
Keesokan harinya ketika Lois membuka matanya ia merasa bebannya sedikit ringan. Walaupun masalah yang di hadapi belum selesai juga. Senyumannya terbit ketika melihat di sampingnya terdapat Aliesa yang sedang tertidur lelap. Lois menyandarkan tubuhnya sambil tangannya mengelus rambut Aliesa.
Aliesa yang merasa ada sesuatu di kepalanya membuka matanya. Melihat Lois yang sedang memperhatikannya dengan tatapan penuh cinta. Dalam hati perasaan bahagia Aliesa tidak dapat dihitung kembali saking banyaknya apa yang ia dapatkan selama berada di sini. Terutama di sini dia mendapatkan cinta dari suami dan anak yang selama ini ia inginkan.
" Selamat pagi, Lois." sapa Aliesa sambil menerbitkan senyumannya.
Lois yang mendapat sapaan Aliesa terkadang masih tidak menyangka bahwa ini bukan mimpi.
" Selamat pagi, apa tidurmu nyenyak?" tanya Lois sambil membantu Aliesa untuk bersandar dengannya.
Aliesa bisa mendengar suara dengungan jantung Lois yang berdetak kencang, Mungkin menyandar di dada Lois merupakan hal kesukaan barunya.
" Hn... sangat nyenyak. karena ada dirimu." ucap Aliesa manja.
Sampai Lois yang mendengarnya tertawa pelan. Menurutnya melihat sifat manja Aliesa sungguh suatu pemandangan yang langka. Mengingat bahwa Aliesa merupakan tipe wanita mandiri dan tidak suka bergantung kepada orang lain termasuk dirinya. Tapi syukurlah sifatnya sedikit berubah setelah makan malam kemarin saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Ingin sekali dia menghabiskan sepanjang hari ini untuk memanjakan wanitanya dan saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Sayangnya hari ini tidak akan tertuju mengingat bahwa hari ini dirinya harus bertemu dengan Kaisar di pengadilan mengenai statusnya barunya.
Lois memeluk Aliesa dengan erat sambil meletakkan kepalanya untuk menyandar di bahunya. Aliesa yang melihatnya tertawa dengan sikap manja Lois sambil mengelus rambutnya dengan lembut seperti yang dilakukan Lois sebelumnya.
" Rasanya aku ingin sekali menghabiskan waktu bersamamu dan Flora sepanjang hari ini." ucap Lois dengan suara pelannya.
Aliesa yang mendengarnya dengan baik-baik sebenarnya dirinya juga ingin menghabiskan waktu bersama Lois juga. Tetapi mengingat ada pertemuan dengan Kaisar mereka harus menundanya.
" Lagipula kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama lain kali. Bagaimana kalau sekarang kau bersiap-siap untuk segera pergi ke istana." ucap Aliesa yang menyuruh Lois turun dari ranjangnya.
Akhirnya dengan berat hati Lois turun dari ranjang. Aliesa yang melihatnya bernafas lega sebelum tiba-tiba saja dia terpekik karena Lois menggendong nya.
" Apa yang kau lakukan Lois." ucap Aliesa dengan wajah memerah marah bercampur malu.
" Hehe...karena masih ada waktu sebelum aku pergi ke istana lebih baik. Kita menghabiskan waktu bersama." ucap Lois sambil tersenyum miring dan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Aliesa hanya diam tidak tahu harus melakukan apa karena sekarang pikirannya tertuju ke malam itu.
" Astaga, apa kita akan melakukan nya lagi." batin Aliesa sambil menutupi wajahnya dengan tangan.
...****************...
Pangeran Mahkota Alarick sedang berjalan menuju ke ruang makan. Awalnya dia ingin menghabiskan waktu sarapan nya di ruang kerjanya seperti biasanya tetapi karena perintah Kaisar mutlak membuatnya tidak bisa lagi menolak.
Sampai di ruang makan sudah lengkap dengan kehadiran Kaisar Wiliams, Ratu Rieta, dan Puteri Mahkota Annika.
Pandangan Pangeran Mahkota Alarick tertuju ke sebuah benda yang ada di leher Puteri Mahkota Annika dan memandangi nya dengan curiga.
" Apa benda itu yang di maksud Arthur semalam....
Countine...
__ADS_1