Become A Mother

Become A Mother
Bukan Menjauh Malah Semakin Dekat


__ADS_3

Karena merasa sudah selesai Duke Christopher memutuskan untuk berkeliling ke kota. Sudah lama sekali dia tidak datang ke sana setelah perang yang menghabiskan beberapa bulan.


Duke Christopher menutupi wajahnya dengan mengenakan jubah hitam. Walaupun di usianya sudah memasuki kepala lima tapi masih banyak wanita yang ingin dengannya. Mengingat wajahnya masih cukup tampan di usianya.


Ketika dia berjalan melintasi banyak orang yang sedang berjalan-jalan. Suasana sore membuat kota terlihat indah sebab ia bisa merasakan cahaya orange matahari.


Duke Christopher terus berjalan sampai pandangannya tertuju ke sebuah toko yang terlihat sepi. Ia sempat terkejut melihat Aliesa Puteri yang selama ini tidak di pedulikan olehnya sedang melayani pelanggan. Duke Christopher bangga melihat Aliesa sudah bisa membuka usahanya sendirian sekaligus sedih karena tega mengusir Puterinya dan menunduh nya tanpa bukti apapun.


Duke Christopher terus memperhatikan Aliesa yang sudah mulai bersih-bersih sampai datangnya seorang gadis kecil yang berlari menghampiri Aliesa.


Matanya berkaca-kaca melihat bertapa sayangnya Aliesa terhadap anak kecil itu. Duke Christopher langsung tahu bahwa anak kecil itu merupakan cucunya. Ia terharu bisa melihat cucunya tampak sehat-sehat saja dia merasa ingin sekali berada di sana, memeluk Puterinya dan cucunya sambil mengucapkan permintaan maaf. Terakhir membawa mereka ke kediamannya untuk tinggal bersama.

__ADS_1


Tapi Duke Christopher mengerti setelah melihat wajah ketakutan Aliesa yang di tunjukkan kepadanya beberapa Minggu lain. Menjadi pukulan telak di hatinya bahwa Aliesa sama sekali belum mau memaafkannya.


Duke Christopher memandang cucunya yang memiliki wajah yang mirip dengan Aliesa dan matanya yang mirip sekali dengan anggota kekaisaran. Seketika pikirannya melayang ketika Pangeran kedua datang tiba-tiba menemuinya. Ia masih tidak percaya bahwa Pangeran kedua yang telah menghamili Aliesa tapi ia sekarang percaya melihat bola mata emas itu.


" Ayahanda akan melindungi kamu dari jauh, dan tidak akan membiarkan siapapun yang berani macam-macam denganmu dan cucuku. Mungkin hanya yang bisa menembus semua kesalahanku pada Aliesa." ucap Duke Christopher sebelum membalikan badannya berjalan melewati kerumunan sebelum menghilang menggunakan sihirnya.


Duke Christopher tidak menyadari bahwa Pangeran kedua Lois sejak tadi memperhatikannya.


" Akhirnya dia menyadari juga ternyata." gumam Lois sambil melihat dimana tadi Duke Christopher menghilang.


Krring...

__ADS_1


Mendengar suara lonceng pintu membuat Aliesa dan Flora seketika mengalihkan pandangannya. Terutama Flora yang melihat kedatangan Ayahnya langsung berlari dengan semangat.


" Ayah, Ayah..." ucap Flora sambil mengangkat kedua tangannya meminta Pangeran kedua Lois untuk menggendongnya.


Melihat tingkah manja Flora langsung saja Pangeran kedua Lois menggendongnya dan menaruh kepala Flora di lehernya sambil mengelus rambutnya dengan lembut.


Sedangkan Aliesa yang melihat Pangeran kedua Lois secara tiba-tiba cukup dibuat terkejut. Padahal Aliesa mengharapkan bahwa Pangeran kedua Lois tidak datang menemui mereka kembali. Karena jujur saja Aliesa masih merasa malu dengan perbincangan mereka terakhir kali.


" Selamat sore, Aliesa sepertinya hari ini kau terlihat sibuk." ucap Lois sambil tersenyum tipis.


" Tidak juga, karena hari ini aku hanya membuat kue tidak terlalu banyak, dan sekarang aku punya waktu senggang untuk membuat makan malam, Apa kau mau ikut makan bersama kami, Yang Mulia." ucap Aliesa yang entah mengapa menawarkan Pangeran kedua untuk makan malam bersamanya. Ia merutukin tingkah nya.

__ADS_1


" Ini bukannya menjauh malah semakin dekat." batin Aliesa.


Countine...


__ADS_2