
S2. Episode 208 : Alexander benar-benar khawatir.
***
Kiara yang bersenang-senang dengan keluarga barunya itu, tidak tahu saja jika sudah ada seseorang yang uring-uringan dan menunggu balasan pesan dari Kiara secepat mungkin.
Hari itu untuk pertama kalinya, Kiara seperti mendapatkan keberanian nya berada di keramaian, karena menyenangkan sekali berada di sisi Ibu mertuanya dan Layla.
Biasanya Kiara hanya berani jika bersama Alexander, namun sekarang perlahan-lahan, dia mendapatkan kepercayaan dirinya lagi ketika bersama orang-orang penting dalam hidupnya.
"Hari ini menyenangkan sekali ya ..."
Layla juga akhirnya bisa menurunkan rasa tegangnya setelah berbelanja banyak hal bersama calon Ibu mertuanya dan teman barunya, Kiara.
"Iya ... menyenangkan sekali ..." seru Kiara ikut bahagia.
Kiara sama sekali tidak mengingat mengenai mantan Ibu angkatnya yang meminta bertemu dengannya.
Sungguh hari ini dia senang sekali, karena bisa bersenang-senang dan berbelanja.
"Aku ingin makan ice cream ..." keluh Kiara lagi sekarang ingin makan ice cream, sebelum pulang dia ingin makan ice cream rasa matcha.
"Baiklah, ayo kita beli ice cream untuk calon mommy muda ..." seru Dahlia juga seolah mendapatkan kebahagiaan baru.
Akhirnya dia tidak akan bosan lagi dengan adanya Kiara dan Layla, menantu yang memang sangat cocok di hati Dahlia.
"Tapi, apakah kalian tidak merasa mall tiba-tiba jadi kosong? kemana semua orang ya?"
Dahlia kebingungan, mungkin karena mereka terlalu sibuk dengan belanjaan mereka, ketiganya sampai tidak merasa jika mall sudah benar-benar kosong, hanya tinggal beberapa pemilik toko yang sedang mengemasi toko dan hendak menutup nya.
"Coba periksa ada apa yang terjadi? kenapa bisa mall sebesar ini di tutup begitu cepat, masih sore juga!" gerutu Dahlia merasa kesal.
Mengapa mall sebesar ini bisa ditutup padahal masih sore.
Mereka masih ingin membeli ice cream untuk calon mommy muda, hal itu sungguh mengesalkan bagi Dahlia.
"Baik Nyonya ... akan kami periksa," beberapa pelayan yang memang sengaja dibawa oleh Dahlia untuk menemani dan menjaga keamanan mereka mencoba memeriksa apa yang sedang terjadi.
Sembari mereka bertiga ikut mengikut dari belakang menuju lobby mall.
Namun tanpa dicari tahu pun, ketiganya langsung tahu siapa yang menutup mall padahal masih sore.
***
Sembari melangkahkan kaki, Kiara terkejut dan matanya melebar, dia merogoh tas tenteng kecilnya dan melihat ponselnya.
__ADS_1
Dan benar saja banyak sekali panggilan tak terjawab bahkan pesan dari suaminya, Alexander.
Ya, yang ada di lobby dan berdiri tegap di depan mobilnya adalah Alexander Grey, yang menyetir sendiri ketika tahu lokasi tepat dimana istrinya berada.
Mungkin karena Kiara hamil muda, atau karena musuhnya masih berkeliaran, kekhawatiran Alexander jika Kiara tidak mengangkat panggilan atau membalas pesannya sangat besar.
Alexander tak bisa menutupi rasa khawatir dan panik di wajahnya.
Padahal sebenarnya Kiara bersama Ibunya, dan banyak penjaga rahasia yang ditugaskan olehnya menjaga Kiara.
Namun Alex tetap tak akan tenang jika Kiara tak menjawab panggilan nya jika Kiara tak berada di sisinya.
Alexander melipat kedua tangannya, dan matanya sangat tajam menatap istrinya.
Kiara tersenyum menyambut Alex namun Alex kelihatan marah sekali, karena terlalu takut dan khawatir, Alex tak akan melonggar dalam masalah ini.
Alex harus bisa menekankan Kiara jika mengangkat panggilan dan membalas pesan darinya adalah hal yang sangat penting, dan itu bukanlah lelucon.
