Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 220 : Misi terakhir.


__ADS_3

S2. Episode 220 : Misi terakhir.


***


"Hmmm? ayahmu? desa?"


"Sangat aneh, banyak desa yang sudah aku hilangkan, aku tidak ingat mereka semua yang menangis memohon ampun untuk nyawa mereka ..." balas Goran santai sekali.


Seolah dia sedang tidak membahas nyawa manusia sekarang ini.


"Jadi, kalian tidak mau merengek? ah sayang sekali ..."


"Kalian benar-benar tak mau memperpanjang umur kalian, ketika kalian sekarat kalian akan tahu seberapa berharga memohon demi nyawa itu!"


Seru Goran sudah terlihat bosan, dia akan mengakhiri semua itu dengan menggerakkan kode tangan untuk menghabisi Fin dan Sin.


"Sin ..." Fin berbisik kearah Sin yang ada di sisinya, yang malah bisa mengontrol emosinya.


"Apakah kita akan selamat?" Tanya Fin lagu sebenarnya memang ingin selamat dari tempat ini.


Dia juga ingin hidup bahagia setelah lepas dari dendam, dia ingin mendapatkan pacar lalu menikah seperti bos nya.


Banyak hal yang ingin ia lakukan, namun jika hidup mereka hanya sampai disini, juga tidak terlalu masalah.


Karena pasti Bos mereka, Alexander akan membereskan sisanya untuk mereka semua.


"Fin! kalian pasti selamat! aku menjamin nya dengan nyawaku sendiri!"


"Jangan gentar dan kembali ke posisi siaga! aku hitung sampai tiga ..."


"Satu ... dua ..."


Ketika Alexander menghitung sampai tiga, Goran juga sudah menggerakkan tangannya agar senjata api segera menembus tubuh Fin dan Sin.


"TIGA!"


Alex menyebut angka ketiga, dan sebelum pelatuk ditembakkan ....


*Terdengar suara helikopter dari sisi gedung*


*Crash*


*Duar*


Kaca gedung tinggi itu segera hancur karena tembakan besar dari luar, ialah Alexander dan beberapa anggotanya yang lain sedang menggelantung di bawah helikopter dan melompat ke dalam gedung.


Lalu ketika helikopter dan dinding kaca hancur mengalihkannya perhatian semua anggota Goran yang bersembunyi dan yang tidak bersembunyi.


Saat itu Sin dan Fin yang sudah dimintai siaga oleh Alex dengan sigap sudah bersembunyi dari jarak pandang mereka.


"Duar!"


"Duar!"


"Duar!"


Para anggota Goran segera menembaki ke tempat dimana Fin dan Sin tadi berdiri, namun mereka sudah tidak ada disana.

__ADS_1


Hal itu terjadi begitu cepat, bahkan Goran sampai terdiam mematung ketika serpihan dinding kaca berjatuhan dan suara helikopter berdengung di telinganya.


*Ctak*


Suara senjata api yang muat di tangan sudah menyentuh dahi Goran.


Lalu ...


"Kau tadi memanggil nama ku bukan?"


"Kita belum pernah bertemu sebelumnya, perkenalkan aku Alexander Grey, cucu dari Galilea Grey!"


bisik Alexander membuat Goran tak bisa berpikir dengan jernih untuk beberapa saat.


Goran merasa perhitungan nya pasti tidak meleset, seharusnya rencana Alexander masih akan lama, dimana dia masih harus menyelidiki mengenai perkumpulan nya.


Tetapi nyatanya Alexander berada tepat di belakang tubuhnya.


"Ke ... kenapa kau ada disini?" geram Goran terpaku, dia tak bergerak sedikitpun karena Alexander mencengkeram dahi menggunakan senjata api begitu kuat.


"Aku kenapa ada disini?"


"Alasannya sama seperti mu, ingin melihat darah mu berserakan dilantai, melihat mu bernafas tersenggal-senggal sampai mati."


bisik Alexander menyeringai sangat mengerikan.


***


Ketika Alexander sedang melumpuhkan Goran, Fin dan beberapa anggotanya yang sudah turun melalui helikopter pergi menuju anggota Goran yang lain agar bisa dilumpuhkan.


Disaat yang bersamaan, Sin dan beberapa anggotanya yang lain juga pergi ke seluruh gedung untuk mencari beberapa anggota Goran yang mencoba kabur.


*Boom*


Terdengar ledakan kecil di belakang, ke arah beberapa anggota Goran bersembunyi, ledakan kecil itu sama seperti yang dulu di ledakkan Sin.


