langsung." ucap Revano dengan tegas.

__ADS_1


" Tapi kau yakin anak muda, ini pertanyaan ku bagaimana kalau sekarang isterimu sudah mendapatkan keluarga barunya. Apa yang akan anda lakukan anak muda?" tanya Perempuan itu yang memberikan pertanyaan nya kepada Revano.


Revano terdiam mendengar pertanyaan tersebut sekaligus merasa ketakutan jika Shilla sudah bahagia bersama pria lain. Sebagian hatinya tidak menerima bahwa Shilla akan menjadi milik orang lain.


Tetapi pikiran tersebut tidak sebanding dengan keinginannya untuk meminta maaf kepada Shilla. Meskipun harus mengambil resiko bahwa Shilla tidak mencintainya lagi.


"Aku akan membiarkannya bahagia, karena yang terpenting sekarang adalah pemintaan maaf darinya. Jadi aku mohon tolong pertemuan kan aku dengan Shilla. Meskipun itu cuma sebentar biarkan aku melihat wajah Shilla yang tersenyum bahagia telah aku renggut sebelumnya. Tolong." ucap Revano dengan nada memohon.


Membuat perempuan itu menghela nafasnya dan menatap iba kearah Revano.


" Baiklah jika itu permintaan mu. Aku akan membawa mu untuk menemuinya dimensi lain, dan tolong membuat jalin hubungan dengan baik dengan saudara mu." ucapnya dengan pelan sebelum akhirnya menghilang menjadi cahaya.


Revano yang melihatnya menyerngitkan dahinya sebelum merasakan sakit di kepalanya membuatnya berteriak keras.

__ADS_1


Sebelum kembali tertidur di kegelapan....


Countine...


__ADS_2