Become A Mother

Become A Mother
Extra Part I


__ADS_3

Sudah setahun berlalu sejak kejadian yang menimpa di istana. Dari kematian mendiang Rieta di susul Kaisar Wiliams, penobatan Kaisar Alarick, dan terakhir pertempuran mereka melawan Annika.


Semua tampak baik-baik saja hingga sekarang. Seperti biasa di pagi hari Aliesa berada di dapur untuk membuat sarapan ketika dia sedang sibuk membuat adonan untuk panekuk. Tiba-tiba saja ada sepasang lengan memeluk pinggangnya.


" Sudah aku bilang jangan melakukan pekerjaan berat, sayang." ucap Lois yang berdiri di belakang Aliesa sambil menaruh kepalanya di leher menghirup wanginya yang seperti bunga mawar.


Aliesa yang mendengarnya hanya tertawa pelan sambil mengelus tangan Lois.


" Aku baik-baik saja malah aku merasa senang jika punya pekerjaan daripada berbaring seharian di tempat tidur." ucap Aliesa sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Lois.


Lois tersenyum sambil mengeratkan pelukannya dan tangannya mengelus perut Aliesa yang sedikit membuncit.

__ADS_1


" Tapi sekarang kau sedang hamil sayang aku tidak sesuatu buruk terjadi pada kalian." ucap Lois dengan perasaan khawatir.


Memang setelah 6 bulan sesudah perang Aliesa di kabarkan hamil sekarang. Tentu saja Lois yang mendengarnya cukup terkejut dan senang bahkan sejak saat itu ia memerintahkan kepada semua pelayan untuk menjaganya. Paling Aliesa tidak suka adalah bahwa dirinya di larang melakukan apapun selain membaringkan tubuh nya di ranjang.


" Ingat aku bukan orang sakit dan jangan ganggu aku Lois. Aku sedang membuat panekuk untuk sarapan kita. Jika kau masih keras kepala aku jaminkan kau akan tidur di LUAR..." ucap Aliesa dengan emosi.


Lois yang mendengarnya takut langsung menggangguk kepalanya. Meski dia sekarang merupakan Grand Duke Christopher setelah Kaisar Alarick menaikkan pangkatnya akibat kontribusi nya membantunya dalam melawan kejahatan. Memang Lois merupakan orang yang kuat tapi ketika dia di depan isterinya ia akan menunjukkan kelemahannya. Bagi nya isterinya adalah segalanya.


Aliesa tersenyum puas melihat bahwa Lois tidak mengganggunya lagi dan langsung melanjutkan masakan nya yang belum selesai. Sedangkan Lois mengawasi Aliesa dari belakang memastikan bahwa wanita hamil itu dalam keadaan baik-baik saja.


" Seperti biasanya aku tidak menyentuh dapur ku. Aku harap Nyonya tidak menghancurkan nya seperti minggu lalu." ucap kepala koki berharap mengingat kejadian seminggu lalu dimana nyonya nya melemparkan barang yang ada di dapur kepada tuan mereka akibat kesal.

__ADS_1


" Itu tidak terjadi lagi karena tuan sudah mengijinkan nyonya untuk memasak lagi meskipun beliau terlihat berat." ucap salah satu pelayan wanita.


" Benar malah aku beruntung bahwa nyonya mendapatkan suami yang sangat mencintai nya." ucap nya lagi sambil tersenyum.


" Sedang apa kalian semua berada di sini?" tanya seseorang yang membuat para koki dan pelayan terkejut sontak mengalihkan pandangannya.


" Tuan Chris buat apa anda berada di sini, kami sampai terkejut melihat kedatangan anda secara tiba-tiba?" tanya kepala koki yang di angguki semua orang.


" Saya ingin memberitahu sesuatu kepada Grand Duke. Kalau begitu permisi." ucap Chris sambil tersenyum sebelum memasuki dapur.


Chris menggelengkan kepalanya melihat sikap Tuanya sekaligus temannya yang sejak tadi melihat isterinya yang sedang masak dengan tatapan penuh posesif.

__ADS_1


" Terkadang aku kasihan sama Nyonya menghadapi sikap posesif Tuan...


Countine....


__ADS_2