"Lex ... kami masih bersenang-senang, istri mu bahkan masih mengidam ice cream, kau malah mengosongkan mall ..." Dahlia segera menggerutu, belum menyadari kekhawatiran berlebihan yang dialami putranya.
"Ibu ... maafkan aku tapi ada hal yang harus aku bicarakan berdua saja dengan istriku!"
"Sebentar lagi Ayah akan menjemput Ibu, Layla juga akan dijemput Arka ..." Alexander tak berbasa-basi, dia segera menggenggam tangan Kiara, berusaha keras mengontrol emosinya dan tak mencengkeram tangan istrinya terlalu kuat.
Alexander membuka pintu mobil dan meminta Kiara untuk duduk.
"Haaah!"
"Aku tidak tahu putraku posesif sekali, dia terlihat ketakutan, baru kali ini Ibu melihatnya seperti itu!"
"Pasti menantuku itu hanya lupa membalaskan pesannya, haahh!"
Dahlia menghela nafasnya panjang.
Langsung tahu apa penyebab Alexander bersikap seperti itu.
Layla hanya bisa melihat Kiara melambai tadi, pasti Kiara sabar sekali menanggapi keposesifan Alexander.
Setelah itu benar saja, Jhon Grey dan Arka Grey datang menggunakan mobil yang berbeda untuk menjemput pasangan mereka masing-masing.
"Tumben menjemput aku, ada apa ini?" Dahlia sedikit memancing John Grey yang untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun akhirnya menjemput istrinya itu.
"Ehem ..." Jhon sedikit berdehem dan seperti biasa tak mau menunjukkan ekspresi aslinya hanya memasang ekspresi sok angkuh.
"Apa aku tidak boleh menjemput istriku?" gerutu Jhon tak menjawab pertanyaan Dahlia.
__ADS_1
Dahlia yang segera mengenakan seatbelt segera menampilkan ekspresi pahit.
"Aku akan senang jika kau mengatakan itu ketika kau sudah menyingkirkan semua simpanan mu!" ketus Dahlia lagi sudah dua kali hari ini dia menembak Jhon dengan kata-kata.
***
Disaat yang bersamaan di mobil Alexander Grey,
Alex sejak tadi mengemudi dalam diam, dia hendak membawa Kiara ke sebuah tempat.
"Sayang ... aku," Kiara mencoba meminta maaf kepada suaminya, namun sebelum Kita menyelesaikan ucapannya Alex yang memang kesulitan mengontrol emosinya itu berusaha dengan keras agar tidak mengemudi dengan cepat.
"Tunggu sebentar, aku sedang meredam emosi ku, jangan bicara dulu!"
"Kau sungguh membuatku ketakutan sekali!" ketus Alex dengan pipi yang memerah karena memang benar-benar khawatir kepada istrinya.
Kiara yang mendengar itu terdiam, namun dia bahagia sekali, semakin hari dia melihat perubahan Alexander semakin baik.
Alex bahkan berhasil mengemudi dengan kecepatan lambat ketika ia marah, tidak memulai pembicaraan ketika emosi seperti saat lalu.
Alex tidak berbohong dalam kata-katanya, yang ingin merubah sikap menjadi lebih lembut kepada istrinya.
Namun Kiara tahu dia salah, walau tidak sengaja tetapi dia tetap harus meminta maaf nanti.
***
Setelah beberapa saat berkendara akhirnya mereka sampai di makam keluarganya, tepat di makam kakeknya.
Alex akan menceritakan mengapa dia sangat khawatir jika Kiara tak mengangkat panggilan atau membalas pesannya.
Alex ingin Kiara mengerti ketakutannya, Alex tak pandai berkata-kata jadi dia akan menunjukkannya secara langsung, ialah kisahnya dengan kakeknya yang meninggalkan rasa sakit sampai hari ini dalam diri Alexander.
.
.
.
.
Author :
Hello guys, mulai hari ini aku akan crazy up 3 bab/hari dengan 1000 kata/bab sampai tanggal 31 Juli 2022 ya, aku sengaja mengikuti event ini agar ada dorongan dan tekanan untuk menyelesaikan novel ini.
Semoga dengan begini novelnya bisa selesai ya, biar aku ga ada hutang lagi, kasihan juga buat kalian nunggu terus, walau memang di akunya sulit sekali melanjutkan novel ini karena ide hilang. 🥺🤍
__ADS_1