
Episode 57 : Kau sudah jatuh cinta padaku?
***
Di kamar pribadi Alexander Grey,
Saat Alexander berteriak menyuruh Kiara membuka bajunya dan membuangnya sekarang ini sedang terjadi pemaksaan yang tidak bisa dielak oleh Kiara.
“PAK ROY!” panggil Alexander lagi, sungguh hari itu sangat ramai di rumah Alexander karena teriakannya.
Alexander tidak mau menoleh kearah Kiara lagi, disamping wajahnya merah dan dia tidak bisa menahan gairahnya, dia tidak ingin Kiara berbesar kepala karena entah mengapa Kiara memiliki daya tarik yang unik yang selalu berhasil membuat Alexander hilang kendali.
“Iya Tuan,”
“Ambil semua baju Kiara dan buang, ganti dengan baju yang baru, ingat semua harus tertutup, kau paham?!” ketus Alexander masih saja berdecak pinggang dan wajahnya yang angkuh, seolah itu adalah ciri khasnya.
“A … apa? Semua bajuku? Kenapa bajuku harus dibuang?” tanya Kiara kebingungan dengan apa yang sebenarnya ada di kepala Alexander sekarang.
Alexander yang mendengar jawaban Kiara langsung menatap tajam kearah Kiara, membuat Kiara yang tadi hendak berdiri kembali duduk dan sopan dan menunduk.
“Ya ya yang mulia, lakukanlah apa yang kau mau!” ketus Kiara masih tidak rela bajunya akan dibuang semuanya, tetapi apa boleh buat, dia melihat jika hari ini Alexander sungguh berada ditahap emosi yang meledak-ledak, jika dia membantah maka kemarahan lelaki ini akan semakin membara, jadi ikuti saja.
Setelah itu Pak Roy yang merasa ada yang beda dari tuannya ini dengan senang hati mengangkut semua baju Kiara dan menggantinya dengan baju baru yang tentunya rancangan designer terkenal.
“Pfft, Tuan Alexander seperti anak-anak saja, benar-benar menggemaskan melihat anak muda jaman sekarang,” gumam Pak roy merasa keadaan ini mengingatkan dirinya saat ia muda dulu.
Setelah beberapa saat Alexander baru selesai membersihkan dirinya, berpakaian rapih karena hari ini akan menjadi hari yang padat untuknya.
Dia kembali ke kamarnya dan melihat Kiara yang hanya termenung tidak melakukan apapun.
“Aku akan pergi mengurus sesuatu, jangan pergi kemanapun sebelum aku pulang!” ketus Alexander sembari membenarkan kancing bajunya.
“Iya Tuan,” jawab Kiara tersenyum seadanya, dia sedang dilanda banyak pikiran sekarang dan dia seperti tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun.
__ADS_1
“Hei, pakai ini,” seru Alexander melemparkan ponsel yang sudah dia aturkan untuk Kiara, agar dia tetap bisa menghubungi Kiara.
Alexander tentunya tahu jika ponsel Kiara sedang ia matikan agar tidak membaca pesan atau panggilan dari orang-orang yang sebentar lagi akan dihancurkan oleh Alexander satu persatu.
“Sebelum keadaannya membaik kau pakai ponsel itu saja, aku pergi!” ketus Alexander tanpa menerima respon dari Kiara.
Tetapi sebelum Alexander menutup pintu kamarnya ….
“Tuan,” seru Kiara menghentikan langkah Alexander.
“Apa? Kau sudah jatuh cinta padaku?” seru Alexander dengan begitu percaya dirinya.
“Tidak, aku hanya ingin mengatakan, terimakasih sudah menjemput ku hari ini, hati-hati diperjalanan,” seru Kiara tersenyum begitu tulus pada Kiara.
“Deg … Deg … Deg!”
Saat melihat senyuman Kiara dan ucapan terimakasih yang tulus membuat Alexander kembali merasakan gemuruh yang tidak tertahankan di hatinya.
Suara Alexander saat mengatakan itu benar-benar datar, matanya yang tajam namun mengeluarkan hawa dingin, ucapannya terdengar sangat serius dan lagi-lagi membuat Kiara bingung.
“Me … menggoda? Sejak kapan rasa terimakasih menjadi cara untuk menggoda? Apakah aku yang aneh disini atau dia? Lalu apa maksudnya melewati garis?” Kiara tidak mengerti lagi jalan pikiran Alexander Grey yang telah pergi melakukan urusannya itu.
