
Setelah merasa siap Aliesa langsung membuka toko kuenya. Ketika membuka pintu ada beberapa orang yang sepertinya penasaran dengan promosi yang dirinya tawarkan.
" Nona apa benar kita beli kue satu gratis satu?" tanya salah satu wanita dari kalangan rakyat.
" Betul Nona silahkan jika ingin di coba untuk hari ini dan selama dua hari kedepannya kami akan memberikan penawaran setiap beli kue satu akan saya beli satu lagi." ucap Aliesa sambil mempersilahkan orang-orang itu masuk.
Langsung saja beberapa orang tadi masuk ke dalam karena menurut mereka ini merupakan promosi yang langka di zaman ini. Aliesa langsung melayani mereka dengan ramah selama beberapa jam pelanggan semakin banyak mengingat ada beberapa bangsawan yang datang ke tokonya membeli roti. Untung saja Flora ikut membantu untuk mengantarkan kue ke meja membuat Aliesa merasa sedikit lega.
Tidak sampai setengah hari kue-kue nya habis dan Aliesa memutuskan untuk menutup tokonya karena untuk hari ini ia akan mencari beberapa karyawan membantunya di bagian kasir.
Setelah membersihkan meja dan etalase Aliesa langsung menghampiri Flora yang sedang memainkan bonekanya di anak tangga.
" Flora mau ikut Mama ke kota tidak?" tanya Aliesa kepada Flora.
Flora langsung menghentikan mainnya sambil menggangguk kepalanya.
__ADS_1
" Kalau begitu sekarang Flora bersiap-siap dan mengganti gaun lihatlah gaunmu sekarang sudah banyak noda tepung." ucap Aliesa sambil menunjuk noda tepung di bagian rok yang gaun di gunakan Flora.
" Hehe... baiklah Mama." ucap Flora langsung menaiki tangga.
...****************...
" Jadi sekarang kita mau beli apa Mama?" tanya Flora yang sekarang sudah berada di tengah kota ia bisa melihat banyaknya kereta kuda yang melintas dan banyaknya orang-orang yang berlalu lalang.
" Kita akan membeli...." jeda Aliesa ketika mendengar suara orang yang marah-marah.
Karena merasa penasaran Aliesa ingin ke saja tapi jika dirinya bawa Flora ini akan membahayakannya. Tetapi karena tidak ada jalan lain Aliesa memutuskan untuk mengajak Flora untuk melihatnya.
" Baik Mama. Flora tidak akan melepaskan genggamannya." ucap Flora sambil tersenyum manis.
Kemudian Aliesa langsung menghampiri kerumunannya dan bertapa terkejutnya ia melihat seorang perempuan remaja terbaring tergeletak di tanah dengan luka di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
" Tuan apa anda bisa membantu saya untuk mengangkatnya ke toko saya." ucap Aliesa yang meminta bantuan kepada seorang pria yang merupakan pedagang.
" Maaf saya Nona, saya tidak bisa karena tidak mungkin meninggalkan dagangan saya." ucap nya yang menolak membantu.
Aliesa yang melihatnya hanya menampilkan senyum kecut karena sifat orang zaman ini saja saja seperti tempat tinggalnya dulu.
" Jadi, apa yang harus kita lakukan Mama?" tanya Flora.
Mendengar pertanyaan Flora membuat Aliesa kebingungan sampai dirinya merasakan sebuah tepukan di bahu nya. Membuat Aliesa mengalihkan pandangannya dan ia bernafas lega karena orang itu yang sama di temuinya di festival.
" Apa ada yang bisa dibantu?" tanya Lois sambil memperhatikan ekspresi kebingungan Aliesa.
" Syukurlah aku meminta bantuan untuk mengangkat tubuh perempuan ini ke toko. Aku kasihan melihatnya luka-luka seperti ini." ucap Aliesa sambil memandang tubuh perempuan itu.
Lois tersenyum dibalik jubah dan topeng yang di kenakannya. Padahal niatnya ke kota untuk memantau kerjanya saja tapi sepertinya ini hari keberuntungan nya bertemu dengan wanitanya dan anaknya, dan dirinya merasa bangga melihat sifat kebaikan dari wanitanya.
__ADS_1
" Melihat mu seperti membuatku tidak sabar membawamu ke istana." batin Lois sambil menyeringai.
Countine...