
Episode 90 : Seperti perkumpulan mengerikan.
***
Disaat yang sama,
Layla yang yakin dengan perasaannya mulai risau, dia sudah berada di bandara sekarang, hendak melakukan pengobatan penyakitnya.
Dia kemudian menghubungi seseorang, berbicara begitu serius dan sesekali menunduk sedih.
Dia tidak boleh kehilangan Alexander, tidak sampai waktunya tiba, rasa cinta yang kuat dan tulus masih mengambil alih dirinya.
Dia masih ingin sekali lagi merasakan cinta dari Alexander, merasakan hangatnya pelukannya dan hangatnya cara dia berbicara.
“Kiara, kau tidak mendengar apa yang aku katakan, kau sepertinya bukanlah seseorang yang bisa diperingati dengan kata-kata, apa boleh buat, aku harus merebut milikku dengan cara apapun!”
Layla sudah meneguhkan hatinya, apapun yang sebenarnya sedang ia rencanakan, dia yakin Alexander akan kembali padanya.
Sebelum semuanya terlambat, Layla harus mengembalikan Alexander ke dalam pelukannya.
***
Sedangkan Kiara dan Alexander sekarang sudah sampai di markas rahasia Alexander.
Kiara adalah wanita pertama yang dibawa oleh Alexander ke markas ini.
Semua keamanan berlapis dan cara mereka menghormat pada Alexander bagaikan tentara menghormat komandannya membuat Kiara sedikit takut.
Dia bersembunyi dibalik tubuh bidang Alexander, layaknya seorang kelinci yang bersembunyi dari predatornya sendiri.
***
Pemandangan yang sedang dilihat oleh Kiara seperti bukan hal yang nyata, dia seperti berada dalam sebuah film aksi, dimana banyak anggota berpakaian rapih menundukkan kepala mereka dihadapan bos mereka.
Kiara beberapa kali menelan salivanya karena merasa takut dan gugup, dia belum pernah melihat wajah-wajah menyeramkan dan bringas yang sedang menunduk kearah mereka.
“Sebenarnya apa pekerjaan lelaki ini? Bukannya dia pebisnis? Kenapa banyak sekali orang seram disini, seperti komplotan mafia yang seram!”
__ADS_1
Kiara semakin bingung dan bertanya-tanya sebenarnya apa profesi Alexander Grey, mengapa setiap dia pergi atau ke suatu tempat selalu ada pengawal yang terlihat menyeramkan dan tegas.
“Kenapa Bos membawa perempuan itu?”
Fin merasa ada yang janggal dengan Alexander, belum pernah Alexander membawa seorang perempuan ke markas mereka.
Rasanya Fin merasa kurang nyaman, seolah Alexander sedikit melembek ke wanita itu, dan dia tidak suka melihat Bosnya yang memang terkenal bringas lembut kepada orang lain.
“Bos, kenapa dia ada disini?” Fin tentunya langsung datang dan menanyakan hal itu pada Bosnya.
Mendengar dia dibahas oleh rekan Alexander Grey membuat Kiara terperanjat dan semakin menarik baju Alexander dari belakang, bersembunyi dibagian belakang tubuh Alexander sampai tubuhnya tidak terlihat.
“Heh, dasar gadis penakut!” Alexander tertawa geli melihat sikap lucu Kiara.
“Hanya sebentar, dia akan aku bawa mengikuti latihan bulanan anggota, dia memiliki kebodohan tingkat atas juga tidak bisa membela dirinya, jika dibiarkan akan mencemari namaku, jadi dia harus dilatih bela diri disini sampai ia bisa!” ketus Alexander berjalan dan diikuti oleh Kiara seperti perangko di tubuh Alexander.
“Be … bela diri? Sejak kapan aku setuju melakukan hal itu? Aku tidak mau!” Kiara membisik sembari berlari kecil mengikuti langkah kaki Alexander sembari menempel di tubuh belakangnya.
“Kau mau menolak? Kau dengar kan? Ini bukan demi kau, ini demi nama baikku, kau juga tahu tidak akan bisa menolak, jadi diam saja dan lepaskan aku, kau terlalu dekat seperti perekat!” balas Alexander masih senyam senyum ceria, tidak dilihat oleh Kiara tetapi tentu saja dilihat oleh para anggotanya termasuk Fin dan Sin.
“Wohoo! Sepertinya akan ada yang kalah taruhan nih!” seru Sin ikut berdiri sedari tadi menyambut bosnya.
“Baiklah baiklah, semuanya hormat pada Bos kita!” seru Sin membuat semuanya yang berkumpul begitu ramai di gedung besar atau markas Alexander Grey itu menunduk serempak.
Hal itu membuat bulu kuduk Kiara naik semua, dia bahkan melompat sedikit saat mendengar gerakan serempak para orang-orang menyeramkan yang sedang menunduk pada Alexander Grey.