Namun kali ini ledakan itu membuat pusing dan mematikan saraf dalam sekejap, sehingga mereka gak akan sempat memberikan perlawanan.


***


"Kau bajingan tengik! walaupun kau menodongkan senjata ke kepalaku! akan banyak pasukan ku datang ke gedung ini menghabisi mu!"


"Bahkan pasukan ku yang bersembunyi di gedung ini banyak demi keamanan ku, kau kira menyusup ke tempat ku sudah cukup untuk menghabisi ku?"


"Kau salah besar!"


geram Goran masih merasa dirinya belum kalah, sebab Alexander belum memberitahu jika Nelson Dutch dan keluarganya telah ikut membantu Alexander dalam misi ini.


"Apakah kau tidak pernah mendengar jika kejahatan pasti akan mendapatkan balasan?"


"Lelaki tua seperti mu hanya karena menggunakan trik kotor merasa sudah sangat hebat, menggunakan kemampuan dan kuasa orang lain, memanfaatkan mereka dan menjadikan kekuasaan mereka menjadi milikmu!"


"Tetapi tidak ada yang abadi di dunia ini Goran! ketika kau menjebak Kakek dan membunuhnya, dia sudah meninggalkan misi terakhirnya untukku, ialah menghabisi mu dan seluruh anggota mu!"


Bisik Alexander benar-benar marah sekali, bagaimana bagusan Goran juga mengintimidasi Fin dan Sin.


Mengatakan jika Fin dan Sin akan mati disini, juga meminta Fin dan Sin merengek untuk nyawa mereka.

__ADS_1


"Coba saja kalau bisa ... hanya dalam beberapa menit semua anggota ku akan sampai disini, dan kau juga seluruh anggota mu akan mati!"


"Ah, jangan lupa keluarga mu, ayah mu, Ibumu dan istri cantik mu ..." balas Goran merasa dia masih memiliki kekuatan itu.


Mendengar istrinya disebut sungguh membuat Alexander meledak-ledak, dia tidak sudi istrinya disebut oleh mulut menjijikkan lelaki tua ini.


*Dor*


Suara tembakan nyaring segera terdengar, ketika Fin dan Sin sibuk dengan misinya, satu tembakan sudah menembus salah satu kaki Goran.


"Aaaaa! bajingan! akan ku buat kau mati dengan mengerikan! sialan!"


"Apakah kau tidak tahu siapa aku?"


Teriak Goran memegangi kakinya yang sudah mengeluarkan darah.


"Pffftttt ..."


"HAHAHAHAHAAH!"


"MENGGELIKAN!"


Alexander tertawa mengerikan, ketika Goran sudah tersungkur, dia akhirnya bisa melihat jika semua anggota elitnya sudah dikumpulkan di dekatnya dan sudah terlihat tak sadarkan diri.


Goran mulai panik, apalagi ketika mendengar tawa Alexander dan ucapkan Alexander ....


"Apakah kau tidak tahu siapa istriku? bodoh sekali ..."


"Dia adalah putri dari Nelson Dutch, lelaki yang begitu kuat yang kau coba cari kelemahan nya, tetapi kau salah tua bangka!"


"Garis merah takdir tak akan pernah melepaskan siapapun yang ia jerat! karena aku menikah dengan istriku, Nelson Dutch mau membantuku juga seluruh keluarganya, ialah keluarga kerajaan!"


"Apakah kau masih percaya diri mengatakan kau belum kalah?"


Bisik Alex menatap dengan merendahkan.


Mata Goran melebar ketika mendengar hal tak terduga itu, ternyata takdir menang tak akan melepaskan semua yang sudah dijerat termasuk Goran sendiri.


"Ti ... tidak mungkin," seru Goran dengan wajah yang mulai ketakutan.


"Merengek lah Goran, menangis lah, memohon ampun lah atas nyawamu ... agar semua ini jadi menarik ..."


seru Alexander benar-benar membalikkan keadaan, Alexander mengatakan kata yang sama persis seperti yang diucapkan oleh Goran kepada Sin dan Fin.


.


.


.


.


Author :


Guys, jangan lupa follow akikah di IG ya 😍 agar kalian tahu saat ada pemberitahuan mengenai novel akikah 🤍


Aku tunggu ya zheyeng 😘

__ADS_1


Nama Id nya : @anak_kost_joy


Timakaci para pembaca setiaku, Lope you sekebon jeruk 😘🍊


__ADS_2