
Episode 126 : Seperti mimpi.
***
Setelah beberapa saat ….
Kiara yang sudah sadar membuka jaket Alan lalu bangkit berdiri, dia memberikan jaket itu kepada Alan dan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Lalu ia segera keluar dari kafe.
“Cih, seperti biasa selalu kabur dan tidak pernah mengatakan terimakasih,” ketus Alan entah mengapa sebenarnya merasa sangat iba melihat wajah Kiara yang sudah lemabab dan sedikit bengkak karena menangis.
Saat itu Kiara yang tahu diri langsung dengan segera pergi ke tempat pekerjaan paruh waktunya, dia memang bisa menangis tetapi dia tetap harus mencari uang untuk tetap hidup, dia membasuh wajahnya lalu memakai seragam kerjanya.
Tidak jauh dari kafe tadi dia bersama ibu angkatnya, tempat kerja paruh waktu Kiara juga ada di kafe di dekatnya, jadi Kiara tadi hanya jalan saja, mengenakan pakaian kerja paruh waktu dan bersiap-sipa untuk melakukan pekerjaannya.
Alan sepertinya masih tetap mengikuti Kiara, dia sudah duduk di kafe itu, memperhatikan betapa rajinnya Kiara bekerja, seolah tangisan yang tadi ditelan dan di tutupi dengan sangat baik olehnya.
“Wajahnya cantik sekali tetapi hatinya rapuh, dia tidak menggunakan kecantikannya menggoda pria, sungguh menarik sekali, dia memang gadis aneh,” ketus Alan tersenyum saat menemukan gadis yang sangat jarang ia temukan.
Alan telah bertemu banyak gadis namun Kiara lah yang paling unik dan aneh menurutnya.
__ADS_1
***
Hari akhirnya berlalu, sepertinya pernikahan Bian dan Bella juga telah berlangsung, Kiara sama sekali tidak mau mencari tahu apalagi melihat berita, dia tidak ingin menyakiti hatinya.
Apalagi beberapa hari ini, anak yang menurutnya baru ia kenal, selalu saja datang mengerjainya, anak itu Alan, entah mengapa Kiara jadi sering melihatnya baik di kampus maupun di tempat kerjanya, tetapi Kiara tidak mau ambil pusing.
Saat ini dibandingkan semuanya, ada seseorang yang sebenarnya mengisi hatinya, dia bertanya-tanya apa kabar dengan pria itu, hilang bagai di telan bumi.
“Apakah dia sudah bersama lagi dengan tunangannya? Apakah dia sudah melupakan aku?”
Kiara melihat langit malam, dia sedang berjalan pulang, baru saja selesai melakukan pekerjaan paruh waktunya.
***
Malam itu saat Kiara berjalan di tengah kota menuju kontrakan kecilnya, dia melihat billboard besar, entah kenapa saat melihat wanita iklan yang ada di Billboard air matanya langsung jatuh.
Billboard besar di tengah kota yang menunjukkan berita utama hari itu, dia terdiam di tempat untuk beberapa saat, angin malam menerpa rambutnya, matanya yang bulat dan dalam melihat lelaki yang baru saja ia pertanyakan.
Tetapi ia melihatnya di layar, wajahnya yang tampan dan ekspresinya yang datar, seperti biasa ia sangat menarik dan maskulin, wanita yang di sisinya juga cantik dan anggun, sangat serasi, kedua orang yang ia lihat di layar terlihat sangat serasi.
Berita minggu ini memang penuh memberitakan mengenai hubungan antara Alexander Grey dan tunangannya yang semakin dekat, perhatian Alexander yang berubah semenjak mengetahui tunangannya sakit di liput oleh media dan menjadi konsumsi publik.
__ADS_1
"Keputusan tepat aku tidak percaya pernyataan cintamu, saat aku tidak percaya pun tetap saja hatiku sakit, wanita sepertiku memang terlalu egois,"
"Berharap apa aku terhadap dunia ini, hidup bagiku seperti berperang, dan kehidupanku bersamamu bagaikan mimpi singkat yang harus aku lupakan, inilah mungkin akhirnya dan kita saling menagmbil jalan masing-masing,”
Kiara menunduk, mengusap air matanya yang terus bercucuran, dia menegakkan tubuhnya dan mengumpulkan semangatnya, seperti yang biasa ia lakukan, sakit hati harus dibuang dan semangat baru harus ia bangkitkan untuk tetap hidup dan berjuang.
Dia terus melanjutkan langkahnya menuju kontrakan kecil yang menjadi tempat tinggalnya saat ini, gadis muda itu telah menjadi sebatang kara sekarang, dia hidup sendiri dan berjuang sendiri, hanya bergantung pada diri sendiri.
Tetapi bagi Kiara, walau sakit hati dan mimpi mimpi yang di janjikan oleh Alexander masih membekas, hidup bebas dan tanpa kekangan seperti ini adalah yang pas dan yang ia inginkan.
Jika bisa memilih dia memang tidak ingin berada di sisi Alexander Grey, dia ingin tetap seperti ini, menjadi gadis biasa dan hidup bebas seperti yang ia inginkan.
.
.
.
.
Hari ini aku kasih bonus update yaa, jika kalian berkenan jangan lupa di like!
__ADS_1