Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Dia lucu sekali.


__ADS_3

***


Episode 28 : Dia lucu sekali.


***


Tanpa disadari dia sudah dua jam berada di dalam kamar mandi, satu jam mandi dan satu jam lagi bertengkar dengan dirinya sendiri.


Alexander yang sudah sedikit curiga memutuskan untuk memeriksa Kiara yang ada di dalam kamar mandi.


***


“Tok … Tok … Tok!”


“Kiara, kenapa kau lama sekali, apakah kau baik-baik saja?” seru Alexander mengetuk pintu.


Tetapi belum juga ada jawaban.


“Kiara!”

__ADS_1


Tidak ada jawaban juga.


“Kiara, jika kau tidak membuka pintu dan menjawab ku, aku akan mendobrak pintu ini dan aku akan membiarkanmu kedinginan sepanjang malam!” Alexander sudah kehilangan kesabarannya.


Dia sudah memanggil Kiara sedari tadi tetapi tidak kunjung ada jawaban, itu membuatnya kesal.


“Aku akan menghitung sampai tiga,”


“Satu … tiga!” seru Alexander membuat Kiara panik.


“Ais, kok langsung tiga sih, kemana angka dua nya, aduh, tidak ada pilihan lain!” seru Kiara yang sedang panik sendiri.


“Tu … tuan, maafkan aku, tapi, tapi aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi aku tidak membawa baju ganti ke kamar mandi, aku terlalu malu untuk keluar hanya mengenakan handuk!” suara kecil Kiara yang terdengar dari balik pintu benar-benar mengejutkan Alexander.


***


Hanya beberapa saat bersama Kiara, Alexander langsung tahu betapa polos dan tulusnya Kiara, apalagi disamping kebodohannya dia juga lucu, jadi pasti bisa menghibur kebosananannya setidaknya sampai enam bulan kedepan.


“Ku kerjai saja ah,” gumam Alexander, sifat jahilnya sedang menggebu-gebu.

__ADS_1


“Ho? sayang, apakah kau lupa? saat pertama kali kita bertemu aku sudah melihat segalanya, kau bahkan menggigitku, hubungan kita sudah sedekat itu kenapa kau masih malu?” dengan tertawa pelan Alexander bermaksud mengerjai Kiara, agar dia terhibur.


“AP … APA? se … semuanya? benarkah? huhu, aku bahkan belum pernah berciuman tapi sekarang kau bilang kau sudah melihat semuanya, oh tidak,” Kiara langsung tersungkur, dia menangis tetapi tangisannya malah dianggap lucu oleh Alexander.


“Belum pernah ciuman? jadi saat aku menciumnya itu adalah ciuman pertamanya?” Alexander langsung meraba bibirnya, entah mengapa dia senang sekali, pipinya bahkan memerah dan jantungnya berdebar.


“Deg … Deg … Deg!”


“Kenapa dia lucu sekali sih? sangat menghibur,” seru Alexander tersipu malu.


Bayangkan saja, Alexander bisa tersipu malu, seorang ketua mafia, arogan dan tidak kenal belas kasih tersipu malu hanya karena seorang gadis muda yang baru ia kenal.


“Ehem, kau akhirnya memiliki hiburan Alexander, hahaha!’ tawa penuh iblis yang ada didalam dirinya menggema, dia akhirnya memiliki mainan untuk di mainkan dan dia sangat suka mainan yang satu ini.


***


“Keluarlah, kalau kau berani menentang ku kau tahu kan apa yang akan kulakukan?! aku akan hitung sampai tiga, satu …” Alexander tertawa senang mengerjai Kiara.


Sedangkan Kiara yang bahkan tidak diberi waktu untuk berduka pada kehilangan kepolosan dirinya harus segera sadar dan keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


“Dasar monster, sia-sia tadi aku menganggapnya masih memiliki sikap baik! Cih!’’ ketusnya langsung membuka pintu kamar mandi.


“Hei urat malu kau harus pingsan dulu dalam tubuhku, agar aku tidak terlalu malu, paham?” perintah Kiara pada tubuhnya, karena dia sudah keluar hanya dengan mengenakan handuk saja


__ADS_2