Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Secuil kebaikan.


__ADS_3

Episode 34 : Secuil kebaikan.


***


Kiara mengeringkan rambut Alexander seperti yang Alexander perintahkan,


“Lelaki seperti ini, seseorang yang arogan tetapi lembut, perempuan yang tadi malam, yang bernama Layla itu adalah pemenangnya kan? Pemilik hatimu, tetapi kau tahu? Berada disini rasanya sepeeti sedang liburan, pergi dari kenyataan pahit dan perjuangan hidupku, apakah aku memang bodoh seperti yang kau katakan? Aku lebih suka ditindas olehmu dibandingkan dihina di rumah ibu angkatku,”


Kiara berbicara dalam hatinya, dia mengeringkan rambut Alexander dengan hati-hati, disamping kenyataan Alexander selalu berkata kasar, menunjukkan dominasinya, selalu memerintah dan tidak mau kalah, lelaki ini, seseorang yang terlalu misterius yang bahkan tidak mau memberitahukan namanya tidak pernah berlaku kasar dan main tangan apalagi melecehkannya, seolah dia memiliki sisi lain dari dirinya yang tidak pernah ia beritahu kepada orang lain.

__ADS_1


Seperti yang Kiara katakan, cinta tidak akan pernah lagi membuatnya percaya, dia yakin apa yang ia rasakan hanyalah sebuah kekaguman karena pesona seseorang, hatinya yang hancur tidak akan pernah bisa kembali lagi seperti sediakala, dia sudah memutuskan siapapun tidak akan pernah bisa membuatnya jatuh cinta lagi.


Apalagi seseorang seperti Alexander Grey, seseorang yang bahkan tidak mampu untuk ia sentuh, seseorang seperti Kiara harus segera berhenti bermimpi sebelum mimpi itu menjatuhkannya kedalam jurang kesakitan lagi.


Setelah Kiara mengeringkan rambut Alexander Grey, Alexander segera mengambil bajunya di lemari, dia langsung mengganti bajunya didepan Kiara, seolah hal itu bukanlah apa-apa.


“Apakah dia terbiasa melakukan hal ini dihadapan semua orang? Bagaimana mungkin seseorang bisa dengan begitu mudahnya melepas baju dihadapn orang lain, ck!” Kiara langsung memalingkan wajahnya dan menutup matanya.


Alexander melihat dasi bermotif kotak-kotaknya, dia mendekat kearah Kiara dan menyodorkan dasi itu, “Nih, pasangkan,” ucapnya lagi, Kiara sedikit mengintip pertama, untuk memeriksa apakah Alexander sudah mengenakan baju atau tidak, setelah memastikan hal itu, Kiara bisa bernafas lega dan mengambil dasi itu.

__ADS_1


Kiara memasangkan dasi untuk Alexander, Kiara tetap duduk di kasur, Alexander harus menunduk, rasanya rutinitas seperti ini, seolah menjadi mimpi bagi Kiara, tidak pernah sekalipun dia bangun tidur dan melakukan hal yang ringan dan sederhana seperti ini.


Biasanya dia akan tergesa-gesa untuk segera pergi bekerja, atau kuliah dan bekerja lagi, itulah rutinitasnya, tetapi sekarang sudah hampir siang, dia masih duduk di kasur, hanya memasang dasi, seolah Kiara sedang hidup didalam dunia mimpinya.


Setelah selesai memsangkan dasi, “Tuan, terimakasih, apakah kau tahu? Hari ini adalah hari pertama aku tidak bekerja dan merasa tidak takut, aku juga baru pertama kali bisa duduk di kasur walaupun sudah hampir siang, disamping itu, terimakasih juga sudah meraih tanganku saat itu, aku tidak mengatakannya dengan benar, tetapi setelah lama, ada seseorang yang mengulurkan tangan untukku, itu membuatku merasa ternyata tidak setiap hari adalah hari buruk untukku, terimakasih,”


Kiara mengucapkan rasa terimakasihnya dengan benar, bahwa lelaki yang selalu berkata perkataan tajam dan arogan ini secara tidak sengaja telah memberikannya sedikit rasa tenang dan rasa bahagia.


Walaupun ukurannya hanya secuil, seimbang dengan tekanan yang dia terima juga.

__ADS_1


Tetapi tak apa, sejauh ini hanya Alexander yang memperlakukan Kiara demikian, juga Bukan Agler akan tetapi Kiara sudah bersumpah akan melupakan lelaki pemilik hatinya itu.


__ADS_2