Become A Mother

Become A Mother
Lemah


__ADS_3

" Wah... luar biasa sekali pemikiran anda Puteri Mahkota. Dengan beraninya anda menghina seorang bangsawan asli menggunakan mulut busuk mu itu dan seharusnya kau sadar diri dengan posisi mu yang lebih rendah daripada puteriku." ucap Aliesa yang melepaskan genggaman tangan Puteri Mahkota Annika dengan kasar.


Sehingga membuat Puteri Mahkota Annika terjatuh tersungkur untungnya kastil peninggalan Selir Aurora sepi. Jadi tidak seorangpun kecuali mereka bertiga yang berada di sana.


Puteri Mahkota Annika merasa tidak terima harga dirinya di injak sedemikian rupa oleh Aliesa wanita yang menjadi musuhnya sejak dulu. Jadi dengan tangannya ia mengeluarkan sihir api nya mengarahkan nya kepada Aliesa.


Lois yang melihatnya langsung ingin membuat perisai untuk Aliesa. Sebelum Aliesa menciptakan sihir air untuk memadamkan api kecil itu.


Perpaduan sihir air dan api menciptakan sebuah kabut yang membuat fokus pengelihatan menjadi terganggu. Setelah beberapa lama kabut itu mulai menghilang memperlihatkan Aliesa yang melipatkan tangannya di depan dadanya memandang angkuh Puteri Mahkota Annika yang wajahnya sudah pucat hampir seperti mayat.


" Baga... imana kau bisa menggu...nakan... sihir?" tanya Annika yang terbata-bata memperlihatkan ekspresi nya terkejut di wajahnya.


Aliesa yang merasakan ketakutan Puteri Mahkota Annika membuatnya senang sebab bisa membalas perbuatan wanita sombong itu.


" Hehe...tentu saja aku bisa memang nya kau kira aku orang yang gagal karena tidak bisa menggunakan sihir. Bahkan sepertinya sebagai Puteri Mahkota Annika sihirmu terlalu Lemah..." ucap Aliesa yang menekankan kata Lemah.

__ADS_1


Deg....


Jantung Puteri Mahkota Annika terasa berhenti berdetak mendengar semua kata Aliesa.


Lois yang merasa bahwa pertempuran kecil itu sudah selesai langsung berjalan mendekati Aliesa yang sebelumnya sedikit menjauhkan diri membiarkan kedua saudara tiri itu menyelesaikan masalah mereka.


" Sepertinya sudah selesai dan saya tekankan sekali lagi jangan pernah menghina keluarga ku atau kau akan mendapatkan balasannya Puteri Mahkota." ucap Lois sambil merangkul pinggang Aliesa dan berjalan bersama-sama menuju ke kastil.


Tetapi sebelum itu Aliesa mengerakan bibir mengatakan sesuatu tanpa suara.


Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya semakin marah dan mengeluarkan aura sihirnya sehingga suasana terlihat suram. Tidak berapa lama kemudian Puteri Mahkota tertawa menyeramkan.


" Hahahaha...aku akan mengalahkan mu Aliesa dan tidak akan membiarkan anak itu hidup. Tunggu saja pembalasan ku hahaha...." ucap Annika yang memegang batu ruby di tangannya.


Aliesa dan Lois yang baru saja masuk ke dalam kastil melihat Flora yang tampaknya sedang menggambar di dekat perapian dan Puteri Madeleine yang menemaninya sambil membaca buku.

__ADS_1


Menyadari bahwa kakak dan kakak iparnya kembali Puteri Madeleine segera menutup buku yang dibacanya.


" Kalian sudah kembali, bagaimana apa wanita sihir itu sudah pergi." ucap Madeleine dengan wajah antusias membayangkan seberapa malunya Puteri Mahkota di hadapan Lois dan Aliesa.


" Dia sudah pergi." ucap Lois dengan ekspresi datar.


" Huh...bisa kakak tidak menampilkan ekspresi datar seperti itu." ucap Madeleine sambil cemberut membuat Aliesa yang sudah duduk di atas karpet bersama Flora tertawa pelan.


" Tidak, baiklah sekarang Aliesa dan Flora kita harus kembali ke kediaman Duke. Karena ada sesuatu yang harus aku urus." ucap Lois yang mengajak Aliesa dan Flora untuk pulang.


Puteri Madeleine yang mendengarnya langsung berdiri dan memeluk Lois baginya dia adalah kakak yang terbaik meskipun mereka tidak memiliki ibu yang sama.


" Jaga diri kalian baik-baik aku yakin Puteri Mahkota tidak akan pernah membebaskan kalian sebelum rencananya terlaksanakan." ucap Madeleine kepada Aliesa dan Lois.


" Tentu saja...

__ADS_1


Countine...


__ADS_2