
Episode 96 : Seperti dadar gulung.
***
“Aku akhirnya sadar saat bertemu denganmu, kesucian seorang wanita ternyata sangat penting bagimu, jika benar begitu, maka jagalah, tetapi jangan berikan kepada siapapun kecuali padaku tentunya, kau harus memberikannya padaku, dan saat kau siap katakanlah,”
Benar-benar ucapan aneh yang bisa-bisanya keluar saat situasi sudah romantis dan lembut, awalnya Kiara kira Alexander mengatakan jika dirinya harus menjaga kesuciannya dan memberikannya pada orang yang ia cintai saat menikah, tetapi ternyata endingnya tetap sama, harus diberikan padanya.
“Deg … Deg … Deg!”
Tetapi tetap saja jantung Kiara bergetar hebat karenanya, seorang Alexander yang memiliki kekuasaan yang besar menghargai sesuatu yang berharga bagi orang kecil bagi Kiara.
Orang tidak akan tahu seberapa indah hal itu, seorang yang berkuasa yang memilih menghormati pilihan budaknya, begitulah gambaran yang sedang terjadi sekarang.
Kiara akhirnya mengerti salah satu karakter Alexander adalah tidak akan melakukan sesuatu yang jahat pada seseorang yang tidak mengkhianatinya.
Alexander adalah seorang pria dewasa yang menghormati keputusan orang-orang kecil, walau pemarah dan arogan tetapi dia tetap mendengarkan dan melindungi setiap orang yang meminta tolong padanya.
__ADS_1
Hati Alexander begitu besar, hangat tetapi tidak seimbang, jika Kiara jatuh kedalam hatinya maka seperti jatuh kedalam lautan, dia akan tenggelam dan tidak akan bisa kembali.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur, hati seorang wanita itu sangat rapuh dan lembut, ditengah pelarian cintanya dia menemukan sebuah getaran baru, Kiara tidak tahu apakah sebenarnya dia sudah jatuh kedalam jebakan cinta ini atau tidak.
Tetapi dia merasakan sesuatu yang hangat di hatinya, juga sesuatu yang keras di pahanya.
“A … Alexander,”
Ditengah Kiara merona dan membenam didalam pelukan lelaki tampan yang memiliki hati hangat seperti Alexander, Kiara sadar jika sedari tadi ada yang mengganjal di pahanya, ada sesuatu yang keras dan selalu berdenyut sedari tadi.
“Hmm, apakah kau jatuh cinta padaku sekarang? Aku tahu siapapun akan jatuh hati dan tergila-gila dengan sikapku, wajahku yang tampan dan betapa besar hatiku, huahahaha!” Alexander menikmati ini, saat-saat dimana ia merasa berhasil merebut hati seseorang.
“Bu … bukan itu, ta … tapi, ada yang keras di bawah, apa itu?” dengan polosnya Kiara bertanya, dengan wajahnya yang mendongak keatas, masih menempel di dada bidang Alexander, dia bertanya dengan mata yang berkedip-kedip dan polos.
Mendengar itu, wajah Alexander seperti teko panas, merah padam dan Kiara bisa mendengar salivanya diteguk dengan kasar.
Kiara mengusap pipi Alexander yang sudah sangat merah dan panas, “Ada apa? kenapa wajahmu tiba-tiba merah? Apakah kau sakit?” tanya Kiara kebingungan karena Alexander tiba-tiba terdiam dan bahkan wajahnya memerah.
__ADS_1
“Brak!”
Alexander segera melempar Kiara ke kasur, menggulungnya dengan selimut sampai Kiara tidak bisa bergerak, Kiara sudah terlihat seperti kepongpong sekarang, hanya kepalanya yang muncul keluar.
“Kenapa kau menggulung aku seperti dadar gulung?” seru Kiara yang lagi-lagi keheranan dengan perubahan sikap Alexander yang bagaikan bom ini.
“DIAM! Diam disana dan jangan bergerak!” teriak Alexander yang sepertinya sedang malu, dia bahkan berdecak pinggang dan wajahnya yang sudah merah ia palingakn agar Kiara tidak melihat.
Alexander yang sudah berada dipuncak gairahnya tadi, lagi-lagi harus menyalurkannya, dan ini sudah kedua kalinya setelah ia tidak bisa melakukannya dengan gadis lain lagi setelah bertemu dan bersama dengan Kiara.
Alexander segera beranjak ke kamar mandi dengan langkahnya yang berat dan terlihat kesal, sedangkan Kiara yang sedang terkejut itu membeku dan tidak bergerak, dia benar-benar seperti telur gulung sekarang.
.
.
.
__ADS_1
Guys aku kasih tau sekali lagi ya, ini novel lama author, banyak kesalahan disana sini, jika memberikan author komentar membangun sangat author terima tapi tolong jangan menghina ya.
Terimakasih 😌🤍