Alexander sekarang hendak pergi ke markasnya, dia pergi lebih cepat, dia ingin mengurus masalah Kiara secepat mungkin terlebih dahulu sebelum mengurus perkumpulan yang sedang mengusiknya.
Di dalam mobil, Alexander tidak berhenti tersenyum, dia menutup mulutnya dengan tangan yang bersandar di pintu mobil.
“Pfft, dia bilang terimakasih dan tersenyum begitu manis padaku, cih, hanya diberikan perhatian sedikit sudah membuatnya sesenang ini, kenapa semakin lama dia semakin lucu dan menarik, aku suka karena semakin aku tahu dia, semakin terlihat jika dia bodoh, hahaha!” Alexander bahkan berbicara sendiri, membuat supirnya kebingungan dan syok.
Baru kali ini selama ia bekerja dengan Alexander Grey, Alexander sedang tersenyum tersipu-sipu malu, bahkan wajahnya memerah, terlihat seperti remaja yang sedang kasmaran.
“Apakah tuanku ini baru tersambar petir? Kenapa ada senyuman diwajahnya itu? Dia lebih seram bersikap seperti ini dibanding saat marah, jika dia tersenyum cerah seperti ini seolah menandakan akan ada bencana yang akan datang,” gumam supir Alexander sudah bergetar gugup dan takut melihat keanehan Alexander Grey.
“Tring … Tring … Tring!”
__ADS_1
Tiba-tiba ada panggilan dari Yuza yang diperintahkan oleh Alexander sedari tadi pagi untuk mengurus masalah mengenai Kiara.
“Bos, aku sudah melakukan sesuai yang kau perintahkan, besok mereka akan datang dan memohon ampun pada Kiara,” seru Yuza pada Bosnya yang sedang dalam perjalanan ke markas rahasia mereka.
“Hmm, bagus sekali! Tetapi untuk wanita sialan bernama Bella itu, biarkan aku yang mengurusnya sendiri, aku ingin lihat bagaimana wajahnya jika yang ada di posisi Kiara sekarang adalah dirinya, aku akan membalas perbuatan menjijikkannya sebanyak seribu kali lipat!” geram Alexander tidak ingin Bella ditangani oleh yuza, dia ingin turun tangan sendiri dan meremukkannya seperti yang ia katakan sedari awal.
“Baiklah Bos, untuk malam ini, rencana yang Bos katakan sudah dijalankan oleh Sin dan Fin, mereka sudah ada di markas dan menunggu arahan langsung dari Bos,” seru Yuza lagi sedang ada ditempatnya sendiri.
Ya, yuza memiliki tempatnya sendiri, Yuza adalah ahli dalam bidang IT, programing bahkan dalam hal retas meretas, dia jenius dalam hal itu, tempatnya juga berbeda dari tempat Alexander dan yang lain, dia sendiri disebuah ruangan besar yang dipenuhi teknologi yang dibuatkan Alexander untuknya.
Karena itulah jika ada apa-apa yang pertama yang dihubungi oleh Alexander adalah Yuza.
***
Di kediaman Bella,
“Sayang, kenapa sedari tadi kau diam padaku?” tanya Bella pada Bian yang entah mengapa datang berkunjung ke kediaman Bella.
“Kenapa kau menjebak Kiara? Yang mengirimkan berita palsu itu adalah kau kan?” tanya Bian pada Bella yang langsung terkejut, mengapa Bian bisa tahu jika itu adalah perbuatannya.
“Um, a … aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran, dia selalu saja berusaha menggoda mu padahal orangtua kita sudah menjodohkan kita, aku ingin dia ….” Belum sempat bella melanjutkan ucapannya, Bian langsung menyeringai.
“Kiara tidak pernah menggodaku, kali ini sepertinya kau akan mendapatkan upah dari tindakanmu, kau ingat kan siapa sekarang yang ada di sisi Kiara, aku ingin tahu apakah setelah dia menghancurkan mu, keluargaku masih mau menjodohkan mu denganku,” bisik Bian dengan wajah yang belum pernah dilihat oleh Bella sebelumnya.
Terlihat sangat menyeramkan, terlihat sangat marah dan penuh dendam.
.
.
.
.
__ADS_1