
Aliesa yang mendengarnya menggangguk kepalanya seketika sebuah memori memasuki pikirannya lagi.
Ia menyadari bahwa Aliesa asli memberikan ingatannya secara bertahap-tahap agar jiwanya tidak menerima penolakan dari tubuh.
Puteri Madeleine adalah anak Kaisar sekaligus adik tiri dari Pangeran kedua. Aliesa mengingat bahwa Puteri Madeleine sangat suka menghabiskan waktunya di kediaman Duke Christopher atau istana Selir saat kecil. Sebab Ratu Rieta lebih memfokuskan kasih sayangnya kepada Pangeran Mahkota dan tidak terlalu mempedulikan Puteri Madeleine.
Sampai Puteri Madeleine tumbuh dengan haus kasih sayang bahkan Ayahnya sendiri jarang sekali menghabiskan waktu bersamanya.
Sedangkan Puteri Madeleine yang melihat Flora seketika mengingat masa kecilnya yang bahagia sekaligus menyakitkan karena ia harus kehilangan dua orang yang sangat ia sayangi.
Dirinya mengingat ketika penasaran karena Kaisar selalu keluar istana setiap malam dan kembali saat pagi untuk mengerjakan pekerjaannya.
Karena tidak bisa menutupi rasa penasarannya akhirnya Puteri Madeleine mengendap-endap mengikuti Kaisar Wiliams yang saat itu seperti biasa nya pergi dari istana sehabis makan malam.
__ADS_1
Sampai Puteri Madeleine menemukan dimana Ayahnya Kaisar Wiliams sedang tertawa bahagia bersama Selir Aurora dan Pangeran kedua. Puteri Madeleine yang melihatnya saat itu merasa sedih sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan air matanya yang mau tumpah.
Tetapi Selir Aurora yang menyadari keberadaannya langsung menghampirinya. Membuat Puteri Madeleine kecil yang saat itu baru berusia 4 tahun ketakutan dengan perlahan memundurkan langkahnya. Ketika merasa Selir Aurora sudah berada di hadapannya ia langsung menutup mata nya mengira bahwa dirinya akan mendapatkan pukulan lagi karena tidak sopan mengikuti Ayahnya.
Sampai tepukan halus dan lembut membuat Puteri Madeleine membuka matanya. Pandangannya langsung tertuju ke arah Selir Aurora yang memberikannya senyuman hangat dan tulus untuk pertama kalinya.
" Selamat sore Puteri kecil mengapa anda bisa tersesat di sini seharusnya anda berada di dalam istana. Mengingat cuaca sekarang dingin?" tanya Selir Aurora dengan lembut.
" Ele cuma ingin mengikuti Ayahanda karena setiap malam beliau selalu pergi, dan Ele sendirian karena Ibunda lebih menyayangi Kakak." ucap Puteri Madeleine sambil menundukkan kepalanya lesu.
Selir Aurora yang memiliki sifat yang penyayang dan suka anak-anak langsung memeluk Puteri Madeleine dengan lembut dan mengajaknya untuk meminum cokelat panas bersama-sama.
Sejak pertemuan itu akhirnya Puteri Madeleine bisa merasakan kasih sayang dari Selir Aurora, kakak tirinya, dan bahkan Ayahanda nya yang awal cuek dengannya sering mengajaknya untuk menghabiskan waktu bersama-sama di istana Selir.
__ADS_1
Kenangan yang indah tidak bisa dilupakan, kenangan yang membuat nya bahagia, kenangan yang mendapatkan sebuah kasih sayang diidamkan selama ini.
Mengingat semua itu Puteri Madeleine berasa ingin mengeluarkan air matanya merindukan kasih sayang dari ibu tirinya. Meskipun sekarang dia mendapatkan perhatian dari ibu kandungnya. Tetapi dia tidak bisa melupakan kebaikan apa yang diberikan Selir Aurora kepadanya. Dirinya merasa berhutang budi dengan Selir Aurora.
" Hah...aku tidak bisa melupakan kenangan itu." gumam Puteri Madeleine yang melihat interaksi hangat Aliesa dan Anaknya.
" Lady Aliesa apa anda bisa meluangkan waktu sebentar, saya ingin membicarakan beberapa hal kepada anda." ucap Puteri Madeleine yang mengundang Aliesa.
Aliesa yang mendengarnya hanya terdiam berpikir sejenak.
" Baiklah." ucap Aliesa dengan pasrah sekaligus penasaran dengan apa yang Puteri Madeleine akan katakan sesuatu kepadanya.
Countine...
__ADS_1