Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Pertemuan keluarga.


__ADS_3

Episode 100 : Pertemuan keluarga.


***


Saat semuanya tengah menunggu Kiara ....


“Ah, maafkan saya, saya terlambat, tadi saya sedang mengerjakan tugas kelompok jadi saya membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai,” hanya beberapa detik setelah ayah Bian menanyakan Kiara, Kiara sudah datang dengan dress yang tersedia di lemari yang sudah disiapkan oleh Alexander untuk Kiara.


Dress itu tertutup, panjangnya sampai betis Kiara, design nya mewah tetapi tidak norak.


'Itu kan rancangan Chenal yang hanya ada dua di dunia, bagaimana dia bisa mendapatkan itu? sialan! Kau sengaja ya mau mengalahkan aku lagi! perempuan murahan!' geram Bella dalam hatinya begitu murka saat melihat Kiara terlihat sangat cantik.


Padahal riasannya sederhana, dia merasa Kiara hanya ingin mengalahkannya saja, bahkan di malam saat tanggal pernikahannya hendak diumumkan.


Kiara berjalan duduk disamping ibu angkatnya, dimana kursi kosong yang sepertinya disiapkan untuk dirinya, “Kenapa kau terlambat? Apa kau mau mempermalukan keluarga kita?” bisik ibunya sembari menekan dan mencubit pinggang Kiara secara sembunyi-sembunyi.


“Ma … maafkan aku Ibu,” balas Kiara pelan sembari tersenyum menyapa semua keluarga Bian yang datang, dia tidak menunjukkan rasa sakit yang baru saja ia rasakan dari cubitan ibunya.


Setelah kedatangan Kiara, akhirnya makan malam keluarga mereka dimulai, semuanya tertawa, bercanda dan memamerkan harta masing-masing.

__ADS_1


Seperti biasa, Kiara akan merasa terasing, merasa jika dirinya bukan bagian dari keluarga ini, dia hanya tersenyum saat ada seseorang bercanda atau merespon dengan ramah jika ada yang menanyakan mengenai perkuliahannya.


Kiara teringat, dahulu jika keluarga mereka bertemu atau makan malam dengan keluarga Bian dahulu, dia akan sembunyi-sembunyi dengan Bian dan kabur untuk bisa bermain-main dengan sesuka mereka.


Disaat semuanya sedang berbicara panjang lebar, semuanya sibuk dengan tawa mereka yang lebar, waktu seperti berjalan lambat dan mata Kiara menuntunnya melihat tepat kearah Bian, hanya sepersekian detik dia melirik kesana, ternyata Bian sudah menatapnya sedari tadi.


Sejak awal Kiara sampai, sejak Kiara duduk dan berpura-pura tersenyum, Bian memperhatikan semuanya itu.


Semua itu tampak familiar, membuat Kiara semakin ingin melarikan diri, semua itu mengingatkan Kiara pada perasaannya terhadap Bian, sekarang ini dia hanya ingin kabur saja.


Kiara segara menunduk, mengeratkan gaunnya dan hampir saja meneteskan air matanya.


Hati seorang gadis yang terluka terus menerus, tidak ada yang melihat dan peduli, kebebasan, perasaan dan harga dirinya secara tidak langsung telah direnggut oleh keluarganya sendiri, hanya karena dia tidak memiliki hubungan darah dengan satupun orang di ruangan ini, dia diasingkan seperti biasanya.


“Ting … Ting … Ting!”


Ayah Bian akhirnya berdiri, membunyikan gelas wine nya dengan sebuah spatula kecil, dia tersenyum ramah seperti yang biasa ia lakukan, dia melihat ayah Bella dan tertawa.


“Akhirnya tujuanku untuk berbesan dengan salah satu sahabatku tercapai juga,” seru ayah Bian membuat semua orang yang ada di ruangan itu tersenyum.

__ADS_1


“Ayo, berdirilah, kita akan menjadi keluarga, jadi sebaiknya kita umumkan tanggalnya bersama,” seru ayah Bian meletakkan gelas wine nya dan meraih tangan sahabatnya ini.


Semua orang lagi-lagi tertawa kecil melihat itu, melihat betapa pertemanan keduanya sangat tulus dan manis.


Keduanya akhirnya mengumumkan tanggal pernikahan antara Bian Agler dan Bella, hanya dalam satu bulan lagi, keduanya akan menikah.


Semua orang bersorak dan menyelamati keduanya.


.


.


.


Guys si Bian sama si Kirana tuh udah saling suka dari kecil, melupakan ga semudah membalikkan telapak tangan, jika kalian merasa Kiara bodoh, tidak apa-apa karena aku sebenarnya tidak bisa memuaskan setiap orang yang membaca karya ku.


Sebab disegala sisi masih penuh kelemahan.


Terimakasih semuanya 🙏🤍

__ADS_1


__ADS_2