Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Dua orang yang berbeda.


__ADS_3

Episode 62 : Dua orang yang berbeda.


***


Alexander sangat bersemangat saat ia membersihkan dirinya, dia sudah membayangkan melakukan banyak hal nakal dengan Kiara.


Hanya dengan membayangkan hal itu saja sudah membuat darahnya mendidih.


Alexander sangat yakin jika secepatnya Kiara akan tergila-gila padanya.


Memang isi kepala Alexander hanyalah adegan dewasa, dan anehnya saat bertemu Kiara dia hanya bisa membayangkan dirinya bersama Kiara bulan dengan yang lain.


Dengan senyuman merekah, dia hanya mengenakan handuk putih di pinggang,rambutnya masih sedikit basah.


“Sayang, aku sudah selesai mandi, mari kita mulai ....”


Belum sempat Alexander melanjutkan ucapannya, dia kemudian tersadar jika Kiara telah tertidur pulas.


“Ja ... Jangan bilang dia sungguh tidur? Cih, gadis sialan, sudah membuatku sangat bersemangat tetapi dia malah tidur! Awas kau!” geram Alexander melempar handuk yang ia buat untuk mengusap rambut basahnya dan berjalan sangat cepat menuju ranjang.


Dia hendak menarik selimut yang dikenakan oleh Kiara dan memaksanya bangun.


Tetapi saat tangannya hendak menarik selimut itu, dia melihat betapa nyenyak nya Kiara tertidur.


Alexander kemudian terdiam sebentar, dia duduk disamping Kiara dan memperhatikan wajahnya.


“Kenapa wajahmu bisa setenang ini saat tidur? Apa saja yang kau mimpikan sampai kau tidur terlelap dengan cepat,” ucap Alexander pelan, dia melihat wajah Kiara semakin dekat, ada senyuman tipis diwajahnya saat melihat ekspresi tenang Kiara saat tidur.


“Tak!”


Karena rambut Alexander masih sedikit basah membuat tetesan air menetes ke pipi Kiara.


Kiara yang sebenarnya masih setengah sadar dan hendak terlelap dalam tidur itu merasakan ada air menetes ke pipinya.


Secara refleks Kiara bangkit duduk.


“Air apa ini,” keluhnya mengusap pipinya, tetapi tiba-tiba dia tersentak, “Hujan! Aku belum mengambil jemuran!” serunya hampir berlari beranjak dari kasur.

__ADS_1


Seolah tubuhnya secara refleks melakukan hal itu.


Tetapi tentu saja tangannya langsung ditahan oleh Alexander.


Alexander menarik Kiara sampai terjerembab kembali ke kasur.


Saat menyadari dirinya ada di kasur super mewah dan yang menetes di pipinya adalah air biasa menyadarkan Kiara jika hidupnya kini sudah berubah total.


“Haaah, ternyata hanya air biasa,” seru Kiara masih belum sadar akan posisinya.


Dia hendak memejamkan matanya lagi sampai akhirnya dia melihat sepasang bola mata sedang menatapnya dengan sangat tajam.


Kiara kembali tersentak, dia langsung memejamkan matanya dengan cepat dan langsung berpura-pura tidur.


“Sial! Kenapa dia ada didekat ku sih? Dia tidak pakai baju lagi, apa yang mau dia lakukan? Lagian kenapa aku harus bangun dan terjebak di situasi mengerikan ini! Hujan jahat!” ketus Kiara mencoba tidak menyadari keberadaan Alexander dan pura-pura tidur.


“Aku semakin penasaran, sebenarnya kenapa kau mau mengampuni dan menolong keluarga angkat mu, dari gelagatmu aku bisa pastikan jika kau tidak disambut dengan baik oleh mereka, bahkan hanya karena tetesan air saja tubuhmu langsung refleks seperti sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah,”


Alexander berpangku tangan, dia duduk tepat disamping Kiara yang sedang pura-pura tertidur.


“Ho? Mau pura-pura tertidur? Sayang, apakah kau lupa posisimu? Aku tahu kau sedang tidak tidur, aku tidak suka saat aku bertanya kau tidak menjawab, cepat bangun dan jawab aku, sebelum aku menghabisi mu!” desak Alexander Grey lagi saat tidak ada jawaban sama sekali dari Kiara.


