Become A Mother

Become A Mother
Black Hole


__ADS_3

Ketika Aliesa sedang meminum tehnya dia melirik ke arah Lois yang tampaknya sedikit banyak pikiran. Meski Lois menutupi nya dengan ekspresi datar tapi Aliesa tetap bisa mengetahui suasana hati nya. Mungkin karena kali ini Aliesa sangat mengetahui siapa pasangannya.


Dengan tangan lembutnya Aliesa menyentuh Lois. Membuat Lois memperhatikannya.


" Apa ada sesuatu yang terjadi, Lois?" tanya Aliesa kepada Lois.


Lois yang mendengarnya langsung memikirkan ucapan dari ayah mertua nya. Ada benarnya jika dia memberitahukan nya terlebih dahulu kepada Aliesa bisa mencegah kekecewaan wanita itu. Tapi yang Lois takutkan Aliesa tidak akan menerimanya dengan rahasia besar nya.


" Ada sesuatu yang ingin aku ungkapan, Tapi sebelum itu apa jika kamu tahu nanti kau berjanji tidak akan meninggalkan diriku?" tanya Lois sambil menatap manik cokelat milik Aliesa.


Aliesa mengerti kekhawatiran Lois langsung menyentuh wajahnya dengan tangannya dan mengelus nya dengan lembut.


" Ingat satu hal Lois aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Karena ini lah tempat aku pulang yaitu di sisimu dan Flora. Itu lah kebahagiaan yang terbesar bagiku." ucap Aliesa menatap mata emas Lois sambil menyakinkan nya.

__ADS_1


Lois yang sudah tahu bahwa Aliesa berjanji tidak akan meninggalkan nya langsung mengeluarkan sihirnya. Aliesa terkejut melihat tiba-tiba saja ada sebuah black hole di belakang tubuh Lois.


" Apa itu?" tanya Aliesa sambil menunjuk ke arah black hole di belakang Lois.


Lois hanya memberikan tatapan datar sambil menggenggam tangan Aliesa.


" Kau akan tahu semuanya dan aku harap keputusan mu tentang diriku tidak pernah berubah." ucap Lois sambil membawa Aliesa masuk ke dalam Black hole.


Aliesa memejamkan matanya sampai tiba-tiba saja dia mendengar suara orang kesakitan dan ketika membuka matanya bertapa terkejutnya Aliesa melihat suasana di daerah yang ada perang. Aliesa bisa melihat banyak sekali mayat-mayat prajurit berceceran di sana.


Mengetahui Aliesa takut melihatnya Lois menggenggam tangan nya supaya isterinya tidak ketakutan lagi.


" Di sini awal dimana aku di sebut sebagai iblis perang." ucap Lois sambil menunjuk seorang remaja laki-laki yang membungkuk dengan tubuh berlumuran darah.

__ADS_1


Secara refleks Aliesa menutup mulutnya melihat bahwa remaja laki-laki itu adalah Lois muda.


" Kau ikut ketika berusia 13 tahun." ucap Aliesa pernyataan dari semua kesimpulan yang dirinya dapat saat ini.


" Iya, di sini pertama kali nya aku mengikuti perang. Perang itu terjadi dua bulan sesudah kematian Ibunda dan aku sama sekali tidak berniat melanjutkan akademi lagi. Motivasi ku untuk menjadi orang yang membuat Ibunda bangga terlupakan begitu saja." ucap Lois dengan tatapan sendu.


Setelah itu Lois mengajak Aliesa untuk mendekati dirinya ketika muda sebelum memulai pembicaraan lagi.


" Ketika masa terpuruk itu aku membutuhkan sesuatu untuk menyalurkan perasaan sedih ku. Sampai dimana aku mendengar dari Kaisar ada sebuah perang dengan negara tetangga. Membuatku memutuskan untuk ikut semua orang menentangnya mengingat saat itu usia ku masih muda. Tetapi aku tetap keras kepala untuk mengikuti perang tersebut. Akhirnya..." ucap Lois menggantungkan ucapannya melihat suasana perang yang sudah lama tidak ia lihat.


" Akhirnya kau berperang dan menghabisi mereka semua." ucap Aliesa melanjutkan ucapan Lois.


" Tidak juga karena saat itu aku hampir.....

__ADS_1


Countine....


__ADS_2