Become A Mother

Become A Mother
Pelaku dan Korban Lainnya


__ADS_3

Benar, Pangeran. pelakunya adalah Ratu Rieta isteri pertama Kaisar sendiri." ucap Stev.


Deg...


Jantung Pangeran kedua Lois seketika berdebar kuat. Mengetahui siapa pelaku dibalik kematian Ibundanya membuat perasaan nya dengan cepat murka rasanya ia ingin datang ke istana dan membunuh Ratu Rieta. Tapi menurut Pangeran kedua Lois bahwa kematian bukan hal yang cocok untuk membunuhnya. Dia harus memikirkan cara lain untuk membuatnya menderita seperti apa yang dilakukannya kepada Ibundanya.


Stev melihat senyuman sinis Pangeran kedua Lois bergidik ngeri. Mendengar bahwa Pangeran kedua tidak akan segan-segan untuk membuat korban sasarannya mati dengan mudah. Ia yakin bahwa Pangeran kedua akan melakukan hal sesuatu kepada Ratu. Kemudian Stev berdehem untuk mencairkan suasana suram.


" Jadi karena masalah ini sudah selesai, apa saya boleh pergi dari sini. Jujur saja saya sudah tidak ingin berada di ibukota lagi, Yang Mulia. Sebab saya sudah memiliki keluarga di desa dan tujuan saya ke sini hanya memberitahukan nya kepada anda. Supaya Ratu Rieta mendapatkan hukumannya dan membuat mendiang selir tenang." ucap Stev dengan panjang lebar.


Pangeran kedua Lois yang mendengarnya merasa cukup terbantu dengan informasi diberikan oleh Stev. Karena sebenarnya sejak awal dia sudah mencurigai Ratu dibalik kematian Ibundanya tapi sayangnya kurang cukup bukti untuk membuatnya mendapatkan hukuman.


" Apa Kaisar juga dibalik membantu Ratu?" tanya Lois yang sudah menyimpan pertanyaan ini selama lima tahun terakhir.

__ADS_1


Stev menggelengkan kepalanya tidak tahu Kaisar terlibat atau tidak. Membuat Pangeran kedua Lois sedikit kecewa melihatnya tapi ia bisa menutupi nya dengan mudah.


" Memang saya tidak tahu Kaisar terlibat atau tidak, Tapi yang saya yakin bahwa Ratu bukan juga membunuh Selir melainkan salah satu isteri bangsawan yang cukup dekat dengan Selir." ucap Stev yang juga membuka fakta baru.


Pangeran kedua Lois langsung menajamkan pendengarannya begitu dengar bahwa Ratu tidak juga membunuh satu orang. Tapi yang menjadi pertanyaan siapa orang itu.


...****************...


" Terima kasih, silahkan datang kembali ya." ucap Aliesa sambil membungkuk sedikit dan menampilkan senyuman ramahnya kepada pelanggan.


Pandangannya Aliesa tertuju ke arah Flora yang tampaknya sedang membaca sebuah buku cerita di salah satu meja di pojok. Akhir-akhir ini Flora tampak senang dengan buku setelah dia ajari oleh Aliesa belajar membaca.


Setidaknya semangat Flora dalam hal belajar membuat Aliesa tidak merasa kesulitan untuk mengajarinya. Sebenarnya Aliesa ingin sekali membawa Flora ke sekolah mengingat umurnya yang sudah cukup untuk masuk ke sekolah dasar. Tapi sayangnya pendidikan zaman ini tidak sebagus zaman modern karena hanya orang yang bangsawan saja atau orang kalangan atas yang bisa menyekolahkan anak-anaknya di sebuah Akademi kekaisaran.

__ADS_1


Mungkin Aliesa harus berusaha lebih keras lagi untuk membuat Flora belajar supaya tidak seperti rakyat biasa yang sama sekali tidak bisa membaca atau disebut buta huruf.


Lamunan Aliesa buyar mendengar suara Flora memanggilnya. Ia melihat bahwa Flora berdiri di depannya sambil memeluk sebuah buku cerita anak-anak.


" Ada sesuatu yang Flora butuhkan?" tanya Aliesa sambil berjongkok menyamakan tubuhnya dengan Puterinya.


Flora tersenyum sambil menunjukkan gigi kelincinya yang lucu sambil menunjukan bukunya kepada Aliesa.


" Mama Flora sudah selesai membacanya, Apa Flora boleh memakan kue." ucap Flora yang membuat Aliesa langsung tertawa dibuatnya.


Menurut Aliesa kejadian yang menghantuinya beberapa hari ini. Tidak bisa membuatnya kehilangan keceriaan nya bersama Flora.


Sampai tidak menyadari bahwa seseorang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2