Become A Mother

Become A Mother
Mayat


__ADS_3

Setelah melemparkan sihirnya kepada Dokter Amos pun tidak sadarkan diri. Viscount Lincoln yang melihatnya tersenyum puas karena berhasil menghilangkan ingatan dari Dokter Amos salah satu orang dari menara sihir.


Menara sihir adalah perkumpulan yang paling Viscount Lincoln benci. Ia begitu mengingat bagaimana dulu Puterinya Aurora sangat diinginkan sebab sihirnya yang kuat meskipun tidak setara dengan Saintess. Tetapi Aurora bisa menyembuhkan luka ringan makanya membuat menara sihir begitu tertarik untuk mengajar Puterinya. Untung saja Viscount Lincoln tidak membiarkan itu terjadi ia menolak Aurora untuk tinggal di menara sihir dan memutuskan untuk mencari guru dari kerajaan lain melatihnya menjadi kuat.


Sayangnya kejadian seperti ini terjadi lagi kepada anak dari cucunya.


" Kau bawa Dokter itu keluar dari kediaman saya tidak ingin melihat wajahnya lagi." ucap Viscount Lincoln yang memerintah salah satu prajurit yang menjaga penjara.


" Baik, Viscount." ucapnya sambil menggangguk.


Setelah mengatakan itu Viscount Lincoln keluar dari ruang bawah tanah.


" Aku penasaran apa yang akan dilakukan Lois kepada Ratu itu." ucap Viscount Lincoln sambil tersenyum miring.


...****************...

__ADS_1


Istana kali ini di gemparkan dengan seorang pria yang menggunakan jubah hitam mati tergantung di pohon sebrang kamar Ratu Rieta. Hal itu memunculkan spekulasi bahwa orang itu adalah suruhan Ratu atau orang yang ingin mencelakakan Ratu.


Kaisar Wiliams yang mendengar ini semua langsung bergegas menuju kamar Ratu Rieta bersama Pangeran Mahkota Alarick yang baru saja habis rapat bersama.


" RATU." ucap Kaisar Wiliams yang memanggil Ratu Rieta.


Ratu Rieta yang sedang duduk di sofa melihat kedatangan Kaisar Wiliams langsung berlari dan memeluknya.


" Yang.. Mulia...itu..itu...ada" ucap Ratu Rieta yang masih syok sehingga bicaranya terbata-bata.


Kaisar Wiliams yang melihatnya langsung memberikan kode kepada Pangeran Mahkota Alarick untuk mengeceknya. Pangeran Mahkota Alarick menggangguk sebelum kemudian berjalan menuju ke arah balkon bertapa terkejut nya dia melihat begitu banyaknya darah di pohon tersebut yang kemungkinan merupakan darah pemilik mayat pria berjubah itu. Dengan menggunakan sihirnya perlahan Pangeran Mahkota Alarick menerbangkan mayat pria untuk di baringkan di lantai.


Saat Pangeran Mahkota Alarick sedang memeriksa bagian saku jubah mayat pria itu. Ia menemukan sebuah batu berwarna hijau yang seperti batu kenangan. Tiba-tiba senyumannya terbit di wajahnya sebelum berdiri menghampiri Kaisar Wiliams.


" Ayahanda saya menemukan sebuah batu kenangan bisa jadi ini di tunjukan untuk Ibunda atau Ayahanda." ucap Alarick sambil menyerahkan batu kenangan tersebut kepada Kaisar Wiliams.

__ADS_1


Kaisar Wiliams menerimanya sambil memperhatikan ekspresi datar Pangeran Mahkota Alarick yang terkadang membuatnya seperti anak keduanya Lois.


Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick sama sekali tidak mempedulikan tatapan Ratu Rieta yang seakan ingin membunuhnya.


" Baiklah kita akan melihatnya dan kita akan tahu kenangan ini akan menunjukkan apa." ucap Kaisar Wiliams sambil memencet batu kenangan tersebut.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Lois yang sedang berjalan di sebuah taman kosong hanya menampilkan ekspresi datar nya.


" Tat, kemari lah kepada master mu ini." ucap Lois sambil memejamkan mata memanggil Tat dengan mengeluarkan sedikit sihirnya.


Tidak berapa lama sebuah bayangan muncul membungkuk di hadapan Lois.


" Tat siap melayani anda Master." ucap Tat sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Ketika melihat mata Lois yang berubah menjadi merah.


Countine...


__ADS_2