
Aliesa bisa bernafas lega karena sekarang sudah selesai dengan pekerjaannya. Seminggu sekali bekerja seperti ini membuatnya merasa perasaan nyaman. Apalagi dirinya melihat sedari tadi Lois setia menunggu nya terkadang dia juga membantu nya mengantarkan pesanan. Membuat hati Aliesa luluh seumur hidupnya dirinya tidak pernah di perlakukan istimewa oleh pria lain selain pria di keluarga nya. Bahkan Revano yang merupakan suaminya di kehidupan lalu.
Asik melamun Aliesa tidak sadar bahwa ada Aya yang berdiri di belakangnya.
" Lady, mengapa anda terlihat melamun?" tanya Aya yang mengejutkan Aliesa.
Aliesa yang mendengarnya langsung membalikkan badannya.
" Tidak, aku cuma senang karena semakin hari toko ini ramai." ucap Aliesa sambil tersenyum.
" Tentu saja, bahkan para bangsawan juga banyak yang datang kemari dan untungnya mereka tidak terlalu mempedulikan ucapan dari Puteri Mahkota itu." ucap Aya yang mendengus karena sejak kejadian itu ia tidak mengidolakan Puteri Mahkota Annika sebagai panutannya.
Tetapi sejak mengetahui sifat asli Puteri Mahkota Annika. Aya langsung membencinya.
__ADS_1
Aliesa yang mendengarnya hanya terkekeh pelan. Lois yang memperhatikannya dari jauh hanya menahan senyumannya.
" Kau jangan membicarakan nya secara terang-terangan Aya. Nanti bisa jadi ada seseorang yang mendengarnya." ucap Aliesa yang menahan tawanya melihat Aya panik menutup mulutnya sambil memperhatikan sekelilingnya.
" Karena urusan di sini sudah selesai aku pergi dulu. Nanti minggu depan aku akan berkunjung lagi dan membeli bahan-bahan untuk membuat kue." ucap Aliesa pamit.
Aya yang masih menutup mulutnya menggangguk kepalanya. Setelah itu Aliesa berjalan menghampiri Lois.
Lois yang mengetahui Aliesa menghampirinya langsung berdiri dari duduknya dan meraih tangan nya dengan menarik pelan.
Melihat anggukan Aliesa langsung saja Lois membawa keluar dari toko dan menunggangi kuda menuju ke sebuah tempat dengan tangannya masih menggenggam tangan Aliesa. Sedangkan Aliesa yang tadinya ingin protes terhenti karena dirinya penasaran Lois akan mengajaknya ke mana.
Ternyata Lois membawanya ke sebuah cafe yang terlihat unik sebab cafe di sini bertempat alam, banyak bunga-bunga yang di pajang menjadi hiasan yang cantik dan daun-daunan yang terpasang.
__ADS_1
Aliesa bisa merasakan hawa sejuk di dalam cafe tersebut. Lois yang melihat bahwa Aliesa menyukainya langsung membawanya ke belakang cafe yang di sana sudah di sediakan tempat duduk yang dia pesan.
Bertapa terkejutnya Aliesa melihat belakang cafe yang terlihat lebih indah karena bisa melihat matahari terbenam secara jelas dan ada suara ombak pantai. Mengingat lokasi cafe tersebut dekat dengan perbatasan ibu kota.
Angin sore membuat rambut Aliesa berterbangan Lois yang melihatnya terpana rambut cokelat isterinya yang bersinar akibat cahaya matahari sore.
" Lebih baik kita ke tempat duduk terlebih dahulu. Ayo." ucap Lois dengan lembut sambil membimbing Aliesa ke tempat duduk mereka.
Aliesa merasa di perlakukan seperti wanita istimewa mengapa tidak Lois membantunya untuk menggeser kursinya dan membantunya untuk duduk dengan nyaman. Sebelum ia duduk di kursinya sendiri.
Tidak lama kemudian para pelayan menyajikan hidangan seperti roti khas kekaisaran yang di isi oleh daging domba dan di kasih saus khusus di atasnya. Penduduk Kekaisaran Grisam tidak seperti kebanyakan orang yang makan roti di pagi hari. Malahan mereka menyajikan makanan tersebut ketika makan malam.
Aliesa memperhatikan dengan pelan ke arah Lois yang sedang melihat nya juga. Diam-diam Aliesa berusaha untuk menyembunyikan perasaan bahagia nya, dan yakin perasaan ini adalah perasaan yang sama ia rasakan dengan Revano.
__ADS_1
Tetapi...
Countine....