
Selesai memandang keindahan lampion yang berterbangan di atas langit. Aliesa bersama Flora dan Lois sedang duduk di bawah pohon seakan mereka adalah sebuah penggambaran keluarga yang sempurna.
" Mama dan Paman." ucap Flora memanggil mereka berdua.
" Iya." ucap Aliesa dan Lois secara bersamaan seakan mereka menyadari bahwa ucapan sama mereka memandang satu sama lain sambil tersenyum.
Flora yang melihatnya tertawa pelan ketika melihat kecanggungan di antara keduanya.
" Flora ingin mengucapkan terima kasih karena telah membuat kenangan yang selama ini aku inginkan. Flora harap kita bisa bersama-sama selamanya." ucap Flora polos sambil ekspresi bahagia.
Aliesa dan Lois yang mendengarnya terpaku mereka sama sekali tidak menduga bahwa acara sederhana ini telah membuat kebahagiaan di hati gadis kecil itu.
" Sama-sama sayang, Mama janji mulai sekarang kita akan selalu menghabiskan waktu bersama." ucap Aliesa sambil tersenyum lembut.
Melihat senyuman penuh lembut dan kehangatan membuat Lois melihat sosok ibundanya di Aliesa. Ia merasa beruntung bisa menghabiskan waktu bersama dengan sepasang Ibu dan anak itu.
Lois yang merasa bahwa sekarang waktunya dia pergi langsung berdiri. Membuat Aliesa yang berada di sampingnya menatap nya bingung.
" Aku harus pergi sekarang ini sudah tengah malam. Puteri mu sudah mengantuk." ucap Lois dengan datar.
__ADS_1
Aliesa cemberut mendengar suara datar dari Lois dan matanya melirik Flora yang sudah terlihat mengantuk. Karena hal itulah Aliesa langsung menggendong Flora.
" Aku juga harus pulang sekarang." ucap Aliesa yang sudah tidak menggunakan nada formal lagi.
Lois hanya diam saja tetapi tangannya meraih Flora dari gendongan Aliesa dan mengangkatnya ke gendongan nya. Sebelum Aliesa memprotes Lois langsung menyela nya.
" Aku akan mengantarkan kalian ke rumah, Tidak mungkin aku meninggalkan seorang wanita tengah malam berjalan sendirian bersama anak kecil. Mengingat sekarang di ibu kota sedang tidak aman." ucap Lois.
Aliesa yang mendengarnya langsung menggangguk setuju. Ia juga tahu bahwa saat ini ibu kota sedang banyak kasus penculikan anak kecil.
Setelah itu mereka berjalan tanpa mengeluarkan sepatah katapun sampai terhenti di depan pintu toko yang sekarang di jadikan rumahnya di lantai dua.
" Benar, aku baru saja datang ke ibukota siang tadi dan memutuskan untuk berjualan di sini. Tapi karena Flora ingin melihat festival jadinya kami langsung pergi tanpa beristirahat seharian ini." ucap Aliesa sambil mengambil alih menggendong Flora.
Lois yang mendengarnya kembali tersenyum untuk sekian kalinya memandang wanita di hadapannya.
" Kau adalah ibu yang baik Nona, saya harap kita bisa bertemu kembali." ucap Lois sebelum berjalan pergi.
" Aku harap juga begitu Tuan." ucap Aliesa sambil melangkah masuk untuk beristirahat.
__ADS_1
...****************...
Lois berjalan menyusuri ibukota yang sudah sedikit sepi sampai matanya tertuju ke arah seseorang yang membawa anak kecil di punggungnya. Karena merasa curiga Lois langsung pergi mengejarnya.
" Hehe.... akhirnya aku berhasil lagi. Kali ini aku beruntung sekali karena dapat menculik anak bangsawan." ucap nya sambil memandang anak kecil yang tidak sadarkan diri.
Plok....
Plok...
" Sudah aku duga bahwa kau adalah salah satu komplotan yang telah meresahkan ibukota." ucap Lois sambil bertepuk tangan di balik kegelapan.
Mendengar itu membuat sang penculik merasa marah dan mengeluarkan pedangnya dari punggungnya.
" Siapa kau? Tunjukkan wajahmu?" ucap penculik sambil menodongkan pedang.
Tidak lama kemudian keluarlah seorang pria berjubah dengan menggunakan topeng yang menutupi sebagian wajahnya.
" Kau mau mengalahkan ku, butuh 100 untuk melakukan nya. Tapi sebelum itu....
__ADS_1
Countine...