Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kejadian dalam misi.


__ADS_3

Episode 132 : Kejadian dalam misi.


***


Saat ini kelompok Sin sedang bersembunyi didalam bunker terbengkalai di dekat salah satu markas kelompok serge, ketua yang bertugas di markas itu mendapatkan perintah dari Bosnya yaitu George Serge untuk menghabisi kelompok Alexander Grey yang menyusup di dekat markas mereka sebagai bentuk perang dan bentuk pencorengan nama kelompok Serge.


“Dor!"


"Dor!"


"Dor!”


Tembakan sudah terdengar, bahkan pintu baja bunker sudah rusak dan mereka mulai masuk kedalam bunker tempat Sin dan anggotanya bersembunyi, sebenarnya yang membuat Sin dan anggotanya bersembunyi bukan karena kemampuan mereka lebih rendah tetapi karena jumlah personil yang ada diluar jauh lebih banyak dibandingkan anggotanya.


Moto dalam perkumpulan Alexander Grey adalah semua anggota adalah keluarga, tidak boleh kehilangan satupun diantara mereka, sekecil apapun jabatannya, bahkan jika dia hanya orang lemah sekalipun, itulah yang sedang dijaga oleh Sin, dia tidak ingin kehilangan satupun anggotanya.

__ADS_1


“Brak Brak Brak!”


Suara sepatu yang memecah lantai terdengar ramai sekali, Sin yang sudah tidak memiliki pilihan langsung memiliki rencana ditengah kegentingan.


“Brak!”


Dia segera melempar senjatanya ke tengah dimana para anggota kelompok Serge sudah siaga dalam mengepung anggota Sin.


“Bos, apa yang kau lakukan?” seru salah satu anak buah Sin pelan pada Sin yang sudah keluar dari persembunyian.


Tetapi Sin hanya tersenyum ringan, dan mengedipkan matanya, yang artinya dia memiliki ide.


“Pfftt, ternyata kau ketua yang sedang memata-matai kami, Sin, si jenius jenaka yang memiliki banyak trik kotor! Aku sudah menantikan menembak kepalamu sampai berlobang!” seru salah satu ketua bawahan George Serge yang mempimpin di wilayah itu.


“Wah, ternyata namaku panjang juga ya, hebat sekali, aku suka, tapi tunggu dulu sobat, kenapa terburu-buru, aku memiliki sesuatu untuk ditawarkan kepadamu,” seru Sin masih dengan senyuman jahil dan seperti tidak takut melihat para mafia yang sudah ramai mengerumuni dirinya.

__ADS_1


“Hei bajingan, aku bukan sobatmu! Dan aku tidak menerima apapun apalagi dari perkumpulan naif mu!” geram ketua kelompok Serge itu langsung menodongkan pistol ke kepala Sin.


Semua anggota mafia sudah mengenal nama Sin, Fin dan Yuza, jika Yuza sangat jenius dalam hal informasi, komunikasi dan teknologi maka Sin mahir dalam ide brilian yang tidak pernah melenceng, dan Fin mahir dalam bela diri dan taktik melumpuhkan lawan dalam sekejap dan ketua mereka, Alexander Grey lihai dalam segalanya, makanya dia bisa memimpin tiga orang jenius yang seharusnya tidak bisa dipimpin.


Bisa dibilang setelah era kakek Alexander Grey, era Alexander Grey lah yang paling menakutkan dan mengerikan, jadi kematian Sin akan menaikkan pangkat anngota Serge ini, makanya dia tidak mau membuang-buang waktu.


Sin semakin menyeringai, dia merogoh sesuatu dari kantungnya, saat lawannya menodongkan pistol dia malah menodongkan permen lolipop, “Nih, aku memberimu permen, hitung-hitung sebagai salam perpisahanku,” seru Sin sudah melihat jika Fin dan anggota elit yang sudah di arahkan Yuza sudah sampai dan sudah mengambil ancang-ancang.


Beberapa permen yang ia ambil dia lemparkan ke lantai kearah para anggota Serge.


Saat ini, keadaan sepertinya terbalik, karena kehebatan Sin dalam berkata-kata dia mampu mengundur waktu.


“Tepat waktu, sepertinya ajalku belum dekat!” gumam Sin bersamaan dengan ledakan asap tebal saat permen itu menyentuh lantai.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2