
Episode 118 : Kenakalan Alexander Grey.
***
Kiara masih tidak mau menanggapi, dia juga masih kesal, bagaimana mungkin lelaki ini sungguh mempermainkan dirinya seperti ini.
Bahkan bermesraan dengan wanita lain hanya beberapa saat setelah pengakuan rasa sukanya, benar-benar lelaki yang tidak bisa dipercaya.
Melihat Kiara yang jelas-jelas belum tidur membuat Alexander Grey berniat mengerjai Kiara.
Dia sudah susah payah membebaskan diri dari Sarah Serge, dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan sesuatu.
Dengan menuntut Alexander Grey menarik Kiara kedalam pelukannya, dia mendekat sampai nafasnya terasa di wajah Kiara.
"Sayang, aku tidak bercanda, jika kau belum membuka matamu, aku sungguh akan menghabisimu disini sampai pagi, sampai kau tidak berdaya, jika kau tetap diam maka itu adalah kode persetujuan darimu,"
Bisikan Alexander Grey sungguh menggema dan membuat Kiara tiba-tiba merinding, cengkeraman tangan Alexander terlalu kuat untuk tubuhnya, tanpa sadar dia sedikit mengeluarkan suara secara spontan.
"Hmm," suara desahaan ringan yang secara tidak sadar keluar dari mulutnya.
"Hehe, apakah kau suka? saat aku menyentuhmu, desahaan mu sangat enak didengar ...."
"Lagi sayang," bisik Alexander entah mengapa merasa gairahnya memuncak hanya dengan mendengar suara pelan dari Kiara.
'Aduh, malu nya aku, tidak boleh! dia tidak boleh melakukan itu sesuka nya, walaupun aku tidak bisa berbuat apa-apa tapi setidaknya aku harus menolak! enak saja dia mau enaknya saja!' ketus Kiara langsung mendorong Alexander menjauh.
"Aku memang belum tidur, tapi aku mau tidur, tolong jangan menggangguku," balas Kiara dengan wajah kesalnya.
Pipinya sedikit merah dan wajah ngambek nya terlihat sangat imut sampai membuat Alexander berdebar karena wajah itu.
"Sayang, apakah kau cemburu melihat aku tadi dengan wanita itu?"
"Kenapa kah kelihatan marah sekali?" tanya Alexander Grey masih mendekat.
Meraih tangan Kiara dan menarik Kiara hanya dalam satu tarikan agar masuk kedalam dekapan nya lagi.
"Cemburu? untuk apa aku cemburu? aku tidak punya hak, dan juga aku tidak mau memikirkan hal rumit seperti itu, jadi tolong jangan mengaitkan aku dengan hubungan aneh mu dengan para wanita wanita itu," Kiara berbicara sembari mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Mendengar ucapan ketus dan seolah tidak peduli sungguh membangkitkan amarah Alexander Grey.
Mungkin Kiara telah lupa, jika lelaki yang sedang mendekapnya ini adalah lelaki yang tidak pernah di tolak dan sangat tidak suka di tolak.
"Sayang, coba katakan sekali lagi? kau tidak peduli? bahkan setelah aku mengatakan perasaan ku padamu?" dengan nafas berat dan geraman yang menekan, Alexander mencengkram kedua pipi Kiara.
Menuntut wajah Kiara agar menghadap kearahnya, saat itu Kiara akhirnya melihat mata menyeramkan Alexander lagi, mata tajam yang membuat bulu kuduk naik.
"Dengar gadis kecil, kau sudah menjadi milikku! yang artinya kau harus marah dan cemburu saat aku bersama wanita lain!"
"Seperti aku hampir gila melihat mu dengan lelaki lain, oh ataukah kau masih menyimpan perasaan dengan lelaki bajingan itu? apakah kau mau lihat bagaimana aku menghancurkan dia?"
Ancaman mengerikan dan perkataan yang membuat Kiara ketakutan, dia lupa dia sedang ada dalam kurungan monster yang bisa marah kapan saja seperti Alexander Grey.
