Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Alexander dan Kiara bertemu.


__ADS_3

Episode 85 : Alexander dan Kiara bertemu.


***


Tangan Alexander bergetar saat mengambil cincin peninggalan kakeknya, dia menggenggamnya erat sekali.


“Layla berhentilah! Kau tahu kan semakin kau mencintaiku semakin aku melepas mu, berhenti mengejar ku dan lepaskan saja aku!” seru Alexander dengan dingin.


Tetapi tentu saja dia terharu dan tersentuh, tetapi seperti prinsip hidup yang tidak mau menikah, dia tidak akan melewati prinsip itu, walau itu Layla sekalipun.


“Aku tahu, aku tahu tapi ….” Seru Layla dengan tubuh bergetar, lalu saat ia berbicara dia melihat sekelompok orang memasuki kafe, dia adalah Kiara, wanita yang sedang berada di sisi Alexander Grey.


Sebelum Kiara dan tim kelompoknya sampai ke dalam kafe ....


***


Di dalam mobil Alan,


Setelah berkendara beberapa saat, akhirnya mereka sampai di sebuah kafe yang sangat mewah, sembari menghentikan mobilnya pria itu menyebutkan namanya.

__ADS_1


“Sepertinya kau tidak pura-pura tidak mengetahui namaku, namaku adalah Alan,” ucapnya sembari keluar dari mobilnya.


“Alan?” gumam Kiara seperti pernah mendengar nama itu.


Lalu ia mengingat flashback ingatan di kepalanya, nama yang sering disebut gadis-gadis di kampusnya juga Rose.


'Alan? Anak populer itu ya? Pantas dia ragu padaku saat mengatakan tidak tahu namanya, ckck, semoga dia tidak tersinggung,' benak Kiara geleng-geleng, segitu tidak update-nya lah dia tentang perkembangan di kampusnya.


Kiara segera mengikuti Alan dan kedua orang lainnya masuk kedalam kafe, saat memasuki pintu pandangan Kiara langsung tertuju pada dua orang yang sedang berbincang, yaitu Alexander Grey dan Layla Heiz.


Mata Kiara bertemu pandangan dengan mata Layla Heiz.


Dia mencium Alexander Grey di hadapan semua orang, dia ingin Kiara melihat hal ini agar Kiara segera pergi dari kehidupan Alexander Grey.


Kiara yang tadi sedang menggenggam beberapa berkas ditangannya tiba-tiba saja tangannya bergetar dan semua berkasnya berjatuhan, entah kenapa tubuhnya bergetar hebat saat melihat itu.


Rasanya seperti dipermalukan dan mengatakan jika selamanya Kiara tidak akan bisa mendekati level Layla yang merupakan pemeran utama dalam sudut pandangan Kiara.


Sedangkan Alexander yang menyadari itu segera melepaskan Layla, “Apa yang kau lakukan?” serunya memisahkan diri dari Layla.

__ADS_1


'Sial, apakah aku sudah gila? Beraninya wanita pengganggu sepertiku merasakan sakit hati, lucu sekali aku? Disini akulah yang menjadi pengganggu, tidak memiliki hak untuk sakit hati!'


'Tetapi rasa sakit ini ternyata ada diluar kendaliku, tanganku bergetar, mataku memerah dan sepertinya air mata akan keluar, apa yang harus aku lakukan? Seseorang tolong tutupi wajahku yang memalukan ini!'


Kiara berteriak membeku dalam hatinya, dia bergetar membeku saat mata orang mulai melihat dirinya yang sedang terlihat seperti sedang syok hanya karena menjatuhkan berkas-berkas saja.


Alexander menyadari ada kerumunan di belakangnya entah membicarakan apa, lalu ia lihat Kiara sedang berdiri disana, membeku dan tubuhnya bergetar hebat.


Mata mereka bertemu, anehnya lagi Alexander merasa bersalah disaat itu juga saat melihat Kiara, perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


.


.


.


.


Hey semuanya, novel ini memang tentang cinta segitu ya, ketiga karakter memiliki karakter kuat, jadi mohon mempersiapkan hatinya, alurnya akan padat dan jelas jadi jangan ketinggalan, dari novel ini karakter Alexander akan berkembang, dari yang enggak mau serius dan bingung membedakan cinta jadi tahu dan akan ada kejutan terus. Heheh ditunggu ya.

__ADS_1


***


__ADS_2