Setelah penghormatan yang formal dan seperti adegan di film itu usai, Alexander memanggil salah satu anggotanya dengan menggerakkan telunjuk jarinya.
“Bawa dia ke ruangan latihan, aku akan segera kesana!” perintahnya pada anggotanya itu agar membawa Kiara ke ruangan latihan sampai mereka selesai membicarakan penting sebentar.
“Baik bos!'’ serunya menunduk pada Alexander Grey dan sekarang anak buahnya itu melangkah ke arah belakang Alexander dan menunduk hormat juga untuk mengajak Kiara pergi.
“A … Alexander, aku takut, jangan biarkan aku pergi, bagaimana jika ….” Kiara memelas dan mencoba memohon pada Alexander Grey, dengan suaranya yang memelas, walau pelan tetapi langsung bergema karena ruangan begitu tertib dan sunyi.
Fin dan semua anggota menyeramkan itu langsung melihat kearah Kiara dengan mata yang sangat tajam, seolah hendak menghabisi Kiara karena berani berbicara seperti itu pada Alexander Grey, Bos yang mereka sangat hormati.
Sebelum melanjutkan lagi ucapannya, Kiara langsung melepaskan cengkeramannya di jas Alexander dan tersenyum kaku, wajahnya sangat tegang.
__ADS_1
"Ba … baiklah, aku pergi, selamat tinggal!" dengan sikap yang tiba-tiba menjadi formal dan kaku, Kiara menunduk hormat, seolah tanda perdamaian pada semua mata menyeramkan yang menyorotinya tadi.
'ial sial! Sebenarnya dia sedang syuting drama atau apa? Kenapa ini seperti perkumpulan mengerikan yang bisa melenyapkan manusia dan tidak ketahuan? Seram sekali, apalagi mata mereka yang memandangiku, hiks!'
Kiara tidak berani melihat sekitar dan hanya menunduk melihat kaki anggota Alexander yang berjalan menuntunnya ke ruangan dekat aula utama, yaitu tempat latihan para anggota Alexander Grey.
“Pfft, dia lucu sekali, cara jalannya benar-benar seperti siput!” seru Alexander tersenyum geli.
Di tengah-tengah ruangan yang sedang terdiam, semua orang syok dan tidak menyangka seorang Alexander Grey tersenyum begitu ramah dan manis, hanya karena melihat gadis tadi berjalan ketakutan.
Semuanya menjadi waspada, mereka tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi atau menimpa bos mereka, bagi mereka wanita adalah penghancur yang bisa merubah sikap lelaki tangguh sekalipun, mereka tentunya tidak mau bos mereka menjadi lembek, entah itu kepada wanita tadi sekalipun.
Menyadari semua mata melihat kearahnya dengan tatapan terkejut dan tegang, Alexander baru sadar jika ucapannya tidak ia ucapkan dalam hati melainkan terucap secara langsung.
“Ehem! Apa yang kalian lihat!” ketus Alexander mengangkat dagunya dan sekarang sudah duduk di kursi kebesarannya.
Kemudian hanya dalam beberapa saat ekspresi wajah yang tadi merona dan ceria berubah menjadi dingin dan serius, tandanya Alexander sudah fokus memulai pertemuan ini.
Melihat ekspresi Alexander, semuanya menjadi semakin kondusif, mereka sedang berhadapan dengan komplotan yang sepertinya bekerjasama dengan komplotan yang lain dan lebih besar.
Karena itulah pertemuan ini dilakukan, karena sepertinya Yuza menemukan fakta yang baru, juga Fin dan Sin menemukan kejadian mengerikan dari perkumpulan keluarga Serge dan niat mereka menguasai lahan yang baru saja diambil alih oleh Alexander Grey.
***
Di waktu yang sama di markas keluarga Serge,
George Serge sedang bertemu kepala keluarga dan seorang pejabat pemerintahan dengan jabatan tinggi di markasnya, mereka sedang membicarakan mengenai bisnis mereka yang sedikit terusik karena perkumpulan Grey, yang sekarang dipimpin oleh Alexander Grey.
“Hahaha! Keluarga Grey, mereka terlalu tamak, anak muda itu tidak belajar dari kejadian kakeknya, haruskah dia merasakannya seperti kakeknya? Anak itu terlalu sombong, mengusik sesuatu yang tidak seharusnya diusik!” geram ketua keluarga misterius itu sembari tertawa.
Sepertinya sesuai dugaan Alexander Grey, kasus ini lebih besar dan kompleks dibandingkan apa yang ia bayangkan, sepertinya Alexander sedang bukan hanya melawan keluarga Serge tetapi perkumpulan elit baik itu dari kalangan atas ataupun pemerintah.
Kenapa? Jawabannya belum ditemukan tetapi Alexander akan tumbuh dan akan bangun dari kejadian ini.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa berikan like dan komentarnya terimakasih