
Lois yang sudah berada di kereta kuda yang berjalan menuju istana. Tengah berpikir mengapa sampai sekarang Kaisar Wiliams belum bisa menerima keputusan nya melepaskan gelar nya. Apa sebenarnya rencana pria itu.
Andaikan ia bukan Kaisar rasanya Lois ingin sekali menebas kepala pria itu. Rasa hormatnya terhadap Ayahnya tidak lebih menyisakan perasaan kecewa dengan apa yang dilakukannya kepada ibunya dan isterinya.
Apalagi sampai sekarang masalah semakin rumit dengan perilaku Puteri Mahkota Annika yang sedikit nekat. Menurut buku batu sihir peninggalan keluarga Christopher membawa dampak buruk bagi yang mengenakan nya selain inti keluarga sebab bisa mengubah karakter seseorang menjadi lebih kejam dan lebih buruknya tubuhnya akan di kuasai sihir jahat.
Makanya sampai sekarang tidak ada yang berani mengenakannya selain anak perempuan kandung Christopher tidak terkecuali Duchess itu sendiri.
Ketika Lois sedang berpikir tiba-tiba saja ada sesosok bayangan hitam yang menampakan wujudnya di hadapannya.
" Master, akan terjadi sesuatu di istana saya melihat seseorang ingin menjebak anda." ucap Sosok hitam itu yang merupakan makhluk kontrak Lois.
" Kau tahu harus melakukan apa Tat..." ucap Lois sambil tersenyum miring.
Makhluk hitam yang bernama Tat tersenyum sebelum menggangguk kepalanya dengan semangat.
__ADS_1
" Tentu saja Master, anda akan mendapatkan pertunjukan yang hebat. Jadi sekarang bagaimana dengan wanita mu. Apa kau belum memberitahukan nya." ucap Tat yang bertanya kepada Lois.
" Aku belum ingin mengatakannya. Jika dia tahu aku berkontrak dengan mu pastinya dia akan ketakutannya. Sementara kita akan seperti ini dulu sampai rencana selanjutnya datang, Tat aku ingin kau juga mengawasi Puteri Mahkota Annika cari tahu apa dia mengalami kutukan itu." ucap Lois yang berbicara dengan tegas.
" Baiklah Master, Tat akan melaksanakan perintah. Sampai berjumpa di istana nanti Master." ucap Tat sebelum menghilang menyisakan aura gelap di dalam kereta kuda.
Setelah Tat pergi Lois segera menghilang bailer yang menyembunyikan percakapannya dengan Tat sekaligus menyembunyikan wujudnya jangan sampai ada seseorang melihat nya.
" Aku penasaran apa pertunjukannya nanti." ucap Lois dengan pelan sambil tersenyum miring yang membuat matanya bersinar di bawah sinar matahari yang menerangi dalam kereta. Membuat nya bersinar seperti kristal.
...****************...
" Kalian berdua aku ingin kau memberikan ini kepada Pangeran kedua dan jangan sampai rencana nya gagal seperti sebelumnya." ucap Ratu Rieta dengan sorotan mata tajamnya memandang pelayan tersebut dengan jijik
Meskipun dari luar memiliki sifat baik dan tidak memandang kasta. Tetapi sebenarnya Ratu Rieta sangat membenci orang yang ada di bawah kedudukannya termasuk pelayan pribadinya yang hanya di jadikannya alat untuk masalahnya.
__ADS_1
Salah satu dari kedua pelayan itu mengambil kantung di tangan Ratu Rieta dan menundukkan kepalanya.
" Kami akan melaksanakan perintah, Yang Mulia Ratu yang agung." ucap mereka berdua serentak.
Mendengar itu semua membuat Ratu Rieta berusaha menahan senyum bangganya.
...****************...
" Akhirnya kau sampai juga." ucap Alarick yang menyambut kedatangan Lois ke istana.
Lois yang melihatnya memutar bola matanya dengan malas tapi dirinya tidak bisa pungkiri ada perasaan asing. Menurutnya bahwa di depannya bukan Pangeran Mahkota Alarick yang asli.
Awalnya Lois sudah curiga mendengar semua perubahan yang terjadi pada Pangeran Mahkota Alarick. Ketika pertama kali mereka bertemu ada sesuatu yang menarik di mata Lois kepada Pangeran Mahkota Alarick.
" Sepertinya aku harus mencari tahu nya sendiri...
__ADS_1
Countine...