
Episode 158 : Jaminan lamaran?
***
Saat melihat Alexander Grey berada di depan pintu dan bantal yang ia lempar tepat mengenai wajah Alex membuat Kiara sampai membisu dan menganga.
Dia sungguh tidak menyangka dengan kebetulan yang tidak terduga ini.
'Kenapa dia harus kembali disaat aku melempar bantal sih, habis lah aku!' gerutu Kiara langsung terdiam dan matanya sudah celingak-celinguk mencoba mencari cara untuk bisa melarikan diri dari Alexander Grey.
Alexander yang kelihatan sangat marah apalagi dia juga masih kelelahan sekarang mengambil bantal itu dan melemparnya ke ranjang.
“Sayang, apa yang kau lakukan sampai kau melempar bantal ke wajahku, apakah kau sangat membenciku makanya kau begitu?”
Alexander menanyai Kiara dengan mata yang memicing.
Dia memegang bahu Kiara dan wajahnya begitu dekat, meminta penjelasan pada Kiara.
“Aku … aku sebenarnya sedang menunggumu, kau pergi mencari Nona Layla kan, aku ingin meminta penjelasan, kau baru membahas masalah pernikahan denganku tetapi kau malah langsung mencari Nona Layla, apakah ucapanmu yang mengenai pernikahan itu hanya lelucon?”
Akhir-akhir ini Kiara sepertinya sudah tidak menahan dirinya lagi, bagi Kiara ini sangat penting jadi harus ia tanyakan secara langsung.
Agar segalanya jelas dan dia tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama.
Wajahnya kelihatan serius dan Alexander yakin jika ucapan Kiara ini benar benar apa yang sedang ada di hatinya sekarang.
“Deg … Deg … Deg!”
__ADS_1
Jantung Alexander berdebar begitu cepat mendengar ucapan Kiara.
Apa yang dia dengar hanyalah kata bahwa Kiara sedang menunggunya pulang, perkataan sisa kekasihnya itu tidak terdengar sama sekali baginya.
Alexander yang memiliki tingkat kepedean level dewa langsung merasa jika Kiara sudah jatuh cinta setengah mati padanya sampai sampai Kiara menunggu Alexander pulang.
“Sayang, kau menunggu ku pulang? apakah ini nyata? Atau kau bukan Kiara, kau pasti menyamar jadi Kiara kan? Kiara tidak akan mungkin menungguku pulang,” tiba tiba saja wajah Alexander menjadi curiga.
Mungkin sebegitu acuh lah Kiara pada Alexander, sampai sampai Alexander tidak percaya jika Kiara sungguh menunggunya pulang.
“Ngomong apa sih? Memangnya kalau aku tidak asli kau mau membiarkan aku pergi!” ketus Kiara geleng-geleng melihat reaksi Alexander Grey ini.
“Oh ternyata kau asli, ucapan yang selalu ingin pergi dan membuatku semakin ingin mengikatmu!” bisik Alexander sudah mendorong Kirana melangkah mundur dan mentok di ranjang.
“Sayang, apakah kau tahu hukuman apa yang akan kau terima jika menggodaku?” Alexander sudah menyeringai membuat Kiara bergidik merinding.
“Ah, sakit,” seru Alexander memegangi lukanya.
Kiara yang panik itu langsung bangkit berdiri,
“Sa … sakit ya? maafkan aku, bagaimana ini, apakah aku harus telepon dokter?” dengan wajah yang benar benar polos dan khawatir sekali, Alexander sungguh terhibur dengan rekasi Kiara.
“Pfft, sayang kenapa kau mudah sekali ditipu sih, tetapi baguslah dengan begini kau sudah ada dalam zona nyamanku, dan kau tidak akan bisa melarikan diri,” seru Alexander menangkap tubuh Kirana dan mendekapnya erat sekali.
Alexander Grey memang lelah tetapi jika untuk urusan ranjang bersama Kiara, mana tahu dia rasa lelah itu apa.
Saat Kiara sudah tertangkap olehnya, Alex menggulingkan tubuh Kiara agar berada diatas tubuhnya.
__ADS_1
"Sayang ...."
Alex mengambil sesuatu di sakunya, lalu dengan cepat sekali memasangkan sesuatu di jari manis Kiara.
"Ini hadiah kecil, aku terlambat kembali barusan karena membeli ini ...." Alex dengan pipinya yang memerah karena tidak biasa dalam situasi seperti ini benar-benar terlihat mengejutkan.
"Ummmm ...." Alex menakan salivanya dengan berat lalu melanjutkan ucapannya.
"Anggap saja ini sebagai jaminan lamaran, nanti setelah seluruh urusan ku usai aku akan memberikan cincin yang lebih besar dan indah, jadi ... pakai ini saja dulu yaa,"
Seorang Alexander sungguh membeli sesuatu secara pribadi cincin yang ada di jari manis Kiara.
Sepertinya Alexander bersungguh-sungguh ketika mengatakan jika dia benar-benar serius dengan hubungannya bersama Kiara.
.
.
.
.
Author : Untuk Mba Cindy, makasih ya komentar nya, aku jadi ga sedih lagi 🥺 padahal menurut aku cerita ini juga ga bertele-tele, tapi ada aja yang bilang bertele-tele, buat kadang down 🥺
Tapi gapapa aku semangat karena masih banyak reader yang suka.
__ADS_1
Lope you sekebon jeruk semuanya 🍊🤍🤍🥺