Become A Mother

Become A Mother
Surat Sebagai Seorang Ayah


__ADS_3

Kaisar Alarick memasuki ruang kerja Ayahanda nya atau sekarang sudah menjadi miliknya. Ruangannya seperti belum terlalu banyak di bereskan terbukti masih ada beberapa barang mendiang Kaisar Wiliams masih ada di atas meja.


Kaisar Alarick berjalan mendekati meja kerja tersebut dan melihat sekelilingnya sampai matanya tertuju ke arah sebuah surat perkamen yang di lipat rapi. Tangan nya langsung meraih surat tersebut dan membuka lipatan nya sebelum membacanya.


Jika ada seseorang yang sudah membacanya di yakini bahwa aku sudah mati.


Tapi bukan itu masalahnya menurutku jika aku mati pastinya bisa bertemu dengan wanita yang sangat ku cintai dan meminta maafnya karena telah gagal melindunginya bahkan membuat putera kita membencinya.


Aku juga ingin mengucapkan selamat kepada putera tertua ku yang sekarang sudah menjadi Kaisar. Memang ini pertimbangan yang cukup sulit untuk memilihnya sebagai Kaisar mengingat sifatnya yang cukup merugikan kekaisaran.


Sebenarnya aku ingin memberikan mahkotaku kepada Lois putera kebanggaan ku yang telah mencetak prestasi di perang-perang melawan sekutu dan membawa kemenangan bagi kekaisaran.


Sayangnya Lois sekarang sudah memutuskan untuk keluar dari istana dan memilih hidup bersama wanita yang bernama Aliesa.


Awalnya aku ragu mengingat Aliesa dulunya sangat menyukai Alarick dan takutnya Lois merasakan sakit hati jika saja Aliesa hanya memanfaatkan nya saja.


Bahkan aku menyesal telah merestui Alarick menikahi seorang wanita ular sebagai Puteri Mahkota nya. Tapi yang ku dengar sebelum aku melemah bahwa Alarick sudah menceraikannya dan melemparnya ke penjara atas kejahatannya.

__ADS_1


Setidaknya beban ku sudah lepas secara perlahan melihat bahwa anak-anak ku sudah mulai memperbaiki hubungannya, dan aku sangat bahagia melihat Lois yang sudah tampak bahagia bersama keluarga kecilnya.


Tinggal kalian berdua Alarick dan Madeleine ayah harap kalian bisa memiliki kebahagiaan suatu hari nanti.


Terima kasih karena telah menjadi ayah kalian.


^^^*Kaisar Wiliams ^^^


PS: Surat ini bukan seperti antara Kaisar dan Pangeran dan Puteri. Melainkan sebagai ayah kalian*.


Mungkin mendiang kaisar Wiliams sedikit mirip dengannya sama-sama menyia-nyiakan wanita yang luar biasa.


Ceklek...


" Padahal aku sudah mencari kakak kemanapun ternyata kau berada di sini." ucap Madeleine yang berdiri di depan pintu.


Kaisar Alarick melipat surat itu sebelum membalikan badannya.

__ADS_1


" Jadi ada apa kau menemui ku Madeleine bukannya seharusnya kau bermain dengan keponakan mu itu?" tanya Alarick sambil mengangkat sebelah alisnya.


Puteri Madeleine hanya diam sebelum berlari ke dalam pelukan Kaisar Alarick kakaknya. Selama ini dia sangat merindukan bersama kakak kandungnya meskipun sudah ada Lois yang merupakan kakak tirinya. Tapi ia ingin mereka selalu bersama bertiga.


Kaisar Alarick yang melihatnya terlihat bingung sebelum membalas pelukan Puteri Madeleine yang sudah dianggap sebagai adiknya.


" Jadi mengapa kau tiba-tiba saja memelukku Madeleine. Apa kau masih bersedih dengan kematian ayah?" ucap Alarick yang berusaha berbicara tenang mengingat sekarang pastinya Puteri Madeleine terpukul.


Puteri Madeleine menggelengkan kepalanya di dada Kakak nya.


" Tidak aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah berubah. Terima kasih karena telah menjadi kakak ku yang selama ini ku inginkan, dan terima kasih telah berbaikan dengan kakak Lois." ucap Madeleine kepada Kaisar Alarick.


Mendengar itu Kaisar Alarick cukup terkejut sebelum tersenyum tipis.


" Sama-sama, dan...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2