
Aliesa sedari tadi memperhatikan Puteri Mahkota Annika yang menatapnya dengan iri dan benci di kedua matanya.
Aliesa memberikan senyum miringnya yang membuat Puteri Mahkota Annika melihatnya langsung mengepalkan tangannya di sisi gaunnya.
Puteri Mahkota Annika merasa bahwa Aliesa mengejeknya karena semua orang yang mempusatkan perhatian nya kepadanya.
" Melihatnya seperti itu membuatku senang." gumam Aliesa yang melihat wajah emosi Puteri Mahkota Annika dibalik kedok polosnya.
Pangeran kedua Lois yang memperhatikannya juga tersenyum miring melihat isterinya sepertinya sedang memainkan emosi Puteri Mahkota Annika.
" Sepertinya kau cukup bersenang-senang melihatnya isteriku." ucap Lois dengan suara pelan nya.
Membuat Aliesa yang mendengarnya seketika gugup. Apalagi mendengar panggilan 'isteriku' yang diucapkan Pangeran kedua Lois membuatnya merasa senang. Mengingat malam nanti membuat sekujur tubuhnya merasa mendidih malam pertama.
Pangeran kedua Lois yang melihat tingkah malu-malu Aliesa terkekeh geli sebelum pandangannya menjadi datar ketika menyadari kedatangan Kaisar Wiliams bersama Ratu Rieta yang begitu mesra.
__ADS_1
Pangeran kedua Lois dan Aliesa langsung sedikit membungkuk hormat.
" Salam Kaisar dan Ratu." ucap mereka secara bersamaan. Meskipun Pangeran kedua Lois tidak sudi melakukan hal itu. Tetapi ia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan bangsawan lainnya yang menurutnya membuang-buang waktunya.
Kaisar Wiliams yang melihat kekompakan di antara mereka berdua tersenyum. Masih tidak menyangka bahwa Puteranya yang dulu masih kecil sudah sebesar ini sampai sudah menjalin hubungan serius dengan Puteri sahabat nya. Sesuatu yang tidak di sangka-sangka sebenarnya.
Tetapi berbeda dengan Ratu Rieta dia sangat membenci kedua orang di hadapannya bersatu. Apalagi usahanya yang selama ini sudah di rencanakan terancam gagal. Hanya dia bisa lakukan sekarang hanya menatap Aliesa yang saat ini menatapnya dengan berani.
Aliesa yang merasa bahwa Ratu Rieta tidak menyukainya. Bukannya merasa takut ia malah menatapnya dengan pandangan angkuh. Ia yakin ada sesuatu yang di rahasiakan Ratu Rieta kepada semua orang.
" Selamat pernikahan mu Lois dan Lady Aliesa semoga kalian selalu berbahagia." ucap Kaisar Wiliams sambil tersenyum tulus terhadap pasangan baru tersebut.
" Terima kasih atas Doanya Kaisar." ucap Aliesa yang membalas ucapan Kaisar Wiliams.
Karena Aliesa tahu bahwa Pangeran kedua Lois tidak akan menganggap ucapan dari Kaisar Wiliams.
__ADS_1
" Tentu saja Lady Aliesa terima kasih atas undangannya. Bagaimana kalau nanti jika ada waktu kita menghabiskan meminum teh bersama sebagai seorang ibu dan anak." ucap Ratu Rieta yang menawarkan undangan minum teh bersama Aliesa.
Pangeran kedua Lois yang mendengarnya diam-diam mengepalkan tangannya karena ia tahu apa rencana Ratu Rieta untuk menyingkirkan nya dari tahta.
" Terima kasih suatu kehormatan bisa mendapatkan undangan itu secara langsung, Yang Mulia. Kalau begitu kita pamit terlebih dahulu mengingat sekarang kami harus melihat keadaan Puteri kami yang terlihat ngantuk." ucap Aliesa yang mencoba bersikap ramah.
Mendengar kata itu Ratu Rieta seperti orang yang panas dingin.
" Baiklah, kalau begitu Yang Mulia kita harus kembali ke istana. Karena kita baru saja mendapatkan pesan dari ajudan Putera Mahkota yang katanya terluka. Kita harus mengeceknya." ucap Ratu Rieta yang melirik Aliesa untuk melihat reaksinya. Mengingat dulu Aliesa sangat menyukai Pangeran kedua Lois.
Tetapi sayangnya Aliesa sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun selain tersenyum. Seolah tidak terjadi apapun.
Pangeran kedua Lois yang melihatnya dalam hati menyeringai bertapa isterinya mudah sekali membuat Ratu Rieta seperti orang yang kepanasan.
Hah...bertapa indahnya melihatnya...
__ADS_1
Countine....