“Kenapa setiap dia berbicara selalu saja terdapat kata ancaman dan paksaan! Aku bahkan tidak memiliki waktu untuk memikirkan diriku! Aahhh!” Kiara mengomel dalam dirinya, dia merasa pemaksaan Alexander Grey sudah berada diluar nalar manusia biasa.


“Aku hitung sampai tiga, satu ...”


“Baiklah aku menyerah, akan aku jawab,” seru Kiara langsung membuka matanya dan menyerah berpura-pura tidur.


Tetapi saat ia membuka matanya, yang ia lihat pertama kali adalah dada bidang tanpa busana Alexander yang dekat sekali dengan wajahnya.


“Aahhh! Ke ... kenapa Tuan dekat sekali? Tidak pakai baju lagi, walau begini aku tidak terbiasa melihat orang lain tanpa baju,” seru Kiara langsung menutup matanya dan menjauh dari Alexander Grey.


“Haha ... Kau masih saja berpura-pura malu sayang, kau akan melihat ini setiap hari, jadi biasakanlah!” jawab Alexander tersenyum geli saat melihat ekspresi Kiara yang dirasa lucu sekali.


Lalu Alexander langsung menarik Kiara yang menjauh darinya, dia duduk dan mendekap Kiara di pelukannya.


“Sekarang, jawab pertanyaan ku yang tadi, aku penasaran sebenarnya apa yang dipikirkan oleh otak bodoh mu,” seru Alexander dengan nada yang pelan, dia mengusap rambut panjang Kiara yang tergerai, merasakan hangat tubuhnya.

__ADS_1


Entah mengapa rasanya sangat nyaman saat berbicara berdua dari jarak yang sangat dekat dengan Kiara, bagi Alexander ini merupakan hiburan yang sangat menarik untuknya.


“Deg ... Deg ... Deg!”


Sedangkan Kiara bisa mendengar detak jantung Alexander, ritme nya sangat enak untuk didengar seperti musik yang membawanya ke suasana yang tenang.


Walau Alexander baru saja mandi, tetapi tubuhnya tidak terasa dingin sama sekali, malah sebaliknya tubuhnya sangat hangat dan nyaman untuk menjadi tempat ia bersandar.


“Apakah tidak apa aku menjalani hidup seperti ini? Apakah tidak apa aku menjadi simpanannya dan melupakan duniaku sebentar? Rasanya sangat nyaman, seolah dia menutup mataku dan hanya berfokus padanya,”


“Walau aku tahu aku hanyalah mainan dan hanya dipermainkan, walau aku tahu siapa orang yang ada dihatinya, walau aku tahu dia telah memiliki banyak gadis selain aku, entah mengapa aku ingin sebentar saja melarikan diri dari duniaku dan masuk kedalam dunianya,”


“Aku akan menjalani rencananya, menjadi seseorang yang menghiburnya, aku akan menjadikan ini menjadi mimpi, dan saat semuanya berakhir aku tidak akan mengingat mimpi ini dan tidak akan terluka,”


Kiara merasa ada rasa aneh yang mulai tumbuh di hatinya, dia merasa memaklumi Alexander yang memiliki banyak wanita, dia seolah dibuat buta oleh pesona Alexander Grey.


Tetapi Kiara sudah merasa sakit dari sebuah hubungan, dia hanya ingin ini sebagai mimpinya saja, walau ada perasaan tetapi dia ingin menguburnya dan menjadikannya mimpi, dan saat ia bangun semua perasaan dan harapannya akan terlupakan.


***


Alexander mengusap rambut Kiara, matanya melihat kearah wajah Kiara, menunggu jawaban dengan ekspresi nya yang tenang.


“Aku tidak mau menjadi sebatang kara di dunia, walau mereka tidak menyambut aku, tetapi mereka tetap membiarkan aku memanggil mereka dengan sebutan ayah, ibu dan kakak, itu saja sudah cukup,” jawaban jujur yang keluar dari mulut Kiara membuat Alexander kebingungan.


“Aku heran mengapa sebutan itu sangat penting untukmu, kita sangat berbeda, aku malah ingin menjadi sendiri saja tanpa keluarga, tanpa ayah dan ibu juga kakak, jika boleh aku ingin membuang semua ikatan tidak penting itu!”


Kedua orang yang sangat berbeda, antara Alexander Grey dan Kiara, Kiara yang sangat mendambakan keluarga sedangkan Alexander yang ingin menghancurkan hubungan itu.


Kedua orang yang memiliki ceritanya masing-masing, entah bagaimana mereka akan menjalani hubungan aneh mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2