
S2. Episode 181 : Keluarga yang semakin renggang?
***
Pagi ini sudah ada dua orang baik yang menggenggam tangannya erat, hidup Kiara sungguh berubah secepat itu.
Apakah ini hadiah dari rasa sakitnya selama ini?
Apapun itu, Kiara akan menjaga keluarga yang sudah ia dapatkan, ia akan menjaganya sehingga ia tidak akan kesepian lagi.
Disaat yang sama, di kediaman Jhon Grey ...
Di meja makan yang besar, hanya ada Jhon dan Arka yang hendak makan pagi bersama sebelum pergi ke kantor.
Arka terlihat menyantap sarapannya namun matanya kosong, pipinya merah dan terkadang dia akan menjatuhkan alat makanannya.
Arka baru saja menyatakan perasaan nya dan belum mendapatkan jawaban pasti, entah kenapa Layla tengah mengambil seluruh isi pikiran dan hatinya sekarang.
'Bagaimana jika dia menolak aku?'
'Jika pun dia menerima ku, pasti dia terpaksa karena kasihan bukan?'
'Apa yang harus aku lakukan sekarang?'
'Aku gugup sekali!'
Tidak seperti biasanya Arka berdebat dengan dirinya sendiri, seperti seorang remaja yang hendak mendapatkan jawaban dari wanita yang ia naksir.
"Ar ..."
"Arka ..."
"ARKA!"
Sejak tadi Jhon yang tidak menemukan istrinya di ruang makan hendak menanyakan mengenai istrinya terhadap Arka, akan tetapi Arka kelihatan sedang melamun, dan bahkan sudah berapa kali dia memanggil akan tetapi seolah tak di dengar oleh Arka.
"Tuan Arka ... Ayah anda memanggil anda,"
__ADS_1
Kepala pelayan yang bertugas pagi itu menghampiri Arka agar Arka segera sadar dari lamunannya.
"Ya? apa?"
Arka terperanjat dan melihat kearah ayahnya yang sudah muram karena memanggil nya sejak tadi.
"Ada apa Ayah?"
Balas Arka kelihatan sedang kesal terhadap Jhon Grey.
"Dimana Ibumu?"
Jhon sudah terlihat menyelesaikan makanannya, yang ingin ia tanya hanyalah keberadaan istrinya saja.
"Kenapa Ayah tanya padaku? Ibu kan istrimu juga ... kenapa Ayah bisa tidak tahu keberadaan Ibu!"
Mood Arka langsung berubah, dia melihat ayahnya sudah mengambil jas nya dan hendak pergi.
"Ck! dia pergi pagi sekali, tidak sempat bertanya ..." seru Jhon kemudian melangkah beberapa langkah meninggalkan Arka.
Akan tetapi sebelum Jhon pergi ...
Jhon bergegas pergi, sedangkan Arka yang sudah tidak tahan dengan kondisi keluarga nya untuk pertamakali nya berani berbicara lantang.
"Ayah pasti mau pergi ke tempat simpanan Ayah kan?"
"Iya kan?"
"Inilah kenapa Alex tidak mau pulang!"
"Ibu sudah sangat sabar Yah, jika Ayah tetap seperti ini tidak akan ada yang akan menemani Ayah di kemudian hari, aku juga akan memiliki keluarga, Alex juga ... memangnya siapa yang akan menemani Ayah jika bukan Ibu?"
"Ayah pikir, simpanan Ayah itu mau menjaga Ayah nanti?"
Arka membuat suasana tegang di kediaman Jhon, Jhon yang tercengang mendengar ucapan putra pertamanya ini terdiam membisu.
Ini adalah kali pertama Arka memberontak dan berbicara lantang di hadapannya.
__ADS_1
Biasanya Arka hanya menurut karena tidak mau berurusan hal yang rumit, tetapi sepertinya Arka juga sudah tidak tahan dengan sikap Ayahnya yang selalu menyakiti ibunya.
Walau Dahlia bukan ibu kandung, akan tetapi Dahlia adalah ibu yang sangat penyayang dan pengertian, penuh kasih dan tidak membedakan antara dirinya dan Alex.
Arka sangat menyayangi Ibunya, dan sekarang ini, dia benar-benar muak dengan perilaku ayahnya ini.
Setelah mengatakan itu, Arka tidak melanjutkan sarapannya, dia mengambil jas nya yang ada di belakang kursi lalu pergi meninggalkan Ayahnya.
"Anak ini sudah berani ya!" geram Jhon malah ikut marah dan emosi.
"Arka ... "
Jhon mencoba menghentikan Arka akan tetapi Arka sudah pergi berlalu sangat cepat.
Bahkan tidak menunggu supir untuk membawanya ke kantor, Arka mengemudi sendiri dengan kecepatan penuh.
"Buk!"
"Buk!"
"Buk!"
Arka memukul setir nya kuat-kuat.
Dia sudah tidak tahan lagi, dia merasa sesak dengan keadaan keluarganya yang semakin hari semakin renggang.
"Sampai kapan aku harus bertahan dan berada di tengah-tengah?"
"Sialan! Ayah sialan! bisa-bisanya masih mempertahankan simpanannya sampai sekarang! awas saja jika aku sudah kehilangan kesabaran ku!"
geram Arka dengan emosi yang meluap-luap.
Tanpa sadar dia sudah mengentikan mobilnya, akan tetapi dia tidak berhenti di perusahaan melainkan di kediaman Layla.
.
.
__ADS_1
.
.