Kiara hanya terdiam, membalas tatapan Alexander Grey, matanya yang sayu dan mulut yang tertutup, selalu membingungkan Alexander tentang apa sebenarnya yang ada di pikiran Kiara saat ini.
Dengan nafas berat dan cengkeraman yang kuat, Alexander memberikan ciuman yang menuntut, menggigit dan bermain dengan ciuman nya.
Bisa terlihat bagaimana mendominasi Alexander dengan hal seperti ini.
Kiara yang merasa aneh juga entah mengapa mengikuti alur dan permainan Alexander Grey, tetapi sesaat kemudian dia menangis.
"Kau bebas mengakui wanita lain sebagai calon istrimu, bermesraan dengan wanita yang lain, kau juga bebas bersama siapa saja, tapi aku...."
Sembari menarik nafas panjang dan sesenggukan, Kiara melanjutkan ucapannya.
"Aku, aku hanya pernah melakukan hal seperti ini denganmu, kau membuat aku seperti wanita yang tidak bernilai, aku tidak mau selamanya menjadi simpanan mu, sampai kapan kau akan menjatuhkan harga diriku?"
Kiara menangis dengan hebat, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Sebenarnya dia sangat marah saat melihat Alexander bersama wanita lain, tetapi karena posisinya yang tidak jelas juga temperamen yang mengerikan dari Alexander, Kiara sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menyatakan kekesalannya.
Dan selalu hanya bisa berdebat dan membela dirinya di dalam hatinya saja.
"Sayang ... aku sudah menyatakan perasaan ku, aku memiliki urusan yang tidak bisa aku ceritakan, wanita tadi bukan calon istri ku, aku juga tidak mau menikah, tadi aku hampir mengusirnya tapi karena aku masih memiliki kepentingan aku jadi menahan diriku,"
"Juga, aku langsung pulang dengan cepat, aku juga tidak mengambil hadiah darinya, aku membuangnya,"
__ADS_1
"Jangan menangis, kau bukan wanita murahan, kau wanita yang berharga karena itu aku tidak mau melepaskan mu, jadi jangan menangis lagi ya ...."
Alexander yang berlaku terlalu keras dan suka lupa diri menahan emosinya mengusap wajah Kiara yang sudah menangis dengan hebat itu.
Alexander merasa jika Kiara pasti takut karena ancamannya.
"Yasudah aku tidak menangis tapi lepaskan aku dan biarkan aku tidur," ketus Kiara masih marah, dia ingin segera tidur.
Tetapi Alexander yang sudah senang mendengar ucapan Kiara, tidak mau melepas Kiara.
Menurut Alexander, yang dikatakan oleh Kiara sedari tadi adalah ungkapan cemburu dari Kiara, dan itu membuat Alexander sangat senang sampai kemarahan yang tadi sudah melekat hilang tak berbekas.
"Tidak mau, wanita ku harus tidur dalam pelukan ku, dan kau adalah satu-satunya wanitaku!"
"Kenapa aku harus melepaskan mu?" seru Alexander malah mendekap Kiara semakin kuat.
'Heh, aku yang bodoh sih, berharap lelaki ini bisa berpikir normal, ah masa bodoh lah, tidur saja daripada dia melakukan hal aneh lagi,' benak Kiara tidak mau pusing dan akan tidur saja.
Tetapi belum juga memejamkan mata, dia merasakan ada yang mengeras dibawah sana, nafas Alexander juga terasa berat di tengkuknya.
Lalu terdengar suara hangat dan mendebarkan di telinga Kiara.
"Sayang, apakah kau belum siap melakukan nya lagi, kau tahu, aku sangat ingin sekarang, aku sudah menahannya," dengan suara berat dan nafas yang hangat, Kiara dibuat terkejut nun jantung nya berdegup cepat sekali.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung nya seperti mau keluar saking cepatnya ia berdetak.
Tangan Alexander sudah menjelajah di pundak Kiara, nafasnya semakin berat dan pelukannya semakin kencang.
"Malam ini bisa kan? aku mau kamu?" bisik Alexander menarik baju Kirana agar menunjukkan tubuh polosnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan like lupa komentar membangun nya yaa, stay safe and healthy everyone. Lope you